
Tasya P.O.V
Hari ini adalah hari keberangkatan ku kembali ke Depok. Aku sudah siap dengan swetter ku yang berwarna hitam. Pemberian dari Ipip semalem hehehehe. Aku memeluk Anya yang sedang membawa boneka yang aku beli kemarin. "Anya, sayang. Boneka nya dijaga okay. Kakak nanti kesini lagi setelah kakak wisuda. Ok sayang?" Tanya ku. "Okay ka!" Kata Anya seraya tersenyum dan memeluk boneka pemberian ku. Boneka perempuan dengan baju nya yang seperti seorang guru. "Kalo Anya kangen kakak, nanti peluk boneka nya ya." Kata ku seraya mencium pipi Anya.
Aku menghampiri bunda. Kami berpelukan. "Hati-hati sayang di jalan. Nanti kalau udah sampai di rumah, kabarin ya. Nanti jangan lupa salam untuk keluarga kamu. Bunda pasti kangen sama kamu." Kata bunda seraya tersenyum. "Iya, bun. Do'ain ya semoga wisuda nya lancar hehehe." Kata ku seraya tersenyum. "Pasti dong sayang. Semoga sukses selalu ya." Kata bunda yang ku jawab anggukan. "Jeep? Jangan lupa ya pesan bunda." Kata bunda. "Siap bun." Kata Ipip. "Yaudah kalian berangkat gih nanti ketinggalan kereta lho." Kata bunda. Aku tersenyum dan menyalimi bunda.
SKIP
"Goodbye Tasya!!" Kata Ipip seraya tersenyum. Ipip memberikan sebuah tottebag seraya tersenyum. "Ini dari bunda ya sayang. Kamu buka nanti aja di kereta. Hati-hati babe. Salam ya untuk keluarga kamu. Bilangin ke Kakak Clay, aku kangen main PS bareng. Hehehehe." Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Yaudah aku duluan ya, Ip. Bye!" Kata ku namun Ip langsung menggenggam tangan ku. Dia mendekat dan dia mencium kening ku. "Goodbye sayang! Semangat ya yang mau wisuda!" Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Bye babe!" Kata ku. Aku masuk ke dalam stasiun dan memilih masuk ke dalam toko oleh-oleh. Aku membeli brownis coklat, kue pisang, dan beberapa gelang dan gantungan kunci khas Bandung. Aku juga membelikan 2 korek api gas yang ada pahatan berbentuk gedung sate lho untuk Kakak Ius dan Kakak Wongga.
__ADS_1
Saat aku melihat kereta datang, aku segera bersiap dan masuk ke gerbong yang ku tempati. Ponsel ku bergetar dan memperlihatkan nama 'Ipip♡'. Aku langsung mengangkat telfonnya seraya tersenyum. "Hallo, Ip." Ucap ku. "Sya, kereta nya udah dateng kan sayang? Kamu langsung cari ya tempat duduk kamu. Hati-hati sayang." Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Iya, Ip. Ini aku lagi cari kursi. Yaudah nanti aku telfon lagi okay?" Kata ku. "Okay sayang. Love you!" Kata Ipip yang membuat ku tersenyum. "Love you too!" Jawab ku seraya mematikan sambungan telfon.
SKIP
Aku sudah sampai di Jakarta. Akupun melanjutkan perjalanan ku dengan menggunakan kereta menuju Stasiun Depok Baru. Ga butuh waktu lama, aku sudah sampai dan segera memesan taksi. Aku melihat ponsel ku yang bergetar memperlihatkan nama 'Ipip♡' yang ngajak VC.
Saat aku angkat, pas banget taksi online nya dateng. Aku langsung masukin barang ku ke bagasi dan segera duduk di kursi tengah. "Hallo, Ip!" Sapa ku. "Ka Tasya! Anya kangen kakak!!" Kata Anya seraya menangis dipangkuan Ipip. "Lho, kok nangis sayang? Jangan nangis atuh yah. Kan kakak udah bilang kalo Anya kangen sama kakak, peluk aja boneka dari kakak. Kakak udah sampai lho di Depok." Kata ku seraya tersenyum. "Kakak kapan mau ke Bandung lagi? Anya mau main sama kakak." Kata Anya seraya menangis. Ip mulai berusaha mengelap air matanya. "Anya, ka Tasya kan mau wisuda. Kalo main sama Anya mulu nanti Ka Tasya ga wisuda lho. Anya mau Ka Tasya ga sukses kayak di film barbie yang Anya suka tonton?" Tanya Ip seraya mengelus rambut Anya. "Ka Tasya nanti abis wisuda bakalan ke Bandung lagi kan?" Tanya Anya yang ku jawab anggukan. "Pasti sayang. Kakak pasti kesana." Kata ku seraya tersenyum. Nyesek ih ngeliat Anya nangis.
Aku melihat bunda lewat dibelakang. "Assalamualaikum Bunda!!!" Sapa ku. Bunda kayaknya bingung sampai celingak-celinguk nyariin aku. Saat dia liat aku di layar hp Ipip, dia langsung ambil hp Ipip dan tersenyum ke arah aku. "Gimana, Tasya? Udah sampai?" Tanya bunda yang ku jawab anggukan. "Udah, bun. Alhamdulillah perjalanan aman dan lancar." Kata ku seraya tersenyum. "Alhamdulillah. Segera wisuda ya, Sya. Nanti ke Bandung lagi. Kita makan-makan sama ayahnya Ajeep." Kata bunda yang ku jawab anggukan. "Siap, bun. Yaudah Ipip mana ya bun? Tasya mau ngobrol sama dia." Kata ku seraya tersenyum. Bunda memberikan hp Ipip kepemiliknya dan Ip tersenyum. "Gimana sayang? Capek ya? Maaf ya aku malah ga bisa anter kamu sampai Depok." Kata Ip yang ku jawab gelengan. "Ini namanya capek bahagia Ip. Aku seneng tau ga sih. Sama kamu, aku ngerasa punya banyak pilihan. Kamu lagi apa sayang?" Tanya ku. "Tadinya aku lagi baca buku mapel. Tapi Anya nangis katanya kangen sama kamu. Yaudah aku VC aja deh. Maaf ya sayang ganggu." Kata Ip. "Ih gapapa kok. Anya itu adik aku juga." Kata ku seraya tersenyum. Kamipun mengobrol bareng sampai akhirnya sampai juga aku di rumah. "Sayang, aku turun dulu ya abis itu mau beberes dulu. Love you!" Ucap ku. "Love you too sayang! Semangat ya!" Kata Ipip yang membuat ku tersenyum.
__ADS_1
Aku turun dari mobil dan menurunkan barang ku. Setelah itu, aku segera membayar taksi online dan masuk ke rumah. "Whoa! Yang abis liburan!!" Kata Ka Tila seraya tersenyum. "Hola kak! Kangen ya sama aku!!!" Kata ku seraya tersenyum. "Nih yang kangen sama kamu mah Brasco sama Nanda, Sya. Tau ga dari kemarin mereka ga mau makan kecuali mereka denger suara kamu. Untung aja kamu sering bikin rekaman terus dipindahin ke komputer. Jadinya bisa kakak setel." Kata Ka Tila yang membuat ku tersenyum.
"Kayaknya nanti seminggu sekali ada yang ke Bandung terus nih!" Kata Kak Clay yang baru pulang kerja. "Maksudnya gimana beb?" Tanya Ka Tila. "Ada yang abis jadian sama orang Bandung, beb." Kata Ka Clay seraya menatap ku dengan senyuman. "Cie!! Yang ga jomblo. Makasih lho udah ngasih kakak adik ipar yang baik, cogan pulak." Kata Ka Clay. "Jadi, Tasya jadian sama Ajeep? Beneran, Sya?" Tanya Ka Tila yang ku jawab anggukan. "Congrats de!!" Kata Ka Tila seraya memeluk ku. "De, kamu udah ngasih tau ke dia kan mengenai keluarga kita?" Tanya Ka Clay yang ku jawab anggukan. "Udah kok kak. Ajeep udah tau kok mengenai keluarga kita dan dia terima kok. Makanya dia ga terlalu mempermasalahin waktu dia ngasih makan Nanda. Dia malah seneng lho." Kata ku. "Syukurlah kamu dapet yang bisa ngertiin kamu, dek. Jaga dia. Jarang-jarang lho ada orang yang mau nerima kekurangan pasangannya di dalam keluarga." Kata Ka Clay yang ku jawab anggukan. "Yaudah kamu ucapin selamat dulu ke Ka Tila!" Kata Ka Clay. "Kenapa, kak?" Tanya ku. "You're gonna be an Aunty!!" Kata Ka Clay yang membuat ku teriak bahagia. "Congrats Ka!! Finally!! Ga sabar deh." Kata ku seraya tersenyum. Aku masuk ke kamar dan membersihkan diri ku.
________________
**Kalo kurang panjang, maaf ya guys. Jangan lupa like dan comment nya. Kalo bisa jadiin cerita ini favorit.
Anjeli Puja Lestari
__ADS_1
11/09/2020**