PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN

PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN
EPISODE 10 MENJADI DINGIN


__ADS_3

*Ada apa dengan bos? Kenapa dia kembali menjadi dingin setelah melihat wanita itu tertawa bersama pria lain* pikirku.


Aku langsung menjalankan perintah bos tanpa bertanya kepada nya. Aku yakin bos sedang marah sekarang. Tapi kenapa dia harus marah? wanita itu bukan milik nya.


Suasana kantor mendadak menjadi dingin setelah Zayn kembali ke perusahaan. Wajah nya berubah tak bersahabat setelah kembali dari cafe. Semua orang mendapat imbas dari amarah nya. Bahkan kesalahan kecil pun termasuk di dalam nya.


Kami semua hanya bisa mengelus dada dengan sabar. Tak mungkin kami membantah perintah bos. Bisa bisa kami langsung di tendang keluar dari perusahaan ini.


***


Aku kembali ke butik setelah berbincang cukup lama dengan mereka. Aku sangat bahagia seperti baru saja memenangkan undian. Mungkin hari ku akan selalu seperti ini.


Di tempat lain

__ADS_1


Aku meluapkan amarahku kepada semua orang yang ada di perusahaan. Kesalahan kecil pun tak ku maafkan. Aku sangat marah melihat wanita itu tertawa bersama pria lain.


Tapi kenapa aku harus marah seperti ini? Bukannya kami hanya bertemu dua kali? Aku juga belum sempat berkenalan dengan nya. Ku rasa aku sedang tidak waras sekarang.


Aku kembali ke rumah utama, saat kurasa suasana hatiku sudah normal kembali. aku langsung bergabung bersama Mama Oma. Yang seperti nya sedang membicarakan sesuatu. Terlihat dari wajah mereka yang sedang berpikir.


"Kau sudah pulang nak?" tanya Mama.


Aku langsung mendekatinya dan meletakkan kepalaku di pahanya. Entah kenapa hari ini aku begitu manja padanya, dan dia terlihat senang melihat sikapku yang manja seperti anak kecil. Ia meletakan tangan nya di kepalaku menepuk nya dengan pelan berkali kali. Yang membuatku merasa sangat nyaman dan melupakan segalanya.


"Ma kenapa tidak membangunkan ku?" Tanyaku pada Mama. Mungkin pahanya sudah keram, akibat kepalaku yang sudah hampir satu jam diatas nya.


"Kau terlihat begitu lelah nak. Apa salahnya tidur dipaha Mama, untuk menghilangkan semua masalah mu" ucap mama sambil mengelus rambutku.

__ADS_1


Ku peluk tubuhnya, untuk menyalurkan rasa sayangku yang begitu besar padanya. Meskipun aku tau Mama sering bersedih dengan kepergian Papa. Tapi ia selalu terlihat bahagia di hadapanku. Mama memang wanita yang paling sempurna dimataku.


"Nak kapan kau akan menikah?" tanya Mama dengan tersenyum.


*Aku harus jawab apa sekarang. Jangan kan menikah calon saja aku belum punya* ucapku dalam hati.


"Maa, aku tak ingin terburu buru menikah. Aku masih muda" ucapku sambil mengaruk kepalaku yang tidak gatal.


"Setidaknya pikirkan lah Oma. Ia sangat menginginkan anak darimu." ucap mama terlihat sedih dengan jawabanku.


Aku membenci diriku sendiri jika melihat ibu bersedih, karena ayah tak pernah membuat mama seperti ini. Tapi aku harus bagaimana? Sampai sekarang aku belum menemukan wanita yang cocok untuk menikah bersamaku.


"Aku akan memikirkan nya ma." ucapku pasrah. Aku tak mungkin berdebat dengan orang tuaku sendiri dan mama terlihat senang dengan ucapanku.

__ADS_1


*Aku harus segera menikah. Aku akan meminta bantuan Prans untuk mencarikan wanita yang mau menikah kontrak denganku* pikirku.


BERSAMBUNG.........


__ADS_2