
"Selamat malam tuan muda." ucap dokter itu tersenyum dan sedikit terkejut.
*YUK SEBELUM LANJUT
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!!❤*
"Bagaimana keadaan ayah?" ucapku bertanya kepada dokter.
"Ha ayah siapa? Bukan nya tuan besar sedang berada diluar negeri." ucap dokter martin dengan bingung. Karena tidak tau maksud dari pertanyaan tuan muda.
"Maksud ku pria yang ada didalam ruangan ini" ucapku sambil menunjuk ruangan yang berada tepat dibelakang nya.
"Ah operasi nya berjalan dengan lancar dan dia akan segera melewati masa kritis nya," ucapku dengan bertanya dalam hati. Siapa pria yang ada di dalam dan kenapa Zayn memanggil nya dengan sebutan ayah?
"Bagimana keadaan rumah sakit sekarang." ucapku dingin tanpa basa basi.
"Rumah sakit dalam keadaan baik dan tidak ada masalah sedikit pun." ucapku sambil menatap Zayn.
"Bagus. Aku akan memberi bonus untukmu bulan ini." ucapku sambil menepuk bahunya.
__ADS_1
*Tika POV
Aku hanya mematung mendengarkan percakapan mereka berdua. Jadi pria sombong yang berada disamping ku saat ini, adalah anak dari pemilik rumah sakit ini. Dan sepertinya mereka sudah saling mengenal sejak lama pikirku.
"Malam tante. Perkenalan saya Zayn" ucapku tersenyum sambil menyalami tangan wanita itu. Tika yang melihat itu hanya menaikkan alisnya, mungkin ia bertanya untuk apa aku memperkenalkan diri pada ibunya.
"Malam nak. Terimakasih sudah mau membantu kami "ucap ibu dengan mata yang masih memerah. Mungkin karena ia terlalu lama menangis.
"Dan ini perkenalkan anak tante, adik tika namanya Cecil," ucap ibu sambil tersenyum yang kemudian menyuruh Cecil untuk bekenalan dengan ku.
"Cecil, " ucapnya sambil tersenyum.
"Zayn!" ucapku dingin tanpa tersenyum.
"Hey tuan muda lepaskan tangan anda." Ucapku dingin, sambil menarik pergelangan tangaku. Namun pria itu tak melepasnya malah membuat tangan ku menjadi sakit.
"Kau mau membawaku kemana?" ucapku bertanya dengan nada sedikit kesal.
"Kenapa kau cerewet sekali?" ucapku tanpa menjawab pertanyaan nya.
*Dasar pria menyebalkan* gumamku dalam hati.
__ADS_1
"Aku ingin kau menjadi istriku" ucapku padanya. Yang membuatnya terkejut sampai memundurkan badannya. Aku langsung mendekati nya dan memeriksa kening nya.
*Apa dia sakit? Angin apa yang membuat nya mengatakan itu* ucapku bertanya pada diriku sendiri.
"Hey, kau tidak usah berpikir macam macam. Aku hanya ingin kau menjadi istri kontrak ku selama 1 tahun." ucapku dingin.
"Kau kira pernikahan itu mainan," ucapku marah padanya.
"Aku tidak perduli soal itu. Aku hanya ingin kau menuruti nya saja " Ucapku sedikit kesal.
"Aku tidak mau," ucapku dingin.
"Ya sudah kalau begitu. Aku akan segera menyuruh mereka memberhentikan pengobatan untuk ayahmu." ucapku marah sambil berjalan meninggalkan nya dasar wanita keras kepala.
*Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak ingin kehilangan ayah. Tapi aku juga mempunyai seorang kekasih dan kami saling mencintai " gumam ku sambil terus berpikir.
"Tunggu, " ucapnya yang membuat langkahku langsung terhenti.
"Aku akan memikirkan nya. Beri aku waktu. Tapi kau harus berjanji, tidak akan memberhentikan pengobatan ayahku." ucapku padanya.
"Baiklah. Aku akan menunggu jawaban mu. Dan selama itu juga aku akan menjamin kesembuhan ayahmu" ucapku kemudian berlalu meninggalkan nya.
__ADS_1
BERSAMBUNG........