
Namun senyumku hilang saat aku menyadari, bahwa wanita itu berjalan ke arahku, dengan wajah yang sama saat pertama kali bertemu.
YUK SEBELUM LANJUT
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!❤
*Tika POV
Aku melihat pria yang menabrak ku terus tersenyum melihat ke arahku. Seketika senyum di wajahnya hilang, saat aku berjalan ke arahnya. Dengan wajah yang sama saat pertama kali bertemu dengan nya.
*Apa wajahku menakutinya?* gumam ku.
Ku buka dompet mengeluarkan uang seratus ribu lima lembar. Dan memberikan kepadanya, dan berlalu pergi meninggalkan nya.
__ADS_1
"Apa apaan ini, dasar aneh. Baru saja ia tersenyum dan sekarang menunjukkan wajah aslinya. Ku tarik ucapanku yang mengatakan bahwa ia cantik."
Aku terus memperhatikan ia pergi dari hadapanku. Aku berjalan ke parkiran. Saat mengendarai mobil, aku tak sengaja melihat wanita itu setia menunggu di halte bis.
*Apa masih ada bis di jam seperti Ini ?* tanyaku dalam hati.
Sudah hampir jam 11 malam mana mungkin ada bis yang lewat. Dia memang aneh. Apa dia tidak takut ada orang yang berbuat buruk padanya.
Aku langsung melajukan mobilku melewati gadis itu. Beberapa meter setelah melewati nya, aku melihat dari kaca spion ada 3 orang preman yang mendekatinya. Aku terus saja memperhatikan gerak gerik mereka. Aku bergegas turun dan mendekati mereka. Yang sudah membuat wanita itu ketakutan apalagi di tambah pakaian nya yang seperti itu.
Ku pasangan jas milikku di pundak nya agar ia merasa hangat. Ia terlihat begitu ketakutan. Walaupun kami memiliki insiden yang tak mengenak kan, tapi aku tetap menolong nya karena aku mempunyai ibu. Bagimana jika hal ini terjadi juga kepada ibuku.
"Kau aman sekarang," ucapku kepadanya agar ia merasa tenang.
Ia langsung memeluk ku dengan sangat erat. Apa ini gadis yang sama saat diacara tadi? Tapi kenapa ia begitu manja saat memeluk ku? Aku pun memeluk dan mengusap punggung nya.
__ADS_1
"Terima kasih. Kau telah menolongku" ucapku sambil terus memeluk tubuhnya.
Aku dapat mencium aroma tubuhnya dan merasakan badan nya yang kekar dan otot nya yang begitu kuat. Aku tanpa malu terus membenamkan kepalaku di dadanya. Ia pun terlihat tak keberatan.
"Aku akan mengantar mu pulang," ujarku.
"Baiklah. Dimana mobil mu?" tanya ku sambil melihat ke atas. Karena tubuhnya yang cukup tinggi dari badanku.
Ia berjalan di depan ku dan sampai di mobil yang tempat nya agak jauh dari tempatku tadi. Apa ia memperhatikan ku sampai ia turun disini? Dan menolongku yang jarak nya cukup jauh? Memang pria yang aneh.
Aku membukakan pintu untuknya, karena itu kebiasaan ku kepada wanita yang naik ke mobil ku. Ia terus memperhatikan setiap isinya mungkin ini pertama kalinya ia naik mobil seperti ini. Melihat ia belum mengunakan pengaman aku lantas mendekat ke tubuhnya.
"Kau belum menggunakan pengaman mu." ucapku sambil memasang kan pengaman nya dan ia terkejut karena sikap ku. Aku dapat melihat rona merah di pipinya. Apa ia malu denganku?
BERSAMBUNG........
__ADS_1