PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN

PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN
EPISODE 26 OMAR


__ADS_3

"Prans, prans."


Aku terus memanggil prans yang berdiri sambil terus tersenyum. Apa dia sedang melihat hal yang lucu?


"Ah, maafkan aku." jawabnya duduk di kursi yang ada di hadapanku.


"Aku ingin memasak untuk makan malam. Tapi tidak ada bahan makanan di lemari es," ucapku.


"Aku lupa membeli bahan masakan. Bagaimana kalau kita makan di luar," ajaknya.


"Jangan, itu pemborosan. Lebih baik kau temani aku berbelanja saja." ucapku menolak ajakan nya.


"Baiklah kalau begitu. Ayo berangkat" ucap prans.


"Apa kita akan naik mobil?" tanya ku.


"Iya apa kau keberatan?" jawab prans.


"Tidak. Hanya saja aku ingin pergi menggunakan motor itu" ucapku tanpa malu, menunjuk ke arah motor besar yang ada di samping mobil.


"Apa kau tidak takut rambut mu rusak?" tanya prans.


"Kenapa harus takut. Aku akan menyisir nya setelah pulang." jawabku.


"Kau memang wanita yang aneh. Wanita biasanya takut naik motor, karena takut rambutnya rusak. Tapi kau menginginkannya" ucap prans sambil sedikit tersenyum.

__ADS_1


"Ayo kita pergi sekarang," ajakku.


"Peluk aku," ucap prans.


"Apaaa!" teriak ku.


"Eitss, jangan salah paham. Aku tidak ingin kau tertinggal di jalanan karena tubuhmu yang kecil itu." jelas prans.


Aku hanya terkekeh mendengar perkataan nya. Dia bisa saja membuat aku tersenyum. Beruntungnya wanita yang bersama nya.


***


Zayn termenung memikirkan kejadian hari ini. Dia sangat terpukul melihat kesedihan yang di alami oleh Tika. Dia merasa bodoh karena tidak dapat menemukan dalang di balik ini semua. Mama dan Oma pasti akan ikut sedih melihat keadaan Tika yang sekarang.


"Tikaa, " ucap Mama mendekati Tika yang terbaring di atas kasur.


Tika terbangun saat mendengar ada seorang wanita menangis di dekat nya, dengan memegang tangan kirinya. Dia berpikir itu mungkin Ibu atau Cecil adiknya.


"Mama, " ucap Tika saat melihat siapa orang di samping nya.


"Tenang nak, Mama ada di sini." ucap Mama memeluk tubuhku.


Aku kembali menangis di dalam pelukan Mama. Ku tumpahkan beban yang tengah ku pikul saat ini. Kenapa dunia ini sangat kejam padaku?


"Apa kau tidak bisa menemukan siapa orangnya?" tanya Mama padaku.

__ADS_1


"Maa, "


"Aku tidak menerima alasan apapun. Apa perlu kita memanggil Omar?" tanya Mama.


Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan Mama. Ini memang murni salahku. Namun aku tidak mengira dia akan tega menyakiti Tika yang belum menjadi istriku. Bagimana jika nanti Tika benar-bener menjadi istriku?


Aku harus bergerak cepat sekarang. Aku tidak ingin ada yang menjadi korban selanjutnya. Aku tidak ingin membuat orang yang berada di dekatku menjadi terluka.


"Datang ke rumah sakit sekarang!" ucapku pada orang di seberang telepon.


***


"Selamat malam Tuan Muda," ucapnya.


"Aku ingin kau menyelidiki nya," ucapku.


Pria itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda mengerti dengan apa yang ku maksud. Dia segera keluar untuk menjalankan perintah yang ku berikan padanya.


"Aku akan melakukan yang terbaik," ucapku.


Mama hanya menoleh tanpa ada senyum di wajahnya. Aku menjadi semakin bersalah karena tidak dapat menjadi pria yang bertanggung jawab. Aku tidak bisa menjaga Tika dengan kekuasaan yang aku miliki.


*Tika POV


Aku hanya bisa menangis menerima kenyataan ini. Aku tidak mungkin menyalahkan Zayn untuk kejadian yang terjadi. Dia sudah berusaha melakukan yang terbaik untuku.

__ADS_1


__ADS_2