Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Train-


__ADS_3

Setahun Kemudian..


Ajeep P.O.V


Hari ini adalah hari kelulusan ku. Aku sengaja ga ngasih tau Tasya karna aku mau surprise ke dia. Dia tau sih kalo tahun ini aku lulus. Tapi setiap dia nanya kapan wisuda nya, selalu aku jawab rahasia. Alhasil, hari inilah aku akan wisuda dan langsung ke Depok untuk jemput Tasya.


"Gimana, Ajeep? Udah siap?" Tanya bunda yang ku jawab anggukan. "Siap, sudah bun." Kata ku seraya tersenyum. Aku membenarkan letak dasi ku. Bunda membantu ku. "Nanti beberapa tahun lagi, bukan bunda yang bantu kamu tapi Tasya. Kamu udah dapat gelar S1 lho. Kamu juga udah dewasa. Kamu udah punya seseorang yang harus kamu jaga. Tasya. Jaga dia. Awas kamu sakitin dia. Bunda lempar kamu ke benua antartika." Kata bunda yang membuat ku tertawa. "Siap, bunda!" Kata ku seraya tersenyum. "A'a nanti Ka Tasya kesini kan a? Atau besok?" Tanya Anya. "Besok kayaknya sayang. Kan a'a mau ketemu keluarganya Ka Tasya. Anya gapapa kan ketemu Ka Tasya nya besok?" Tanya ku. "Iya, a!" Kata Anya seraya tersenyum. Aku memasukan tas baju ku ke dalam bagasi mobil dan kami sekeluarga menuju ke gedung universitas ku.


SKIP


"Ajeep Akbar! Putra dari bapak Ryan Akbar. Prestasi, siswa tercerdas dalam angkatan. Predikat, A!" Kata MC. Aku maju ke depan dan bersalaman dengan beberapa dosen. Setelah selesai, aku memeluk bunda dan ayah.


"Selamat untuk a'a ya! Semoga selalu sukses. Dimudahkan jalannya untuk menjadi seorang abdi negara. Dan semoga selalu menjadi kebanggaan kami." Kata bunda yang membuatku tersenyum. "Congratulation putra ayah! Semoga kamu selalu sukses. Semoga tuhan selalu mendengar do'a kamu untuk berbakti pada negara. Ayah selalu bangga sama kamu." Kata ayah yang ku jawab anggukan. Kami berpelukan seperti pria. Dan aku memeluk Anya. "Selamat a'a!" Kata Anya yang membuat ku tersenyum dan mencium kening Anya. "Makasih adik a'a yang cantik!" Kata ku seraya memeluknya. "Yuk! Kita foto formal dulu. Kamu sih ga mau Tasya dateng. Kan bagus kalo dia ada. Nanti ada foto kalian berdua." Kata Bunda yang membuatku tersenyum. "Gapapa bun. Kalo Ajeep kan ga mau ngeberatin dia juga. Dia masih baru kerja. Kasian kalo keseringan pergi ke Bandung. Walau emangsih dia pergi nya hari sabtu pas libur tapi kasian aja nanti dia kecapean." Kata ku seraya tersenyum membayangkan wajah Tasya. Hubungan kami sudah setahun 3 bulan. Tapi kalo kata orang kan biasanya rasa cinta akan mulai memudar, kalo aku sih enggak. Justru makin besar.


Setelah foto formal selesai, kami langsung menuju ke stasiun. Aku akan langsung berangkat ke Depok. Aku udah chat Ka Clay untuk di jemput dan dia dengan bahagia langsung mau jemput.

__ADS_1


SKIP


Saat ini aku udah di kereta. Aku masih aja chat sama Tasya dan bilang kalo aku lagi ngerjain tugas. Tugas percintaan maksudnya hehehehe.


Aku menatap pemandangan disekeliling kereta yang terlihat menyejukan. Bandung memang masih asri. Dengan banyak sawah dan pepohonan membuat banyak orang merasa enggan untuk kembali ke kotanya karna terlalu betah di kota Bandung. Kereta sudah sampai di beberapa stasiun. Tiba-tiba ada tanda darurat yang membuat kami yang berada di gerbong 9 kaget. Para pekerja di kereta mulai berlari kesana kemari. "Ada apa ya mas?" Tanya ku. "Ada orang aneh yang masuk ke kereta. Dia kayak membawa sesuatu yang mencurigakan. Tadi ada satu laki-laki yang dia bunuh." Kata pekerja yang ku tanya. "Di gerbong berapa?" Tanya ku. "Gerbong 7!" Kata pekerja itu. Aku langsung berdiri dan menuju ke pintu gerbong. "Semuanya harap tenang! Sekarang tolong kalian semua amankan barang berharga kalian. Handphone, identitas dan apapun yang penting. Kalian harap segera ke gerbong belakang! Beberapa laki-laki tolong ikut dengan saya. Kita harus amankan penumpang yang lain!" Kata ku. Para penumpang yang mengerti segera menuruti perintah ku dan mereka menuju ke gerbong belakang. Aku membuka pintu gerbong 8 dan melihat banyak penumpang yang panik. "Tolong semuanya tenang. Kalian amankan barang berharga kalian dan segera ke gerbong di belakang. Saya dan penumpang lain yang ikut dengan saya akan berusaha untuk mengamankan." Kata ku. Setelah memastikan aman, aku dan 2 laki-laki yang ikut dengan ku segera duduk di gerbong 8 depan.


"Ada yang bawa senjata?" Tanya ku. "Ga ada." Kata salah seorang. "Kenalin nama gw Ajeep. Nama kalian siapa?" Tanya ku. "Nama gw Raffi. Ini kembaran gw. Namanya Raffa." Kata Raffi. "Liat deh. Gerbong 7 ada penjaga di sana." Kata Raffa. "Okay gini aja. Kita siapin senjata. Kalian pakai gerper kan?" Tanya ku. "Pakai." Kata Raffa. "Kalian pasti pernah dong main slepet gesper sama teman kalian. Sekarang saatnya. Kalian slepet penjaga itu nanti gw bikin mereka  pingsan. Kita cari senjata di penjaga nanti kita pakai. Okay?" Tanya ku. Raffa dan Raffi menganggukan kepala mereka.


Kami bersiap lalu kami mengendap-endap mendekati penjaga yang berjumlah 3 orang lalu..


Pletak!!


Tap!!!


Pisau yang ku lempar tepat terkena dan menancap di tangan lelaki itu. Saat aku melihat muka lelaki itu, aku sadar kalau dia itu buronan polisi yang berhasil kabur. "Penjaga! Tangkap dia!" Kata lelaki itu. Aku langsung menyiapkan pistol ku dan segera menembaki penjaga itu. Penjaga yang hanya berjumlah dua orang membuat ku langsung mengambil pisau Raffa dan Raffi lalu melemparkan pisau itu. Dan tepat sekali pisau menancap di bahu dan kaki penjaga itu. Aku menghampiri lelaki itu dan mencabut pisau yang ada ditangannya. "Menyerah sebelum saya tembak kamu!" Kata ku. Aku mengambil pistol lelaki itu dan melihat pelurunya adalah peluru yang bisa menembus tubuh manusia. Lelaki itu berhasil melepaskan cengkraman ku dan aku terjatuh. Namun pistol yang ku pegang jatuh ke kolong kursi penumpang. Baku hantam pun terjadi. Aku bahkan terkena pukulan di pipi dan perut tapi aku ga peduli. Keselamatan penumpang yang paling penting sekarang.

__ADS_1


Aku bangkit dan mulai menyerang. Aku menendang, menonjok, memukul, dan menghindari serangan lelaki ini. Dan aku memukul tengkuknya agar dia pingsan.


"Siapin baju atau tali!" Ucap ku. Beberapa penumpang membantu kami dengan memberikan baju yang cukup elastis. Aku mendudukan lelaki ini dan 5 penjaga nya lalu Raffa mengikat mereka. Security kereta masuk dan segera mengamankan mereka. Kami kembali ke gerbong kami.


"Makasih ya sudah selamatin kami!" Kata penumpang gerbong 7 yang tadi melihat kami. "Iya sama-sama." Kata Raffi. Aku langsung masuk ke gerbong 9. Aku duduk di tempat ku semula. Begitu juga Raffa Raffi. Mereka yang duduk di seberang ku tersenyum melihat penumpang gerbong ini bisa duduk dengan tenang. "Kenalin Jeep, gw Raffi Alhakim. Ini Raffa Alhakim." Kata Raffi yang mengajak ku bersalaman. "Gw Ajeep Akbar. Kalian bisa panggil gw, Ajeep." Kata ku. "Mau kemana lo?" Tanya Raffa. "Mau ke Depok. Ngunjungin pacar. Kalian?" Tanya ku. "Kami baru lulus kuliah. Nih baru mau balik ke Jakarta." Kata Raffi. "Hooh sebelum kami berangkat ke Magelang." Kata Raffa. "Mau apa?" Tanya ku. "Kami mau masuk akmil. Yah tau lah Jalur PaPK." Kata Raffa yang membuat ku tersenyum. "Semoga aja kita nanti sebarak ya!" Kata ku. "Lho? Lo mau masuk akmil juga?" Tanya Raffa yang ku jawab anggukan. "Iya. Makanya semoga aja kita sebarak." Kata ku.


Selama perjalanan, kami mengobrol bersama. Sampai akhirnya di sore hari, kereta sudah sampai di stasiun Jakarta Kota. Aku menaiki kereta yang menuju ke stasiun Depok Baru.


Tasya P.O.V


"Sya! Ada telfon nih dari bunda mertua!" Kata Ka Tila. Aku menghampiri telfon rumah dan tersenyum. "Hallo, bunda! Assalamualaikum!" Sapa ku. Aku mendengar bunda yang menangis. "Bunda? Bunda kenapa? Kok nangis?" Tanya ku panik. "Ajeep. Kereta yang dia naiki ada buronan, Sya! Bunda takut dia kenapa-napa." Kata bunda. Aku kaget dan langsung merasakan jantung ku deg-deg an. "Bunda, do'ain Ip ga kenapa-napa ya. Tasya bakalan otw ke stasiun. Semoga aja dia ga kenapa-napa." Kata ku. "Kalo Ajeep ga kenapa-napa nanti kabarin bunda ya, Sya. Assalamualaikum." Kata Bunda. Sambungan telfon terputus. Aku membuka ponsel ku dan segera menghubungi Ipip namun ga di bales maupun diangkat. Aku mulai menangis dan segera menyalakan motor ku. "Sya? Mau kemana kamu?" Tanya Ka Tila. "Mau ke stasiun kak." Kata ku. "Jangan. Kakak aja yang kesana." Kata Ka Clay yang ku jawab gelengan. "Tasya aja. Bye!" Kata ku. Aku segera menjalankan motor ku.


__________________________


**Gimana part ini guys? Apakah seru? Jangan lupa ya jadiin cerita ini favorit kalian agar dapat notifikasi saat cerita ini update. Like and comment sangat aku tunggu.

__ADS_1


Anjeli Puja


15/09/2020**


__ADS_2