
Tasya P.O.V
"Tasya! Akhirnya kamu balik ke rumah kamu sayang!" Ucap bunda yang langsung memeluk ku. "Iya bunda." Kata ku seraya tersenyum. "Ka Tasya!!" Panggil Anya. "Hai sayang!!!" Sapa ku seraya memeluk Anya. Hari ini, aku sudah berada di Bandung. Aku dan Ipip berangkat tadi pagi dan sekarang ini sudah siang menjelang sore. Bunda dan Anya menyambut kedatangan ku dengan bahagia.
"Ka Tasya, Anya kangen sama kakak!!" Kata Anya seraya memeluk ku. "Sama, kakak juga. Kamu naik kelas kan sayang?" Tanya ku. "Iya dong kak. Ranking satu pula." Kata Ipip. "Wah ranking satu nih. Mau hadiah apa hmmm???" Tanya ku. "Mau jalan-jalan sama kakak. Boleh ga kak?" Tanya Anya yang ku jawab anggukan. "Boleh dong sayang. Nanti kita sama bunda dan a'a pergi bareng ya!" Kata ku seraya tersenyum. "Asik!!" Kata Anya girang. "Nanti kamu gimana ngajar sekolah?" Tanya bunda. "Nanti biar Tasya izin sehari aja bun. Besok kita pergi, lusa nya Tasya baru pulang." Kata ku. "Yaudah. Kamu pasti capek kan? Ayo masuk dulu. Kamu pasti laper." Kata bunda. Kamipun masuk ke dalam dengan aku menggendong Anya.
"Kamu mandi dulu aja, Sya. Nanti makan nya barengan aja. Anya ga mau makan lho karna nungguin kamu." Kata bunda menatap Anya. Aku melirik ke arah Anya dengan menampakan raut wajah yang marah. "Anya! Kenapa kamu ga mau makan?" Tanya ku menatap Anya marah. "Eeuummm, Anya kan mau nunggu kakak." Kata Anya seraya memanyunkan bibirnya. "KENAPA GA NURUT SAMA BUNDA? KAMU MAU NGELAWAN?" Tanya ku seraya menaikan nada bicara ku. Anya terdiam begitu juga dengan bunda. Namun berbeda dengan Ip. "Sya, udah. Kasian Anya nya nanti takut sama bercandaan kamu hahahahahaha!" Kata Ipip seraya tertawa. Aku langsung tertawa dan memeluk Anya. "Maaf ya sayang bercandaan kakak malah kelewatan. Yaudah nanti kita makan bareng ya. Kakak mau mandi dulu." Kata ku seraya tersenyum ke Anya. Anya langsung memeluk ku. "Anya tunggu ya kak!" Kata Anya yang ku jawab anggukan.
SKIP
Aku sudah siap dengan kaos lengan panjang berwarna hitam dan celana panjang hitam. Aku melihat ada kain berwarna cream. Aku mencoba memakainya untuk menjadi tudung agar rambut ku tertutup tapi tidak menjadi kerudung ya. Hanya aku sampirkan ke kedua pundak ku. Setelah itu aku keluar kamar dan melihat bunda. "Bun? Masih masak? Tasya bantu ya." Kata ku seraya menghampiri bunda. "Subhanallah cantiknya!" Ucap bunda saat melihat ku. "Tasya, kamu cantik sayang pakai tudung begini. Tapi coba deh kamu pakai yang benar. Sini bunda pakaikan." Kata bunda. Bunda memakaikan kain yang ku pakai hingga berbentuk hijab. Aku tersenyum melihat senyuman bunda. "You're so pretty. Kalau begini, bunda makin berharap kamu jodoh Ajeep." Kata bunda yang membuat ku blushing.
__ADS_1
"Bunda itu ada pa--" kami mendengar suara Ipip. Saat aku menengok, Ipip menatap ku kaget. "Subhanallah cantiknya!" Kata Ipip seraya tersenyum. "Gimana calon kamu, Jeep? Cantik kan?" Tanya bunda. "Banget bun. Tadi bahkan Ajeep ga bisa ngebedain mana Tasya mana bunda." Kata Ipip. "Hush! Maksud kamu Tasya kayak emak-emak?" Tanya bunda. "Bukan. Bunda kan perempuan tercantik nomor satu bagi Ajeep. Nah Tasya tadi keliatan kayak bunda." Kata Ipip. "Anya mana, Ip?" Tanya ku. "Tuh di ruang tv. Kamu mau main sama dia?" Tanya Ip yang ku jawab gelengan. "Aku bantu bunda dulu. Masak nugget kayaknya untuk Anya." Kata ku.
Setelah kami melanjutkan memasak, makananpun jadi dan kami makan di ruang makan. "Ka Tasya cantik deh. Anya jadi mau pakai kerudung biar cantik kayak Ka Tasya." Kata Anya yang ku jawab senyuman. "Anya udah cantik sayang. Nanti pakai kerudung, kakak kalah deh. Nanti pakai kerudung ya." Ucap ku. "Gimana, Sya? Betah pakai hijab?" Tanya bunda yang ku jawab anggukan. "Tasya akan pakai hijab aja bun." Kata ku. "Keluarga kamu?" Tanya bunda. "Mereka setuju kok. Udah sering mereka nyuruh tapi Tasya belum siap. Sekarang, siap." Kata ku. "Okay. Alhamdulillah kamu mau berhijab sayang." Kata bunda. "Besok kita cari hijab yuk untuk Anya sama Ka Tasya. Mau ga sayang?" Tanya Ipip ke Anya. "Mau dong a!" Kata Anya.
SKIP
Pagi ini aku sudah bangun ketika waktunya sholat shubuh. Aku mengambil air wudhu dan segera menuju ke ruang tengah. Aku sudah melihat bunda dan Anya. "Eh udah bangun. Baru aja mau bunda bangunin." Kata bunda seraya tersenyum. "Iya bun. Alhamdulillah bisa bangun hehehehe." Kata ku. "Ka Tasya! Liat deh! Anya cantik ga kak?" Tanya Anya yang memakai mukena. "Cantik sayang. Kayaknya nanti kakak kesaing deh sama kamu." Kata ku seraya tersenyum. "Yaudah yuk kita sholat!" Ajak bunda. Kamipun melaksanakan sholat shubuh dengan bunda sebagai imam nya. Sedangkan Ipip sholat di mushola.
"Ingat sayang, menjadi persit ga akan mudah tapi dimanapun kamu memiliki cinta, disaat itulah kebahagiaan selalu ada. Bunda liat cinta di mata kamu yang selalu kamu berikan ke keluarga ini. Kamu lengkapi keinginan Anya punya kakak perempuan. Kamu lengkapi keinginan bunda untuk punya seorang menantu. Kamu lengkapi keinginan ayah untuk memiliki teman mengobrol yang sepemikiran. Kamu lengkapi keinginan Ajeep untuk memiliki kamu. Bunda harap kamu selalu bahagia sayang. Kamu seorang guru. Kamu yang akan mendidik generasi selanjutnya. Bunda harap kamu bisa menebarkan cinta dimanapun kamu berada dengan ikhlas. Begitu juga dengan menyebarkan pendidikan yang kamu ajarkan. Buatlah para generasi mengenal identitas bangsa ini dengan kiprah yang baik." Kata bunda seraya memeluk ku yang menangis. Begitu juga dengan Anya. "Anya sayang Ka Tasya karna Allah." Kata Anya yang membuat ku terharu dan memeluk serta menciumi pipi Anya. "Adik kakak ini paling bisa ya bikin kakak nangis." Kata ku seraya memeluk Anya.
"Anya, sayang. Dengerin bunda ya nak. Suatu saat kalau bunda dan ayah sudah pergi. Ka Tasya dan A'a yang akan jagain Anya. Sayangin mereka ya sayang. Awas kalo nakal, nanti bunda jewer dari surga." Kata bunda yang membuat Anya tersenyum dan memeluk ku. "Okay bunda!" Kata Anya.
__ADS_1
Tok!! Tok!! Tok!!
Pintu rumah terbuka dan Ip masuk ke dalam. "Whoa! Bunda? Tasya? Kalian kenapa?" Tanya Ipip. "Gapapa kok cuman curhat-curhatan aja." Kata bunda. "Yaps betul banget. Cuman curhat kok, Ip. Urusan cewek biasa lah hehehehehe." Ucap ku seraya terkekeh. "Okay deh. By the way nanti kita mau kemana dulu nih?" Tanya Ipip. "Ke farmhouse aja a!" Kata Anya. "Okay got it. Terus mau kemana lagi?" Tanya Ipip. "Ke Tebing Keraton gimana?" Tanya bunda. "Tebing keraton? Memang ada ya bun? Tasya baru tau hehehehe." Kata ku. "Ada kok, Sya. Yuk kita kesana deh." Kata bunda. "Terus ke De Ranch nanti a!" Kata Anya. "Okay deh okay." Kata Ipip. "Sya? Kamu mau kemana nih?" Tanya Ipip. "Eeuumm Tasya mau yang edukasi deh. Kalo ke Museum Geologi Bandung gimana?" Tanya ku. "Boleh tuh. Biar Anya belajar juga." Kata bunda. "Okay deh. Nanti kita berangkat jam 8 aja ya. Pertama kita ke Museum Geologi dulu karna perjalanannya lumayan. Abis itu kita ke De Ranch. Setelah itu kita ke Farm House. Abis itu baru deh ke tebing keraton biar dapet foto yang agak berkabutnya." Kata Ipip yang ku jawab anggukan setuju. "Yaudah, kalau begitu Anya? Kamu kan ada pr tuh kamu kerjain ya sama a'a. Biar Ka Tasya sama Bunda masak sarapan untuk kita. Okay?" Kata Ipip yang membuat Anya semangat. "Okay a!" Kata Anya. "Ka Tasya! Nanti masakin Anya martabak mie ya kak!" Kata Anya yang ku jawab anggukan seraya tersenyum. "Okay sayang." Kata ku.
____________________________
**Gimana? Gimana? Mereka otw liburan guys.
Jangan lupa ya jadiin cerita ini favorit dan like and comment selalu.
Anjeli Puja
__ADS_1
18/09/2020**