Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Kejutan-


__ADS_3

Tasya P.O.V


"Sayang aku ga jadi ke rumah kamu yah. Ini ada kerjaan." Kata Ip. Aku menghela nafas dan mulai berusaha meredakan emosi ku.


"Ini udah tiga minggu dan kamu masa iya belum ada hari libur sih?" Tanya ku bingung. "Iya emang belum ada." Jawab Ip.


"Yaudah. Kamu kerja aja gapapa aku di rumah aja." Kata ku. "Ya." Jawabnya lalu mematikan sambungan telpon kami.


Dia kenapa??


Aku langsung menelfon bunda untuk menanyakan sifat Ip. "Assalamualaikum sayang." Ucap bunda. "Waalaikumsalam bunda. Tasya mau nanya deh Ipip tiga minggu ini pulang ke rumah ga?" Tanya ku.


"Enggak, Sya. Bunda juga bingung kenapa dia ga pulang-pulang." Kata bunda. Nah kan! Bunda aja bingung.


"Bun, sikap Ip kok ga kayak biasanya yah? Beberapa minggu ini tuh dia cuek banget sama Tasya." Ucap ku. "Waduh bunda kurang tau sayang kenapa. Mungkin dia capek kali." Kata bunda.


"Yaudah bun makasih ya. Tasya mau ngisi laporan pembelajaran selama sebulan dulu. Assalamualaikum bunda sayang!" Pamit ku. "Iya waalaikumsalam sayang!" Jawab bunda.


Aku kembali fokus ke laptop ku. Tapi pikiran ku malah ke Ip. Ada apa sih sama dia? Kok dia beberapa minggu ini berubah??


Saat aku lagi fokus ke Laptop, aku mulai membaca laporan para guru mengenai anak perwalian ku. Kenapa sih masih ada aja yang bermasalah padahal mereka udah SMA? Ini juga kenapa ada yang bolos ya allah!!


Lama-lama aku terhanyut dalam pengetikan laporan. Sampai jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam, aku mendengar suara barang jatuh dari ruang tamu.


Aku langsung mengambil pisau lipat dan aku simpan di kantong belakang celana tidur ku. Lalu aku keluar kamar dan mengunci pintu kamar ku.


Aku menelusuri dapur dulu tapi ga nemuin apa-apa. Lalu saat aku ngelewatin ruang tv, aku ngerasain ada orang disini.


Saat aku melewati sofa, aku mendengar ada dengus nafas seseorang. Aku langsung melayangkan tangan ku untuk memukul pundak nya.


"Aaarrgghh!!" Aku mendengar orang itu berteriak. Suaranya ga asing? Keadaan rumah yang gelap membuat aku agak susah melihat sekitar.


Ga lama kemudian ada yang menyergapku dari belakang. "Shit!" Umpatku. "Lepasin gw!" Ucap ku. "Ga akan." Jawab orang yang menyergapku. Aku langsung berusaha melepaskan diri tapi susah. Alhasil aku langsung menginjak kaki orang yang menyergapku sampai dia melepaskan ku.


Aku langsung mencoba menyerang orang yang menyergapku tadi. Aku menojok nya dan setelah aku merasa dia kesulitan aku berlari menuju kamar Ka Clay.


"Ka! Bangun woy ada maling woy!!" Ucapku. Karna ga ada jawaban, aku milih ke kamar Brasco dan melihat Brasco yang sedang tertidur.


"Brasco! Wake Up!" Ucap ku. Brasco bangun dan segera mengeluskan badan nya ke kaki ku. "Brasco, kamu jaga orang itu okay." Ucapku. Brasco menurut dan pergi ke ruang tv. Aku mengikutinya lalu aku melihat Brasco yang malah mengeluskan badan nya di kaki orang itu. Artinya dia kenal!!


Aku langsung membuka topeng orang yang menyergapku dan saat aku buka, aku kaget guys!!

__ADS_1


"Ip! What are you doing in here?!" Tanya ku kaget. Ip tersenyum menatap ku lalu ruang TV dalam sekejap jadi terang dan terlihat semua keluarga dan para sahabat ku sudah berada di ruangan ini.




"Surprise!!" Kata mereka semua. "Happy Birthday Sayang. Kamu udah 24 tahun sekarang. Aku harap kamu makin menjadi seseorang yang dewasa sayang. Love you so much!" Ucap Ip. Aku tersenyum dan memeluknya. "Jahat ga bilang-bilang!" Ucapku seraya tersenyum.


"Happy Birthday Tasya!" Ucap semua orang disini. "Happy Birthday calon mantu bunda yang cantik!" Kata Bunda memeluk ku. Aku tersenyum dan memeluk bunda juga. "Makasih bunda!" Jawab ku.


"Selamat ulang tahun anak mama!" Kata mama. Aku memeluknya. "Makasih Ma!" Jawab ku.


Semua orang disini menyanyikan lagu 'Selamat Ulang Tahun' lalu setelah itu aku memotong kue yang dipegang Anya. Setelah itu aku menyuapi Anya seraya tersenyum lalu setelah itu aku menyuapi Alfa, dan semua keponakan ku yang berkumpul disini. Baru deh abis itu mama dan bunda lalu Ip dan keenam kakak-kakak ku.


Setelah semuanya selesai, kami memutuskan untuk tidur lagi. Rumah ku sangat ramai.


Skip


Pagi harinya, aku sudah siap dengan kemeja hijau tua dan rok hitam jangan lupakan hijabku yang berwarna hitam.


"Aku anter okay." Kata Ip yang ku jawab anggukan. Kamipun berangkat bersama.


Saat sudah sampai sekolah, aku mencium pipi Ip. "Kamu nih bisaan banget bikin aku senyum." Kata Ip seraya tersenyum. "Yaudah kamu masuk gih. Aku pergi ya. Assalamualaikum sayang!" Pamitnya.


Saat aku masuk ke ruang guru, aku melihat tulisan di papan tulis 'Barakallah Fi Umrik Anastasya Violetta!' Aku terkejut karna mengetahui semua rekan guru disini tau kalau aku ulang tahun.


"Happy Birthday Tasya! Happy Birthday Tasya! Panjang umur sehat slalu.. Happy birthday Tasya!" Nyanyi semua rekan ku. Aku tersenyum bahagia melihat mereka semua ingat kalau ini hari ulang tahun ku.


Aku memeluk teman rekan ku yang perempuan. "Makasih semua. Saya ga nyangka kalian tau hari ini saya ulang tahun malah." Ucapku seraya tersenyum. "Oh tentu tau dong. Apa guna nya kalender itu. Itu kan kalender ulang tahun semua rekan kerja saya." Kata Bu Maya. Aku tersenyum dan memeluknya.


"Makasih, bu. Aduh saya jadi ngerepotin ya. Makasih ya semua." Ucap ku seraya tersenyum. "Sama-sama bu." Jawab semua rekan ku.


Pagi ku full dengan senyuman bahkan meja kerja ku penuh sama hadiah dari rekan-rekan ku. Saat bel berbunyi maka saat nya aku mengajar.


Aku mulai berjalan ke kelas perwalian ku karna kebetulan hari ini aku yang harus mengajar mereka.


Aku membuka pintu kelas dan melihat semua anak perwalian ku sudah rapih. "Siap!" Ucap ketua kelas. "Ucap salam!" Titahnya. Semua murid mengucapkan salam dan membuat ku tersenyum.


"Bu, izin ke kamar mandi ya bu!" Kata Jasmin, murid ku yang paling aku percayakan. "Iya gih!" Jawab ku.


"Ini 5 murid lainnya kemana yah? Kok belum datang? Mereka telat?" Tanya ku. "Iya bu, kayaknya mereka telat deh." Jawab Vian. "Oh yasudah kita bahas materi minggu kemarin ya. Tugas udah ibu kasih kan ya?" Tanya ku.

__ADS_1


"Sudah bu." Jawab para murid ku. "Yaudah nanti saat jam istirahat kumpulkan ya. Untuk yang belum siapa?" Tanya ku. Semua murid ku tidak ada yang mengangkat tangan. "Jujur. Saya ga mau ada yang bohong!" Ucap ku tegas.


Sekitar 6 murid ku mengangkat tangan mereka dan aku tersenyum. "Kalian sudah jujur. Makasih ya. Untuk hukumannya, ibu minta kalian selesaikan sekarang juga. Yang lainnya dengarkan ibu membahas materinya." Kata ku.


Aku mulai menjelaskan mengenai sejarah Revolusi Prancis. Semua murid ku fokus mendengarkan materi ku. Tentu aja mereka harus fokus karna biasanya di akhir pelajaran, aku akan mengadakan kuis yang akan memberikan nilai tambahan untuk murid ku nanti.


Tok!! Tok!! Tok!!


Murid ku yang bernama Asma membuka pintu namun ga ada orang di depan pintu. "Biarin aja di buka. Siapa tau orang tadi ada di sebelah." Ucap ku.


"Bagaimana yang melengkapi tugas? Ada yang udah selesai?" Tanya ku. "Kami sudah bu." Jawab keenam murid ku yang tadi melengkapi tugas nya.


"Baik kalau begitu, yang tadi mendengarkan coba ibu minta salah satu dari kalian menjelaskan kembali apa yang tadi ibu jelaskan. Nanti yang mau, ibu kasih satu paket ayam geprek!" Ucap ku. Dalam sekejap dua murid ku mengangkat tangannya. "Ibu butuh nya satu but it's okay nanti ibu kasih dua paket. Sekarang kalian maju dan jelaskan di depan sini.!" Ucap ku.


"Happy Birthday Bu!!" Ucap mereka berdua kompak. Aku bingung menatap mereka, lalu dalam sekejap kelima murid ku yang tadi telat datang bersama Jasmin yang membawa kue ulang tahun di tangannya.



"Selamat ulang tahun! Selamat ulang tahun! Selamat Ulang Tahun mama! Selamat ulang tahun!!" Nyanyi semua murid ku. "Happy Birthday mama!!" Ucap Jasmin seraya memeluk ku.


Ya! Semua murid perwalian ku memanggil ku mama. Karna menurut mereka, aku sudah seperti mama mereka sendiri.


"Makasih semua! Mama kaget dengan ini semua!" Kata ku seraya tersenyum. Semua murid ku memeluk ku.


"Maaf ya, ma. Ivan sempet bikin mama ditegur kepsek karna kelakuan Ivan." Kata Ivan. Aku tersenyum dan menepuk pundaknya.


"Anak laki-laki. Wajar kalau nakal. Selama ga melebihi batas, everything is fine." Ucapku seraya menepuk pundaknya.


Dan hari ini aku selalu tersenyum melihat senyuman di wajah semua murid ku.


"Selamat, Bu Tasya. Anda sudah berhasil menjalankan visi misi anda yang anda tuang ke dalam skripsi. Cara membuat murid menyukai pelajaran sejarah. Selamat Ulang Tahun!" Ucap ibu kepala sekolah. Aku tersenyum dan memeluk ibu kepala sekolah. "Terima kasih bu, alhamdulilah semua murid dapat menerima pelajaran yang saya ajarkan." Jawab ku seraya tersenyum.


_________________


Finally selesai guys. Ini mah punten atuh nyak lama ga update karna tugas numpuk. Maaf ya guys.


Anjeli Puja


9 November 2020


12.00 Siang

__ADS_1


__ADS_2