
Tasya P.O.V
Hari ini rumah ku penuh dengan berbagai macam hiasan. Dari bunga, kursi, dan beberapa lainnya. Ada panggung kecil di teras yang sudah dihias belakangnya dengan papan berwarna putih berhiaskan juntaian bunga mawar, melati, dan daun-daun hijau yang terlihat indah.
"Gimana, dek? Udah siapkan buat besok?" Tanya Ka Tila. Aku menganggukan kepalaku seraya tersenyum. "Siap kak." Kata ku. Aku duduk santai di kursi yang ada di teras menatap dekorasi sekitar ku.
Besok, aku akan tunangan sama Ip secara formal. Okay! Aku deg-degan!!!
"Tenang okay. Alfa!!" Panggil Ka Tila. Alfa yang sudah bisa berjalan menghampiri kami. Walau jalan nya masih bisa bikin was-was sih hehehehe. "Mama!!" Panggil Alfa. "Sini sayang!!" Panggil Ka Tila. Alfa langsung berdiri disebelah Ka Tila. Dia tersenyum dan meminta agar aku memangkunya.
"Kamu tau ga sih, kakak waktu mau dilamar juga ga bisa tidur lho." Kata Ka Tila. "Kalo aku bisa kak tapi deg-degan nya agak ganggu." Kata ku seraya tersenyum. "Wajar, besok kamu udah 75% Milik calon kamu." Kata Ka Tila yang ku jawab anggukan.
"Whoa! Yang besok mau tunangan!!" Kata Ka Ius. Ya! Semua kakak-kakak ku dan mama sudah berada di rumah. Untung aja rumah banyak kamar jadinya aman.
"Kamu jail deh!" Kata Ka Caroline yang membuat kami tertawa. "Kamu dulu aja salting pas aku lamar." Kata Ka Ius meledek Ka Carol. "Eh eleh, kamu ngelamar aku pas aku lagi kerja di depan murid. Gimana aku ga salting." Kata Ka Carol seraya tertawa.
"Kalian masih aja flashback. Liat nih adek kalian udah deg-degan." Goda Ka Lia yang membuat ku tertawa. "Tenang aja, Tasya ga senervous kakak kok waktu dilamar ka Wongga." Ledek ku seraya tertawa.
"Kakak mah wajar. Orang dia tiba-tiba muncul pas kakak baru selesai nyelam." Kata Ka Lia. "Ya kamu aja akhirnya nerima kan." Kata Ka Wongga. "Nah hooh kalian akhirnya nikah dan memiliki 3 anak." Kata ku seraya tertawa.
"Duh kalian molor! Besok bangun pagi. Jangan ada yang jadi kebo!!" Kata mama yang membuatku menganggukan kepala.
Keesokan harinya..
Aku bangun tepat jam 5 pagi, dan aku melihat semua orang sudah bersiap. Aku baru sadar kalau aku bangun di atas sofa guys. Jadi ternyata kak Clay menggendongku ke sofa. Jadi ternyata dari tadi, aku udah pakai masker.
"Nah udah bangun dia. Morning mbak!" Sapa MUA nya. Aku yang tau kalau aku ga bisa membuka mulut, otomatis milih menganggukan kepala ku. Setelah siap, aku membilas wajah ku dan mandi.
Saat sudah selesai, aku langsung memakai kebaya berwarna cream dan rok yang senada. Jangan lupakan hijab yang berwarna senada membuat ku tersenyum. Make Up sudah tertabur di wajah ku membuatku terlihat berbeda.
"Ayo keluar dulu mumpung sunrise. Nanti kakak foto!" Kata Ka Clay. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. Aku berdiri di taman dan segera berpose memegang buket bunga.
"Kakak Tasya!!" Sapa Monie. Aku memeluknya dan tersenyum melihat dia sudah memakai kebaya yang sama warnanya dengan kebaya ku. Memang sengaja. Karna aku dan Monie hanya berbeda 3 tahun, jadi ada kemiripan. Dia anak kakak Lia dan keponakan pertama ku.
"Kakak cantik deh!" Kata Monie yang membuat ku tersenyum. "Kamu juga. Gimana kuliahnya?" Tanya ku. "Lagi skripsi kak. Aku mah kan ga kayak kakak. Nih agak susah skripsinya. Udah gitu aku ambil jurusan pendidikan kimia lagi." Kata Monie yang membuatku tertawa. "Bisa pasti." Jawab ku.
"Yuk! Kita masuk lagi!" Ajak Ka Clay. Aku memilih masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga memperhatikan keluargaku yang sedang sibuk mempersiapkan diri mereka.
Jam 7.30 Pagi
__ADS_1
"Siap-siap lagi yuk dek!" Ajak mama. Aku tau maksudnya adalah memperbaiki riasan ku. Dari pagi tadi tuh aku jadi model pemktretan kakak Clay mulu. Saudara yang datang pasti foto sama aku.
Riasan ku di perbaikin, aku juga di suapin nasi agar aku ga maag. Aku menggendong Oyas (anak ketiga dari kakak Lia) yang masih TK. Aku menyuapinya kue dan dia makan dengan lahap.
"Udah setengah delapan, dek." Kata Ka Clay yang membuat ku tersenyum. Setengah jam lagi, keluarga Ip akan datang dan acara akan segera dimulai.
SKIP
Rombongan keluarga Ip sudah datang, aku melihat banyak sekali teman batalyon Ip yang ikut. Aku deg-degan walau baru ngeliat lewat jendela.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabbarakatuh semua!" Aku mendengar suara Ka Vhiya yang memang aku jadikan MC diacara ini.
"Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat allah subhanahuwata'ala yang melimpahkan berkatnya sholawat serta salam selalu kita ucapkan teruntuk junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan sahabat serta keluarganya. Hari ini, kita menghadiri acara pertunangan Letnan Dua Ajeep Akbar dengan seorang wanita bernama Anastasya Violetta. Teruntuk kakak Tasya yang bernama Ius dipersilakan menyambut para tetamu dengan sepatah dua kata." Kata Ka Vhiya.
"Selamat pagi semua! Saya ucapkan puji syukur dan sangat berterimakasih atas kehadiran para saudara dalam acara pertunangan adik saya dengan lelaki pilihannya. Saya harap kita semua bisa mendapatkan kemudahan selama dan sampai acara ini berlangsung hingga akhir. Sekian dan terima kasih." Kata Ka Ius.
Aku deg-degan guys!
"Terima kasih ka atas sambutannya. Sekarang, mari kita panggil Tasya ya. Ajeep? Mau manggil ga nih?" Tanya Ka Vhiya menggoda Ip. Terdengar suara tawa di teras.
"Tasya, keluar sayang. Yuk kita tunangan!" Nahkan dia kenapa ga ada romantisnya dah. Astaga!
"Wah to the point ya. Okay mungkin pihak keluarga Tasya bisa membawa Tasya keluar rumah." Kata Ka Vhiya. Aku berdiri dan berbaris. Jadi sudah ada rencana agar Ip menebak apakah yang di tutupi kain adalah seorang Tasya.
Lalu Ka Lia maju seraya ditutupi kain. "Bukan, cinta saya memakai kerudung." Kata Ip yang membuat ku tersenyum. Kain terbuka dan terlihat Ka Lia. "Iya deh yang bisa bedain mah." Ledek Ka Lia.
Lalu yang ketiga, ka Carol. "Bukan, dia bukan hati saya." Kata Ip. Aku makin deg-deg an guys. Yang ke empat, Ka Tila. "Bukan. Pemilik hati saya ga akan memakai high heels setinggi itu." Kata Ip.
Dan sekarang, saatnya aku maju bersama keempat sahabat ku Hiffa, Waffa, Alya, dan Putri. Kami berlima berdiri dengan ditutupi kain.
"Nah loh. Sekarang Ajeep harus menebak yang mana Tasya." Kata Ka Vhiya. "Wanita yang berada kedua dipinggir kanan adalah Tasya." Kata Ip. Aku kaget karna tebakannya benar.
"Bener nih? Kalo salah nanti kamu tunangannya sama pilihan kamu lho." Kata Ka Vhiya meledek Ip. "Saya ga akan salah, dia pakai cincin yang saya kasih saat saya mau menjalani pendidikan." Kata Ip.
Kainpun terbuka dan aku tersenyum bahagia melihat Ip yang tersenyum menatap ku.
"Whoa! Ternyata Ajeep kenal banget sama Tasya ya." Kata Ka Vhiya meledek kami yang saling tersenyum. Para tamu tertawa dan aku dituntun untuk duduk diantara Mama dan Ka Ius.
Acara berjalan dengan lancar sampai tibalah saatnya acara inti. Ip mulai berdiri di tengah panggung, aku berjalan menghampirinya dengan dibantu Waffa dan Hiffa.
__ADS_1
Aku berdiri dihadapan Ip dengan rasa nervous yang kayaknya bikin aku keringet dingin. "Kamu cantik." Kata Ip yang membuat para tamu heboh.
"Okay kita abaikan dulu yang tadi bercanda sekarang saatnya serius. Anastasya Violetta, saya bertemu dengan kamu saat kita berada di grup Pierre Tendean Fans Club. Kepribadian kamu yang menarik membuat saya merasa nyaman berteman dengan kamu." Kata Ip seraya tersenyum.
Dia menunjuk Fei lalu menatapku. "Saat saya merasa jatuh hati pada Fei, kamu berjuang untuk membuat rasa nyaman ini berubah menjadi rasa ingin memiliki. Fei dan Mario adalah saksi mata saat saya galau untuk memastikan perasaan saya untuk kamu. Berbulan-bulan kita bersahabat, dengan rasa cinta yang dipendam. Pertemuan pertama kamu dengan bunda dan Anya membuat saya terpikat. Kepribadian kamu yang penyayang membuat saya semakin yakin kalau kita akan bersama. Dan saat kamu di Bandung, saya meminta kamu menjadi kekasih saya." Kata Ip seraya tersenyum.
Aku menganggukan kepala ku dan menunduk. Malu guys!!
"Cincin ini bukti perasaan saya yang saat itu berat ingin ninggalin kamu untuk pendidikan tapi kamu tau kalau saya bertekad memberikan jasa saya untuk negara. Tiga tahun kita bersama dalam suka dan duka. Kamu selalu nunggu aku di Bandung berharap aku bisa pesiar dan bertemu kamu disana. Bulan lalu, saya melamar kamu dan kali ini di saat ini juga saya akan menanyakan kembali pertanyaan yang sama. Anastasya Violetta, Will You Marry me?" Ucap Ip yang membuat ku menangis terharu.
Aku menganggukan kepala ku dan Ip langsung memeluk ku.
Anya maju ke panggung dan membawakan Ring Box bertuliskan Mr dan Mrs.
Bunda juga ikut maju membawa sebuah papan yang sudah dihias bulu merak ditengahnya ada cincin.
"Sayang, ini cincin dari bunda untuk kamu. Dipakai ya nak." kata bunda. Aku menganggukan kepala ku dan Bunda memakaikan cincin di jari tengah tangan kiri ku. Setelah bunda duduk, kami saling memasangkan cincin di jari manis tangan kiri kami kamipun berpelukan kembali.
Acara utama selesai, mama dan bunda berpelukan. Kakak Ius dan ayah berpelukan juga.
SKIP
"Selamat Sya!" Kata Hiffa yang memeluk ku. Aku tersenyum dan menganggukan kepala ku. "Thanks lho udah mau ikut." Kata ku seraya tersenyum. "Iya sama-sama." Jawab nya.
"Jeep, lo sakitin sahabat gw nanti liat aja. Nih kuku udah siap ngelupasin kulit muka lo." Kata Hiffa seraya tertawa. "Serem amat. But pasti gw jaga sahabat lo." Kata Ip.
Hari inipun berlalu dengan cepat. Hingga akhirnya acara ini selesai dan para tamupun kembali ke rumah masing-masing.
______________________
Gimana guys part ini? Apa bikin bingung? Maaf ya karna aku belum pernah lamaran jadinya begini. Anyway, aku beberapa hari ini lagi galau gegara si Ip yang asli rada cuek. Tumben dia wkwkwkwk semoga aja ga ada apa-apa.
Like and Coment ya beb. Love You All❤
Anjeli Puja Lestari
25/10/2020
__ADS_1
2.00 Malam