
*Mana mungkin aku mengatakan kepada Lukman bahwa, aku baru saja melihat pria yang menabrak ku tadi pagi* gumam Tika.
*YUK SEBELUM LANJUT
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!!! ❤*
Aku menarik tangan Lukman supaya masuk ke dalam cafe, yang membuat sang punya tangan kaget dan melihat ku heran.
*Lukman POV
__ADS_1
*Ada apa dengan Tika? Tadi dia pokus melihat sesuatu, sekarang ia menarik ku* ucap Lukman heran dalam hati.
Kami memutuskan duduk di dekat pintu masuk. Karena aku tak ingin makan di dalam ruangan Lukman yang menurut ku membosankan.
Akhirnya kami makan sambil mengobrol tentang kesibukan yang membuat kami jarang bertemu. Selesai makan dia langsung mengantarkan ku kembali ke Butik. Dan langsung kembali tanpa mampir itu lah kebiasaannya.
Di dalam butik aku melihat model papan atas sudah duduk cantik di sofa. Ia langsung tersenyum saat melihat ku berjalan masuk. Ia lantas memanggil ku dan mengatakan Ia ingin aku membuat kan model baju terbaru, yang akan ia gunakan di acara fasion yang akan di adakan lima hari lagi. Ia akan membayar mahal untuk gaun yang ia pesan. Karena ia ingin tampil menjadi wanita yang paling cantik malam itu.
Akhirnya aku pun memutuskan membuat gaun panjang berwarna abu-abu dengan belahan dada rendah. Serta belahan depan yang memperlihatkan setengah pahanya.Ia pasti akan menyukai nya. Aku kemudian begegas ke ruang makan yang sudah di isi oleh ayah ibu serta cecil. Tanpa menunggu lama lagi aku pun langsung duduk manis di hadapan adik ku.
Selesai makan kami semua mengobrol di ruang tamu untuk membagi cerita. Ayah terlihat sudah lebih baik. Ayah mengidap sesak nafas yang membuat nya sulit dalam mendapatkan pekerjaan. Apalagi di tambah pengalaman kerja ayah yang hanya seorang supir angkot. Tetapi walaupun begitu aku sangat menyayangi nya, karena dia yang paling peduli terhadap ku.
__ADS_1
Ku baringkan tubuhku di atas kasur yang tidak terlalu empuk, sambil memikirkan kehidupan ku. Ingin rasanya aku mencari pekerjaan lain, meskipun gaji sekarang ini sudah cukup besar. Aku ingin bekerja di bidang lain untuk menambah pengalaman.
Tapi itu tidak mungkin, karena ilmu ku hanya untuk membuat baju dan menjahitnya. Seharus nya aku bersyukur, karena mungkin di luar sana banyak yang membutuhkan pekerjaan. Sedangkan aku ingin mencari gaji dari pengalaman lain sungguh pemikiran yang buruk.
Aku memutuskan tidur untuk mengistirahatkan mata dan pikiran ku. Besok aku harus kembali bekerja. Aku harus semangat, mungkin hari ini aku hanya menjadi penjahit esok memiliki Butik sendiri.
Pagi hari yang cerah. Aku langsung bergegas mandi dan bersiap untuk bekerja. Karena aku harus segera menyelesaikan gaun pesanan model itu, supaya aku mendapat bonus untuk bisa di tabung.
Aktifitas ku berjalan seperti biasanya.Hari ini aku memikirkan bagaimana cara mengembalikan uang pria itu.
*Ah sudah lah. Jika bertemu aku akan langsung mengembalikan nya* ucap ku dalam hati.
__ADS_1
BERSAMBUNG............