
Tasya P.O.V
"Gimana Tasya?" Tanya ayah saat kami sedang di meja makan. "Gimana apanya, ayah?" Tanya ku. "Gimana rasanya udah lulus sekarang?" Tanya ayah yang membuat ku tersenyum. "Alhamdulillah lebih lega, yah. Jadinya yang biasanya Tasya ga bisa tenang karna nunggu info kuliah ini bisa lebih tenang." Kata ku. "Oalah syukur lah. Gimana nih maunya nanti? Langsung ngajar atau istirahat dulu?" Tanya ayah. "Opsi kedua, yah. Mau istirahat dulu. Tapi ini udah mulai nyari sih sekolah yang butuh guru sejarah. Tapi insyaallah mulainya tahun depan aja." Kata ku seraya tersenyum. "Sayang, saran bunda sih kamu istirahatnya jangan kelamaan. Karna makin lama, makin susah lho cari kerja. Nanti kamu saingan sama yang baru lulus juga." Kata bunda yang ku jawab anggukan. "Ok, bun. Nanti deh Tasya pikirin lagi. Oh iya, Anya mana?" Tanya ku. "Dia lagi ngerjain pr sama Ajeep. Kamu kalo mau, kesana aja." Kata bunda. Aku tersenyum dan segera menuju ke kamar Anya.
"Anya, gimana? Udah senengkan udah ketemu Ka Tasya?" Aku mendengar suara Ipip. "Seneng banget, a! Ka Tasya akhirnya disini. Anya jadinya punya temen main deh!" Kata Anya. Aku masuk ke dalam kamar Anya dan melihat Ip dan Anya menengok ke arah ku. "Ka Tasya!!" Panggil Anya seraya berlari ke arah ku. "Jadi ada yang bahagia ya kakak kesini hmmm?" Tanya ku seraya tersenyum. "Iya dong kak. Kan kakak yang Anya sayang!" Kata Anya seraya memeluk ku. "Liat kan sayang? Anya tuh manja banget sama kamu." Kata Ip yang membuat ku tersenyum. "Adek nya Ka Tasya. Iyakan Anya?" Tanya ku yang dijawab anggukan Anya. "Adek nya a'a juga ga?" Tanya Ip yang Anya jawab anggukan. "Iya dong!" Kata Anya. Aku memeluk Anya bersamaan dengan Ip.
"Ka Tasya kalo nanti nikah sama a'a kayak di film barbie yang Anya tonton kan?" Tanya Anya yang membuat ku tersenyum sedangkan Ip tegang. "Iya dong. Nanti Anya yang pakai gaun ya sayang!" Kata ku seraya tersenyum menatap Ipip yang tersenyum tipis. "Anya? Anya belajar dulu ya sayang. Kakak mau ngomong sama a'a dulu." Kata ku yang dijawab anggukan Anya.
Aku menghampiri Ipip dan menggenggam tangannya lalu kami ke arah jendela. "Kamu kenapa? Kenapa pas Anya bahas pernikahan, muka kamu kok tegang?" Tanya ku bingung. "Kamu tau kan aku mau masuk akmil?" Tanya Ip yang ku jawab anggukan. "Terus?" Tanya ku. "Sayang, masuk akmil tuh harus dalam keadaan lajang." Kata Ip yang membuat ku tertawa. "Jadi, kamu kira aku mau cepet-cepet nikah?" Tanya ku seraya tertawa. Ip langsung mengerenyitkan dahinya. Aku tertawa terbahak-bahak melihat raut wajahnya. "Sayang, aku juga tau kamu mau masuk akmil. Sayang, aku pacar kamu. Aku ngerti kok kalo aku ga bisa secepatnya nikah sama kamu. Kamu masih mau masuk akmil selama 3 tahun dan masa dinas selama 2 tahun. Aku ngerti kok sayang." Kata ku seraya tertawa. Ip menggenggam tangan ku dan menatap ku. "Aku ga mau ngegantungin kamu, sayang." Kata Ip seraya menggenggam tangan kamu. "Ip, kita kenal bukan sebulan dua bulan lho. Kita kenal udah bertahun-tahun sejak kita sama-sama kelas 10. Aku tau impian kamu. Aku tau kemauan kamu, sayang. Kamu pilih aku, aku pilih kamu. Kenapa kamu ngerasa ngegantungin aku? Aku siap nunggu kamu." Kata ku seraya menatap mata Ipip. Kami berpelukan. "Makasih sayang udah siap nunggu aku." Kata Ip yang ku jawab anggukan. "Aku milih kamu. Aku udah harus siap apapun resikonya. Ga ada yang tau siapa jodoh kita tapi kalo kita bisa pertahanin seseorang kenapa enggak." Kata ku seraya tersenyum. Kami berpelukan sekali lagi dan kami menatap Anya.
__ADS_1
Kami bertiga keluar kamar dan menuju meja makan. Saatnya makan malam. "Gimana, yah? Apa mantu kita pantes nih jadi ibu persit?" Tanya bunda. "Udah cocok kok, bun." Kata ayah yang membuat ku tersenyum. "Gimana Ajeep? Tahun depan lulus kan? Jadi kamu mau masuk ke akmil?" Tanya ayah. "Siap! Jadi, yah!" Kata Ipip tegas. "Tasya? Kamu siap, nak? Kamu siap ngedampingin Ajeep selama dia di akmil dan setelah dia jadi seorang abdi negara? Siap?" Tanya ayah yang dengan mantap, ku jawab anggukan. "Siap, yah." Kata ku seraya tersenyum. "Jeep, jagain Tasya. Jarang lho ada yang mau ngedampingin dari 0. Kamu beruntung dapat pendamping kayak dia. Pertahanin!" Kata ayah yang membuat kami berdua tersenyum.
"Gimana kabar mama kamu, Sya?" Tanya bunda. "Alhamdulillah, baik kok bun." Kata ku seraya tersenyum. "Bilangin ke mama kamu. Lain kali kalo kalian sekeluarga ke Bandung, nanti kita liburan bareng aja. Biarin aja nanti Ajeep ga ikutan." Kata bunda meledek Ip. "Biarin aja nanti Ajeep lebih puas liburan sama Tasya kalo udah halal." Kata Ipip yang membuat ku kaget. "Ip!" Panggil ku seraya tersenyum. "Eh eh abaikan hehehehehe!" Kata Ipip seraya tertawa.
Saat makan malam, banyak banget obrolan yang kami bahas. Disini lah aku kangen sama sosok bapak. I miss him.
Ajeep P.O.V
Aku membuka pintu kamar Anya dan melihat dua perempuan yang aku sayangin. Mereka tidur sambil Anya meluk Tasya. Aku mengelus pipi Tasya dan mencium pipinya. "Sweet dreams sayang!" Ucap ku seraya mengelus rambutnya.
__ADS_1
________________________
**Part ini sampai segini dulu ya guys. Maaf kalo sedikit. Love you All.
Jangan lupa ya jadiin cerita ini cerita favorit kalian, like and comment aku tunggu selalu.
Anjeli Puja Lestari
13/09/2020**
__ADS_1