PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN

PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN
EPISODE 15 BANGUN SEKARANG


__ADS_3

"Tidak Mah. Maksudku aku sedang menemani pacarku. Ayahnya sedang sakit aku tidak tega meninggalkan nya sendirian" ucapku menjelaskan pada Mama.


"Apa kau sudah punya kekasih nak?" tanya Mama. Mendengar dari nada suaranya sepertinya Mama terlihat bahagia.


"Iya mah. Secepatnya aku akan memperkenalkan pada Mama dan Oma"


ucapku bersemangat.


"Mama tidak sabar untuk memberitahukan hal ini pada Oma. Pasti dia sangat bahagia" ucap Mama antusias.


Di rumah Zayn.......


Aku terlihat sangat bahagia mendengar putraku sudah memiliki seorang kekasih. Itu artinya sebentar lagi dia akan menikah dan memiliki anak. Aku tidak sabar untuk memberitahu hal ini pada Mama. Tapi sepertinya Mama sudah tidur, besok pagi aku akan segera memberitahu nya.


Kembali ke rumah sakit.....

__ADS_1


Aku terlihat sangat bahagia, mendengar Mama yang sangat antusias sekali mendengar bahwa aku sudah memiliki kekasih. Aku sudah sangat tidak sabar melihat reaksi mereka ketika pulang dan memperkenalkan Tika sebagai calon istriku.


*Dokter Martin POV


Aku yang melihat zayn tertawa, ikut merasa bahagia. Sudah lama sekali aku tidak melihat Zayn seperti ini. Dulu saat Ayahnya masih hidup, dia selalu tertawa tidak seperti sekarang yang menjadi dingin. Namun ini semua karena wanita itu. Sepertinya aku harus berterimakasih padanya.


Matahari terlihat mulai mengintip dari sela sela jendela. Terlihat gadis manis nampak tetep setia dengan tidur nya. Mungkin Dia baru saja tertidur, terlihat raut wajah nya yang cantik begitu kelelahan.


Setelah mandi dan sarapan, aku menuju ruangan Ayah. Terlihat gadis keras kepala itu masih tertidur dengan posisi duduk dan kepala yang menempel pada kasur rumah sakit. Dia terlihat lelah, namun tetap cantik.


Ku bangunkan dia dengan cara menggoyangkan lengan nya. Namun dia bukan bangun malah seperti memarahi diriku yang sengaja melakukan itu.


"Bangun sekarang atau aku akan mengangkat mu" ucapku dingin padanya.


Aku lantas bangun dan terkejut mendapati siapa yang baru saja membangunkan diriku. Aku tidak salah lihat kan? Dia pria yang sombong itu. Namun ingatanku kembali normal, aku pun langsung panik yang membuat diriku hampir saja terjatuh. Namun tidak kurasakan dingin nya lantai rumah sakit menyentuh kulitku.

__ADS_1


Padangan yang terlihat saat mataku pertama kali terbuka adalah sosok pria tadi yang sedang menangkap tubuhku. Aku dapat melihat seluruh inci wajahnya dengan jarak yang seperti ini.


Deg.... Deg.... Deg....


Kenapa jantungku kembali berdetak. Dan kenapa ia selalu berdetak jika berdekatan dengan wanita ini. Dan dia terlihat sangat manis. Apalagi dengan miliknya yang tipis, yang membuat diriku ingin sekali menyentuhnya.


*Apa yang kau pikirkan Zayn. Ingat posisi mu siapa. Jangan sampai kau jatuh hati padanya* ucap hati kecilku.


"Apa kau tidak bisa bangun. Tanganku kram karena tubuhmu berat?" ucapku sambil menahan kesal.


"Ah maafkan aku. Terimakasih" ucapku tersenyum tulus padanya. Jika dia tidak menolong ku mungkin pinggang ku sudah sakit sekarang.


*Astaga ini pertama kalinya aku melihat Dia tersenyum seperti ini. Dia terlihat semakin manis saat mengucapkan nya dengan tulus* pikirku.


Suasana terlihat canggung setelah kejadian itu. Tak lama Dokter Martin dan perawat datang untuk melihat kondisi ayah. Dokter itu mengatakan Ayah sudah melewati masa kritisnya.

__ADS_1


"Syukurlah" ucapku legah mendengar nya.


Bersambung.....


__ADS_2