
Tasya P.O.V
"Sya, bangun yuk! Sunrise nya bentar lagi keluar!" Aku mendengar suara Ka Vhiya. Aku mengerjapkan mata ku dan menganggukan kepala ku. "Iya gw udah bangun." Jawab ku.
Keadaan tenda yang sepi membuat ku segera bangun dan meregangkan otot ku. Aku segera keluar tenda dan melihat semua sahabat ku dan Ip lagi duduk santai di kayu dekat perapian.
"Morning babe!" Sapa Ip seraya memeluk ku. Aku memeluknya juga dan tersenyum. "Morning too babe." Jawab ku. "Sunrise nya bentar lagi. Yuk! Kita ke sana!" Ajak Bang Haikam seraya menunjuk kursi yang ada di tempat yang kemarin aku lihat.
Aku memilih mengikuti semua sahabat ku dan saat sudah sampai, aku duduk tenang di kursinya. Aku tersenyum melihat banyak bunga yang segar dengan embun pagi yang menempel membuat mereka terlihat segar.
Ip berdiri di dekat pagar pembatas. Dia tersenyum dan menyuruhku menghampirinya. Aku tersenyum dan segera menghampirinya.
"Kamu suka sunset atau sunrise?" Tanya Ip. "Aku suka keduanya. Warna nya sama-sama bagus." Jawab ku seraya tersenyum. Ip berganti posisi menjadi dibelakang ku. Dia tersenyum dan menunjuk ke titik tempat matahari terbit.
"Liat deh! Kamu suka ngeliat cahaya nya secara langsung atau dalam kabut?" Tanya Ip. Aku mulai bingung kok nanyanya matahari mulu deh.
"Aku suka sama cahaya yang muncul di celah-celah ranting pohon gitu lho Ip. Kayaknya tuh bagus banget." Jawab ku seraya menatap cahaya matahari yang mulai terlihat jelas.
"Sya!" Panggil Ip. Aku menengok dan dalam sekejap tubuh ku mematung di tempat melihat Ip sedang tersenyum menatapku. Dia mengeluarkan satu benda seperti batu berwarna ungu. Eh wait! Bukan!! Itu ngataunya kayak box gitu guys kayak tempat nyimpen barang.
Aku mendengar suara petikan gitar yang ternyata dimainkan Bang Haikam. Alunannya membuat ku paham kalau ini lagu yang berjudul A Thousand Years. Aku tersenyum sambil memejamkan mata ku menikmati alunan nada. Di tambah dengan semua sahabat ku mulai bernyanyi.
Saat di pertengahan lagu, semua berhenti. Aku yang bingung langsung membuka mata ku dan melihat Ip yang sudah berlutut di depan ku dan dia telah membuka box yang tadi seperti batu berwarna ungu. Di dalamnya terlihat ada cincin yang indah.
__ADS_1
"Tiga tahun sudah hubungan ini kita jalanin sayang, kamu dampingin aku dalam suka dan duka. Dalam susah maupun senang. Kamu, kamu nunggu aku selama tiga tahun selama aku dalam masa pendidikan. Rasa cinta ini selalu bertambah setiap harinya. Kesetiaan kamu sudah ga bisa aku raguin lagi kalau kamu memang cinta sama aku begitu juga aku cinta sama kamu. Anastasya Violetta, Will You Be Someone who always with me then will you marry me?" Ucap Ip yang membuat ku mematung.
Aku menenteskan air mata ku karna aku terharu dengan kata-kata yang dia ucapkan. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku seraya tersenyum. "Yes, I Do!!" Jawab ku seraya tersenyum.
Ip langsung mengambil cincin dalam box lalu memasangkan ke jari manis tangan kiri ku. Aku tersenyum dan kami berpelukan.
Lagupun berlanjut bagaikan backsound kami berpelukan. Aku tersenyum saat menyembunyikan wajah ku di pelukan Ip.
Saat lagu selesai, sinar mentari keluar dengan sempurna memancarkan keindahannya. Aku tersenyum menatap Ip yang terlihat gembira.
I never expect he'll do that!! Bahkan aku aja ga nyangka kalo dia akan ngelamar aku seniat ini!!
"Kenapa sih kalian ketawa kalo gw lagi ngoceh? Kan gw ga ngelawak." Kata Waffa. Aku tertawa lalu mencubit pipinya. "Lo mah selalu kocak dek bagi kami. Lo yang paling muda tapi lo ceplas-ceplos makanya lo tuh unik." Kata ku seraya tersenyum.
"Foto dulu lah kuy!" Ajak Putri. "Lah ayo!!" Kata Mario semangat.
Kami mengambil beberapa foto, seperti foto ku bersama tiga sahabat rumah ku, empat sahabat ku, dan berdua bareng Fei. Lalu aku foto sama Ip berdua.
Malu sih jujur aja karna ini tuh bisa dibilang awal mula aku jadi seseorang yang akan bersama dia sehidup semati.
"Yuk makan! Yang cewek goreng nugget. Yang cowok sediain air." Kata Hafiz. "Iya dah hooh." Jawab Bang Haikam.
__ADS_1
Kami segera kembali ke tenda. "Kamu mandi dulu. Yang cewek-cewek mandi duluan." Kata Ip. "Yaudah, yuk kak!" Ajak Waffa. Aku dan sahabat ku kembali ke tenda dan segera mengambil baju ganti kami.
"Udah kan? Kuy!!" Ajak Putri. Kami berjalan menuju kamar mandi. Kamipun mandi. Bilik kamar mandi yang tidak mencapai kepala kami membuat kami bisa mengobrol satu sama lain.
"Gimana surprise nya? Keren kan?" Kata Hiffa yang ku jawab anggukan. "Kalian sejak kapan ngerencanainnya?" Tanya ku. "Kita baru dikasih tau kemarin. Yang cowok mah dari seminggu yang lalu." Kata Ka Vhiya.
"Jahat weh ga bilang!" Ucap ku seraya tersenyum. "Ya kalo lo tau mah bukan surprise nama nya." Kata Alya. "Nah bener." Kata Sekar.
"Ini tuh awalnya rencana si Ip. Dia bilang mau ngelamar lo pakai yang romantis. Katanya mah nanti kalo formal ga akan romantis." Kata Novi. "Pantesan kemaren adek gw udah bilang kayak kode gitu." Kata ku melirik Waffa.
"Ya sorry, gw keceplosan." Kata Waffa yang kami jawab anggukan. "Berarti udah siap dong buat pengajuan." Goda Sekar seraya tersenyum. "Belom." Jawab ku singkat. "Lha kenapa?" Tanya Alya. "Ya lo nanya kayak gini pas gw masih deg-degan. Yaiyalah gw belum siap." Jawab ku santai.
_______________________
Finally Part ini selesai. Like and comment aku tunggu ya guys.
Anjeli Puja
22/10/2020
22.00 Malam
__ADS_1
Ini Tasya sama Ip guys