Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Triple A-


__ADS_3

Tasya P.O.V


Ini hari ke 4 aku di Bandung. Aku sekarang tidur di kamar tamu karna bunda kedatangan kawan lama nya yang dipanggilnya, Tante Maya. Aku tidak keberatan dan sekarang aku tidur di kamar tamu.


"Pagi!" Sapa Ipip saat melihat ku sedang memasak bersama bunda dan Tante Maya. "Pagi!!" Sapa ku seraya tersenyum. "Masak apa kamu?" Tanya Ipip. "Masak sendal." Ucap ku meledeknya. "Sya, serius." Kata Ip seraya meneguk air hangat di gelas. "Jangan serius-serius nanti baper." Kata ku yang langsung membuat Ip tersedak. Aku yang panik langsung menepuk punggung Ip pelan. "Ip, kalo minum tuh pelan-pelan aja. Air nya juga ga akan kabur kok." Kata ku seraya meneruskan masak ku. "Iya, Sya. Btw nanti kita ke rumah Novi. Mau ga?" Tanya Ip yang ku jawab anggukan seraya tersenyum. "Mau, Ip!!!" Ucap ku. "Yaudah nanti kita ketemuan sama Fei dulu ya. Dia sama pacar nya juga mau ikut." Kata Ipip yang ku jawab anggukan. Aku yang sedang memasak nasi goreng, membuat Ip memeluk ku dari belakang tanpa aku sadari.

__ADS_1


"Jeep, ulah bagitu atuh. Nanti Tasya nya susah gerak." Kata Tante Amel yang berhasil membuat ku tersadar. "Ip! Astaga ini jangan meluk weh! Tasya mau masak!!" Ucap ku heboh. Ipip langsung tertawa dan melepaskan pelukannya. "Wangi banget, Sya. Kamu pakai apa aja bahannya?" Tanya Tante Maya. "Ya kayak biasa sih tant tapinya bawang merahnya Tasya banyakin. Biar lebih berasa gitu." Kata ku seraya mengaduk nasi goreng buatan ku. "Tante kalo masak nasi goreng aja ga sewangi ini. Hebat ih!" Kata Tante Maya yang membuat ku tersenyum senang. Setelah jadi, aku menyajikan nasi goreng di mangkuk besar dan meletakannya di meja makan.


"Ka Tasya! Liat deh kak!" Kata Anya yang membuat ku menghampirinya. Aku melihat foto ku di ponsel Ipip. Banyak banget! "Anya, A'a dapet dari mana foto kakak?" Tanya ku. "Dari instagram, kak." Kata Anya polos. Aku hanya tersenyum. "Kamu udah laper belum? Yuk kita makan! Kakak bikin nasi goreng lho." Kata ku seraya tersenyum. Anya meletakan ponsel Ipip di atas meja ruang TV dan meminta ku untuk menggendongnya.


Aku ke ruang makan dengan Anya di gendongan ku. "Aduh, Anya. Kamu jangan minta gendong ke Ka Tasya dong sayang. Kamu kan berat. Mending sama a'a aja sini." Kata Ipip seraya ingin mengambil Anya. "Udah, gapapa kok Ip. Anya, udah sampai nih. Mau makan sekarang?" Tanya ku seraya menduduki Anya di kursi sebelah Ipip. "Selain nasi goreng, ada yang lain ga kak?" Tanya Anya. "Ada kok. Tadi bunda masak telur mata sapi, tante Maya masak nugget dan sosis. Anya mau pakai apa aja?" Tanya ku seraya tersenyum. Berada disini tuh aku serasa punya adik. Jadi aku betah. "Anya mau semuanya kak. Biar Anya cepet besar kalo kata a'a mah." Kata Anya yang membuat ku tersenyum. "Ok, tuan putri." Kata ku seraya mencium pipi kanan Anya. Aku dengan cepat menyiapkan sepiring nasi goreng dengan lauk yang sudah dibuat bunda dan Tante Maya.

__ADS_1


Setelah Ip duduk, dia memberikan segelas susu ke Anya dan segelas jus ke aku. "Ip?" Tanya ku meminta penjelasan. "Jus itu sehat untuk perempuan. Minum aja okay." Kata Ip yang ku jawab anggukan seraya tersenyum. "Ka Tasya, nasi goreng nya wangi. Pasti enak." Kata Anya yang membuat ku tersenyum. "Ayo, Ajeep. Pimpin do'a!" Kata bunda. Ipip tersenyum lalu aku menundukan kepala ku dan berdoa. "Ya allah ya tuhan ku terima kasih atas segala rizki mu. Memberikan kami rizki berupa makanan yang insyaallah mampu menyehatkan tubuh kami dan memberikan berkah bagi kami semua. Allahumma barikhlana fimma razak'tana wakinna azzabannar. Aammiinn!" Ucap Ipip seraya menyudahi do'a. Kamipun makan dan aku melihat Anya makan nasi goreng dengan lahap. "Kakak jago masak. Nasi gorengnya enak. Ga kayak bikinan a'a." Kata Anya yang membuat Ipip mendelik. "Anya, kamu nanti a'a hukum push up 10 kali mau ga?" Tanya Ipip yang membuat Anya memeluk tangan ku. "Ip, jangan gitu ah ke anak-anak." Kata ku seraya mengelus rambut Anya. "Kalian tuh udah namanya sama-sama huruf A. Udah kayak triple A hehehehe." kata Tante Maya yang membuat Anya tersenyum. "Iya dong tante." kata Anya seraya memeluk ku. "Kalian udah kayak pasangan deh. Cocok lho!" kata Bunda yang membuatku blushing. "Oh iya, Ajeep mau ada pengumuman nih. Bunda pasti udah tau. Tapi Tasya sama Tante Maya enggak. Jadi gini, Ajeep dapat kelas eksklarasi. Tahun depan, aku bakalan lulus." kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Congrats Ip!!" ucap ku seraya mengelus tangannya dan tersenyum. "Selamat ya Ajeep. Wah kayaknya mungkin ga sih abis kamu lulus nanti langsung ngelamar someone." kata Tante Maya. "Enggak, tan. Ajeep harus masuk akmil dan nanti itu juga akan ada masa dinasnya setelah lulus akmil." kata Ipip yang membuat Tante Amel bingung. "Kamu kenapa ga kerja di kementrian kehutanan? Atau BIG? Atau LIPI aja." kata Tante Maya. "Ya kan Ajeep kenapa kuliah. Karna mau masuk militer jalur PaPK." kata Ipip menatap ku seraya tersenyum. Akupun tersenyum. "Oalah yaudah kalau begitu selamat ya, Ajeep. Yaudah kita lanjut makan. Lagi enak nih masakannya." kata Tante Maya.


__________________


**Yeayyy! Finally, part ini aku publish. Makasih pembaca cerita ini yang always support aku. Makasih banget lho. Jangan lupa follow, give me Like and comment.

__ADS_1


Anjeli Puja


10/09/2020**


__ADS_2