
Empat bulan kemudian..
Tasya P.O.V
Aku terbangun di kamar ku. Aku memandang sekeliling ku dan tersenyum melibat foto ku bersama Ip.
Sebulan yang lalu, rumah yang kami bangun sudah selesai dan aku memutuskan untuk tinggal di rumah ku sendiri.
Rumah yang ku desain bersama dengan Ip sangatlah membuatku nyaman. Di tambah dengan taman yang cukup luas membuat suasana rumah ku tampak asri.
Aku bahkan sudah mendesain kamar untuk anak ku. Aku membuat sekitar 4 kamar di rumah ini. Satu kamar untuk ku dan Ip, dua kamar untuk anak-anak ku nanti, dan satu kamar lagi untuk tamu.
Aku sengaja membuat kamar anak-anak saling bersebelahan agar mereka bisa bersama-sama dalam segala hal.
Jadi guys sejak dua bulan yang lalu, aku usg dan kaget saat tau ternyata anak ku laki-laki. Aku bahagia banget. Dan aku berjanji untuk memberi nama sesuai dengan yang Ip berikan.
Aku segera mandi dan bersiap karna hari ini aku akan mengajar.
Skip
Setelah mandi, aku keluar dari kamar dan melihat ke kamar calon anak ku. Aku masuk dan tersenyum.
Aku telah mendesain kamar anak ku ini dengan khas warna putih, coklat, dan abu-abu. Warna ini cocok untuk anak perempuan maupun laki-laki.
Kadang usg ga tepat lho guys. Makanya buat calon mommy, cari warna untuk kamar baby nya yang netral ya.
Aku mengelus perut ku dan tersenyum. "Sayang, mama percaya papah kamu masih hidup nak. Mama percaya pahlawan kita masih hidup. Kamu penguat mama, sehat terus ya nak." Ucap ku seraya mengelus perut ku.
Aku keluar setelah menyemprotkan parfum di bantal untuk anak ku nanti. Aku tersenyum menyadari sebentar lagi anak ku akan lahir walau Ip ga ada disampingku.
__ADS_1
Aku langsung mengendarai motor ku dan segera berangkat ke sekolah tempatku mengajar.
Skip
Aku mulai merasakan mulas yang membuatku mengeluarkan keringat. Aku menahan sebisa mungkin agar aku mengajar dengan baik.
"Bu, ibu gapapa?" Tanya Ana. Aku menengok dan menggelengkan kepala ku.
"Na, Bu Tasya kok ngompol?" Tanya salah seorang murid ku. Ana langsung menghampiri ku dan terlihat panik. "Guys panggil guru siapapun buat bawa Bu Tasya ke RS! Bu Tasya mau lahiran!!" Kata Ana panik.
Aku menatap sekelilingku dan mulai gak bisa nahan rasa sakit di perut ku. Ana menghampiri ku dan menggenggam tangan ku.
"Ayo bu, atur nafas." Kata Ana. Aku mulai mengatur nafas ku dan mencengkram tangan Ana.
Ga lama kemudian Pa Raza datang dan segera menggendong ku dan mendudukan ku di mobil nya. Aku melihat semua murid ku mengikuti kami sampai mobil.
"Ana, kamu ikut kami ke rumah sakit. Kamu hubungi kepala sekolah nanti bilang kalo Bu Tasya izin pergi ke rumah sakit." Kata Pa Raza. Ana masuk ke mobil di sebelah ku dan menenangkan ku.
Skip
"Tasya, nak. Ya allah nak maaf bunda datang nya telat nak." Kata bunda. Aku tersenyum menatap bunda. "Gapapa bunda. Doain ya bund semoga lancar." Kata ku seraya tersenyum.
"Bunda, Ip mana?" Tanya ku. "Sayang, suami kamu tugas nak." Kata bunda yang membuatku menangis.
"Ayo, bu. Saatnya persalinan." Kata suster. Aku mulai bersiap dan..
"AAAAAAAA!!" Teriak ku seraya mendorong. "Terus, bu. Terus. Atur nafasnya bu!" Kata bidan. "Ayo, nak." Ucap bunda seraya mengelus dahi ku.
"IPIP!! ALLAHUAKBAR!!" Teriak ku. Tiba-tiba aku merasakan genggaman tangan ku berubah menjadi digenggam seseorang. Saat aku melihat orang tersebut, ternyata dia yang aku tunggu berbulan-bulan datang!
Suami ku datang!!
__ADS_1
"Maafin aku sayang, aku telat datang kesini." Katanya yang membuatku tersenyum. Dia mencium keningku dan itu membuatku memiliki tenaga yang sangat besar.
"AAAAAAAAAAA ALLAHUAKBAR YA ALLAH!!" Teriak ku lalu aku merasakan kelegaan dan terdengar tangisan bayi yang membuatku menangis terharu.
Aku menatap kesampingku dan melihat suami ku. "Ip, kamu masih hidup sayang. Ya allah terima kasih atas berkah mu ini ya allah!" Ucap ku bersyukur.
"Iya sayang, aku masih hidup. Suami kamu ini masih hidup sayang." Kata Ip seraya menangis.
"Pak, anak nya laki-laki. Sehat wal afiyat, wajahnya juga ganteng. Bapak dipersilahkan mengAdzani anaknya." kata Suster yang membuat Ip tersenyum.
Aku menatap suami ku yang sedang mengAdzani anak ku. Secara perlahan, suster membantunya menggendong anak kami.
Dia menghampiri ku dan mencium keningku. "Ini anak kita sayang. Nama dia, Arsyanendra Jainendra Rahandika. Nama panggilan dia, Handika." Kata Ip yang ku jawab anggukan.
Setelah itu, Ip membantuku menggendong bayi kami dan aku mulai menyusui Handika.
"Ip, cerita ke aku sekarang. Kemana kamu berbulan-bulan ini?" Tanya ku. Ip mengelus kepala ku dan mencium keningku.
"Aku pun baru sampai di Jakarta seminggu yang lalu sayang. Aku harus ngejalanin pemulihan. Maaf ya ga sempet bilang ke kamu. Aku sengaja suruh Bang Haikam ngerahasiain. Aku tadinya mau ngasih surprise eh malah aku yang dapet surprise nya. Maaf ya sayang." Kata Ip yang ku jawab anggukan.
"Gapapa sayang. Aku ngerti. Sekarang yang terpenting, kita udah kumpul lagi." Kata ku seraya tersenyum.
*******
Hore!!! Sebentar lagi tamat!!
Like and comment ya guys aku tunggu. Love You All❤
Anjeli Puja Lestari
23 Desember 2020
__ADS_1
23.50 Malam