Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-PESIAR-


__ADS_3

1 tahun kemudian..


Ajeep P.O.V


"Sayang, nanti kabarin ya kalo udah keluar bandara. Nanti kabarin juga kalo udah di stasiun Tanjung Barat." Kata seseorang yang ku sayang. "Iya sayang. Yaudah aku sekarang mau menuju ke tempat ambil barang dulu ya." Kata ku seraya tersenyum.


Setelah mengambil barang, aku langsung keluar dari bandara dan memesan ojek online. Walau memang agak mahal tapi cukuplah kalo mau ke Stasiun Jakarta Kota.


Aku langsung menelpon Tasya dan langsung dia jawab. "Sayang, aku udah di kereta ya." Kata ku seraya tersenyum. "Ok deh Ip." Jawabnya yang membuat ku tersenyum.


SKIP


"Sayang!!" Sapa ku seraya berlari memeluk Tasya. "Ip! Ya allah Tasya kangen!!" Kata nya yang membuat ku tersenyum. "Aku juga kangen!!" Kata ku seraya memeluk Tasya.


"Ayo! Anya sama bunda udah nunggu!!" Ajak Tasya. "Iya yuk!!" Kata ku seraya tersenyum.


Kami segera menuju ke rumah ku. Ini sudah ke beberapa kalinya aku kembali ke rumah baru keluarga ku.


"Ip udah makan?" Tanya Tasya. "Udah kok tadi di kereta. Kenapa Sya?" Tanya ku. "Maksud aku kalo belom kan kita bisa beli makanan. Bunda tadi ga sempet masak. Bunda abis urus sekolah Anya." Kata Tasya. "Oh iya pengambilan raport." Kata ku seraya tersenyum.


Setelah kami sampai di teras rumah, kami langsung masuk ke dalam rumah. "Assalamualaikum!" Ucap kami. "A'a!!" Teriak Anya heboh. Dia langsung memeluk ku. "Wa'alaikumsalam. Akhirnya anak bunda dateng." Kata bunda seraya memeluk ku. "Bun, a'a kangen bunda!" Ucap ku seraya memeluk bunda. Tanpa terasa sudah 2 tahun aku di akmil dan sudah 2 tahun pula aku jarang bertemu bunda, Anya, dan Tasya.

__ADS_1


Aku melirik Tasya yang tersenyum. "Bun, Tasya masak ya." Katanya yang bunda jawab anggukan seraya tersenyum. "Iya sayang." Kata bunda.


Setelah aku melepas pelukan kami, aku menuju ke dapur dan melihat Tasya yang sedang memotong sayuran. Aku langsung memeluknya. "Ih Ip! Ngagetin!" Katanya yang membuat ku tertawa. "Sibuk banget sih kamu setiap aku pulang." Kata ku seraya tersenyum.


"Kamu nanti laper kalo ga ada makanan sayang makanya aku selalu siap masak kalo kamu pulang." Katanya yang membuat ku tersenyum. "Berasa punya istri deh." Kata ku seraya memeluknya. "Makanya buruan selesaiin pendidikan dan segera selesaiin tuh masa dinas nya." Kata bunda.


"Sayang, nanti apa aku perlu ikut saat keluusan kamu?" Tanya Tasya. "Ya ikut dong masa iya enggak." Kata ku seraya memeluknya lagi. "Kalian tuh emang harusnya cepet-cepet nikah deh." Kata bunda yang membuat ku tersenyum. "Nanti itu mah bun. Insyaallah kami ga akan ngelakuin hal yang lebih dari ini." Kata ku. "Iya deh." Kata bunda.


Aku kembali memperhatikan Tasya yang sedang asik memasak. Saat dia menunggu masakannya matang, aku memeluknya lagi. Kayaknya akhir-akhir ini hobi ku emang meluk dia.


"Setahun lagi sayang. Aku selesai pendidikan, insyaallah aku ditugasin di Jakarta dan insyaallah aku tinggal bersama kalian." Kata ku seraya tersenyum. "I'll be wait for that moment babe." Katanya seraya tersenyum.


"Gimana? Kalo kalian mesra-mesraan terus yang ada makanannya ga jadi mulu." Kata bunda yang membuat kami tertawa. "Ayo deh buruan. Adek kalian tuh udah laper." Kata bunda. "Iya bun. Ini tinggal di sajiin kok." Kata Tasya. "Okay deh bunda tunggu di meja makan yah." Kata bunda yang kami jawab anggukan.


SKIP


"Ayah!!" Sapa Anya. "Wah! Ada princess nya ayah. Ranking satu yah?" Tanya ayah yang dijawab anggukan Anya.


"Ayah!" Sapa Tasya seraya menyalimi tangan ayah. "Waduh mantu ayah makin cantik. Udah kayak dayang sumbi aja. Cantiknya tak tertandingi hehehehehe." Kata ayah yang membuat kami tertawa.


"Ayah jangan godain Ka Tasya nanti a'a marah lho." Kata Anya yang membuat ku tertawa. "Kamu itu bisa aja. Enggak kok masa iya a'a mau marah ke ayah." Kata ku seraya mengelus rambut Anya.

__ADS_1


"Ayah!" Sapa bunda. Bunda langsung memeluk ayah. "Apa kabar, yah? Makan dulu yuk!" Ajak bunda. "Wah kebetulan ayah laper. Yuk!" Ajak ayah. Kamipun makan bersama di meja makan.


"Ayah ga percaya lho kalo ini rumah kita. Karna dari depan bagus banget. Ini pertama kalinya kan ayah kesini." Kata ayah yang kami jawab senyuman. "Mas belum tau aja desain kamar kita. Tasya desainnya unik banget. Pasti kamu betah." Kata bunda yang membuat ku melirik Tasya.


"Oh ya? Wah! Berarti mantu kita kreatif dong." Kata ayah yang bunda jawab anggukan. "Bayangin deh yah dia tuh sampai bikin ada meja kerja di kamar kita. Katanya biar kamu ga jauh-jauh dari aku kalo lagi kerja." Kata bunda. "Walah! Makasih banget lho Sya!" Kata ayah. "Sama-sama yah." Jawab Tasya.


"Ayah belum tau sih desain kamar Anya. Lebih bagus. Serba warna pink lho." Kata Anya. "Wah! Cocok dong buat princess ayah." Jawab ayah yang membuat Anya tersenyum. "Yang keren mah kamar a'a yah. Ada peta nya." Kata Anya heboh. "Beneran, a?" Tanya ayah. "Iya yah." Jawab ku.


"Yaudah deh nanti kita nonton film yuk. A'a baliknya kapan ke Magelang?" Tanya ayah. "Lusa, yah." Jawab ku. "Singkat but it's okay. Nanti kita beliin barang keperluan kamu ya." Kata ayah yang ku jawab anggukan.


"Nah untuk Tasya, gimana kerjaan kamu? Seru ga jadi guru?" Tanya ayah. "Alhamdulillah yah seru banget. Kerjaan juga udah mulai bisa enjoy sekarang beda waktu pertama kali ngajar." Kata Tasya. "Ya pasti kalo itu mah, Sya. Kan kamu waktu pertama kali itu tanpa ada pengalaman. Jadinya belum bisa bener kalo sekarang mah udah jago kan." Jawab ayah yang membuat Tasya tersenyum.


____________________


Gimana? Apa ada yang rindu Ip sama Tasya?? Nyoh tak kasih yah. Love You All❤


Jangan lupa like and comment yah. Dan jadiin cerita ini favorite kalian jadinya saat Up akan ada notif.


Anjeli Puja


14/10/2020

__ADS_1


22.35 Malam


__ADS_2