Persit Untuk Kapten

Persit Untuk Kapten
-Tasya Sakit Semua Ambyar-


__ADS_3

Ajeep P.O.V


Saat aku sedang memejamkan mata ku, aku mendengar kebisingan. Aku membuka mataku dan melihat ada pasien baru yang baru masuk.


Saat aku melihat sekitar ku, aku mengerenyitkan dahi ku karna bingung. Kok Bunda kesamping juga?


Srek!!


Saat tirai pembatas dibuka, aku melihat wajah Tasya yang pucat. Aku kaget langsung berusaha untuk duduk.


"Bunda, ini Tasya kenapa?" Tanya ku. Aku mencoba untuk turun dari bankas tapi ga diperbolehin sama bunda.


"Dia pingsan tadi dibawah. Kayaknya karna kecapean. Dokter sebentar lagi datang untuk periksa dia." Kata bunda. "Bun, aku mau ke dia!" Kata ku seraya mencoba turun. "Huft! Yaudah deh. Ayo bunda bantu!" Kata bunda.


Aku langsung berusaha turun dari bankas dan langsung duduk di kursi sebelah bankas Tasya. Mukanya memang lebih tirus dan ada kantong mata yang menghitam. Aku mengelus kepalanya dan mencium tangannya. "Sayang, bangun yuk." Ucap ku.


Dokter datang dan segera mengecek Tasya. "Bu, apa mbak ini mendapat istirahat yang cukup?" Tanya dokter. "Enggak dok. Sejak anak saya koma dia nekat mau jaga malam disini." Jawab bunda. Aku kaget dan langsung menatap Tasya.


"Mbaknya sudah makan belum?" Tanya dokter lagi. "Belum, dok. Tadi justru sambil nunggu obat, saya mau beliin dia somay." Kata Hiffa. Dokter terlihat tersenyum dan menyelesaikan pengecekan Tasya.


"Gimana keadaan mantu saya, dok?" Tanya bunda. "Begini bu, Mbak Tasya memiliki penyakit Maag. Kemungkinan besar penyakitnya kambuh ditambah dia kurang istirahat jadinya drop." Kata dokter.

__ADS_1


"Tapi kenapa dia sampai pingsan, dok?" Tanya ku. "Begini, pak. Kalau sudah ada penyakit maag biasanya bisa kena ke kepala jadinya bisa pusing bahkan vertigo. Untuk pengecekan vertigo bisa nanti aja karna harus saya tanya langsung ke Mbak Tasya. Nanti saat mbak Tasya bangun, segera kasih dia makan dan banyakin minum air putih." Kata dokter.


Setelah dokter keluar, aku langsung menggenggam tangan Tasya. "Sayang, bangun yuk. Kita makan bareng." Kata ku.


Tangan yang ku genggam terasa seperti bergerak. Ternyata Tasya mulai sadar. "Sayang, udah sadar?" Tanya ku. Aku melihat matanya mulai membuka dan dia seperti kebingungan.


"Lah kok disini? Tadi kan aku di apotek, Ip." Kata nya. Aku mencium keningnya dan tersenyum. "Kamu tadi pingsan. Maag kamu kambuh sayang." Kata ku. Dia hanya menganggukan kepalanya dan memijit dahinya.


"Masih pusing?" Tanya ku. "Iya nih, Ip. Agak pusing." Jawabnya seraya memijit dahi nya. "Kamu harusnya makan teratur sayang. Maaf ya karna jagain aku, kamu jadi drop." Kata ku. "It's okay babe." Jawabnya yang membuatku tersenyum.


"Yaudah yuk sekarang kalian makan aja. Mario udah turun kok untuk ambil obat a'a. Kalian makan aja." Kata bunda yang membuat kami tersenyum.


Aku segera mengambil semangkuk bubur yang sudah di sediakan bunda lalu aku menyuapi Tasya. "Ip, kamu makan duluan okay." Kata Tasya. "No, kamu dulu." Kata ku.


"Nih lagi." Kata ku seraya menyuapinya lagi. Dia mengambil sendok di tangan ku lalu menyuapi ku. "Kamu yang sakit. Aku cuman capek sayang." Kata nya seraya menyuapi ku.


"Tapi kamu tetap harus makan sayang." Kata bunda mendukung ku. "Iya nanti Tasya makan kok, bun." Kata nya. "Udah pokoknya kamu makan berdua dulu nanti kalau abis biar buka porsi satunya lagi." Kata bunda yang kami jawab anggukan.


"Bun, laptop Tasya mana?" Tanya Tasya. "Itu di meja." Jawab bunda seraya tersenyum. "Kamu mau ngapain?" Tanya ku. "Aku mau masukin nilai sama ngoreksi." Katanya seraya mencoba turun dari bankas.


Aku langsung mencegahnya. "Jangan sayang. Kamu butuh istirahat. Besok aja bisa kan? Atau paling enggak nanti sore deh." Kata ku membujuknya. "Sayang nanti tambah banyak lho." Katanya.

__ADS_1


"Tenang aja, Sya. Gw siap kok bantu." Kata Fei seraya membuka laptop Tasya. "Jangan, Fei. Gw aja gapapa kok." Katanya. "Udah jangan. Lo harus istirahat. Kali ini gw bantu lo okay." Kata Fei yang membuatku tersenyum.


"Tuh udah ada yang gantiin kamu hari ini. Istirahat dulu okay." Bujuk ku. Dia menganggukan kepalanya yang membuat ku tersenyum.


"Ini passwordnya apaan?" Tanya Fei. "Gw tau." Kata Hiffa seraya duduk disebelah Fei.


"Sayang, kamu pasti capek banget kan bolak-balik kesini sama ke sekolah. Maafin aku ya." Kata ku seraya menggenggam tangannya. "Ih kamu mah ga pernah ngerepotin aku sayang. Kalau capek mah wajar kok duduk lama-lama juga capek jadi santai aja ya." Katanya yang membuatku tersenyum.


"Wih gila cakep amat ini!" Kata Fei heboh. "Apaan?" Tanya ku. "Ini nilai anak kelasan Tasya. Gila sih keren. Pada mantep banget sejarahnya." Kata Fei yang membuat Tasya tersenyum.


"Kayaknya skripsi gw berhasil gw lakuin di keseharian deh Fei. Anak kelasan gw mulai suka sejarah." Kata Tasya bahagia. "Wah! Bagus dong!" Kata bunda tersenyum.


_______________________


Segini dulu ya guys❤


Like and Comment nya sangat aku tunggu.


Anjeli Puja Lestari


03/11/2020

__ADS_1


06.00 Pagi


__ADS_2