
"Tika astaga kau terluka?" ucap Rendi panik melihat lengan Tika memerah dan sedikit lecet. Sedangkan Tika hanya tersenyum sambil meringis karena luka nya sedikit perih terkena angin.
*YUK SEBELUM LANJUT
JANGAN LUPA VOTE LIKE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!! ❤*
Rendi langsung membawa Tika masuk ke dalam mobil untuk mengobati lukanya. Tika meringis ketika kapas menyentuh lukanya. Membuat Rendi langsung meniup agar mengurangi rasa perih di lengan nya.
"Terimakasih Ren, " ucap Tika tersenyum.
"Tidak masalah." ucap Rendi tulus.
"Siapa orang yang menabrak mu?" tanya Rendi.
"Tidak tau. Dia hanya pria sombong." ucap Tika.
"Apa aku perlu memberitahu Lukman?" tanya Rendi.
"Tidak perlu. Aku harus segera pergi." ujar Tika.
"Kalau begitu biar aku antar. Orang ku akan mengantar motor mu." ucap Rendi memberi saran.
"Apa tidak merepotkan?" tanya Tika.
__ADS_1
"Tidak masalah." ucap Rendi tersenyum.
"Baiklah." ucap Tika. Mobil pun berjalan menuju tempat kerja Tika.
Akhirnya mereka sampai di depan toko Butik ternama di kota. Rendi mematikan mesin mobil dan berjalan ke luar untuk membuka pintu mobil Tika. Tika kemudian keluar sambil tersenyum dan mengucapkan terimakasih, kemudian bergegas masuk ke dalam Butik. Rendi masuk ke dalam mobil melajukan mobil nya menuju Cafe.
"Tika kenapa dengan lengan mu?" tanya Rina.
"Ini gara gara pria sombong tadi." ucap Tika sedikit kesal.
"Pria sombong siapa?" tanya Rina.
"Ah sudah lupakan tidak penting."ucap Tika.
Mereka pun melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Butik ini selalu ramai pengunjung karena desain nya yang unik dan menarik. Bahkan model ternama seperti Syakilla memakai salah satu gaun rancangan Tika.
Rendi yang sudah tiba di Cafe langsung masuk dan mengatakan kejadian yang baru terjadi. Lukman langsung menelpon Tika untuk memastikan keadaan nya. Walaupun Rendi suka mengatakan bawah dia baik baik saja.
*Kriing... kriiing...
(Bunyi dering handphone Tika)
"Hallo, " ucap Tika.
"Hallo sayang. Apa kau baik baik saja?" ucap Lukman khawatir.
__ADS_1
"Iya sayang. Aku baik baik saja" ucap Tika.
*Dasar Rendi sialan. Sudah ku bilang supaya tidak mengatakan kepada Lukman pasti reaksinya seperti ini* ucap Tika dalam hati.
"Syukurlah kalau begitu. Nanti makan siang datang ke cafe. Aku tidak mau mendengar alasan apapun" ucap Lukman.
"Baiklah, aku akan pergi kesana jam makan siang" ucap Tika. Tika menutup panggilan telepon dan segera melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, supaya bisa pergi ke cafe saat jam makan siang.
Tika sampai di depan cafe milik Lukman. Ia langsung mengubungi Lukman mengatakan bahwa ia sudah sampai. Dan Lukman mengatakan untuk menunggu sebentar karena ia akan segera keluar.
Tika yang sedang melihat lihat tak sengaja menangkap sosok Pria yang tadi pagi di jumpai nya. Yang sedang berdiri di dekat mobil mewah nya sambil berbicara dengan seorang wanita.
*Apakah itu kekasihnya?* tanya Tika dalam hati.
Lukman menghampiri Tika yang sedang pokus memperhatikan sesuatu. Sampai tidak sadar Lukman sudah berdiri disamping nya.
"Hay sayang. Kau sedang melihat apa" tanya Lukman penasaran.
"Tidak sayang. Aku tidak melihat apapun" ucap Tika berbohong.
*Mana mungkin aku mengatakan kepada Lukman,bahwa aku baru saja melihat pria yang menabrak ku tadi pagi* gumam Tika.
BERSAMBUNG..........
HAPPY READING CINTA CINTAKU!!!!!❤*
__ADS_1