
Prans dan Rina akhirnya sampai di rumah setelah cukup lama pergi berbelanja. Rina terlihat sangat bahagia, karena bisa manaiki motor keren itu dengan pria tampan. Dia terlihat sangat antusias untuk membuat masakan makan malam.
Langkah Prans terhenti. Melihat Rina yang begitu lihai bergutat dengan alat masak yang sangat lengkap. Dia terus saja memperhatikan Rina yang sibuk kesana kesini. Tanpa sadar senyum telah mengembang di wajan tampan nya.
Tiga puluh menit kemudian, semua masakan Rina sudah terhidang di atas meja makan yang begitu besar. Rina hanya memasak makanan yang cukup untuk di makan oleh dua orang.
Rina berdiri dan menuangkan nasi serta lauk pauk untuk Prans. Kemudian kembali duduk setelah selesai melakukan nya. Prans terlihat bahagia dengan hal yang baru saja dilakukan oleh Rina.
*Apa begini rasanya memiliki seorang istri?* batin Prans.
Akhirnya mereka makan malam bersama, seperti selayaknya sepasang suami istri. Terlihat sangat hangat dan sikap Rina yang begitu perhatian. Membuat Prans merasa menjadi pria paling beruntung jika menemukan istri seperti nya.
***
Kembali ke rumah sakit
Tidak membutuhkan waktu lama, pria itu kembali dengan membawa berkas. Tika yakin pasti pria itu sudah menemukan siapa dalang dari kejadian ini.
__ADS_1
Zayn terlihat sangat serius melihat isi dari berkas itu. Entah kenapa wajahnya terlihat semakin tampan saat sedang serius. Tika langsung berpura-pura melihat ke arah jendela saat Zayn melihat kearah nya. Mungkin Zayn menyadari Tika yang sejak tadi terus melihat kearah nya.
"Kau boleh pergi," ucap Zayn.
"Saya permisi tuan muda." jawab Omar.
Omar keluar meninggalkan Tika berdua bersama Zayn. Zayn terlihat berjalan ke arah Tika dengan memasukan tangan ke dalam kantung celana. Tika terus saja memperhatikan Zayn dengan pipi yang bersemu merah.
"Kau tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik," ucap Zayn saat berdiri di samping kasur rumah sakit.
"Apa kesalahanku? Kenapa ini terjadi padaku?" tanya Tika pada Zayn.
Zayn yang mendengar itu langsung memeluk tubuh Tika dengan sangat erat. Dia menyalurkan kehangatan nya untuk bisa membuat Tika sedikit tenang. Hal itu terbukti saat Tika juga membalas pelukan Zayn dan menumpahkan air matanya.
"Apa kau tahu. Aku sudah kehilangan semua nya," ucap Tika di sela-sela tangisnya.
"Aku sudah kehilangan sahabat, kekasih. Dan sekarang aku juga sudah kehilangan ayah." tambah Tika.
__ADS_1
"Kau tidak boleh berpikir seperti itu. Kau masih memiliki Oma, Mama, dan aku." jawab Zayn sambil mengelus kepala Tika.
"Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan" ucap Tika saat sudah melepaskan pelukan Zayn.
Zayn sedikit terkekeh mendengar ucapan Tika. Dia memang wanita yang aneh. Tapi Zayn juga bahagia karena Tika sudah tidak terlihat rapuh. Dia memang wanita yang kuat.
"Bukannya itu kau?" tanya Zayn.
"Kenapa aku?" jawab Tika.
"Kau lihat. Jas ku basah karena air matamu," ucap Zayn pura-pura kesal.
"Itu salahmu. Kenapa kau memeluk ku?" tanya Tika tanpa menjawab pertanyaan Zayn.
"Kau!! " ucap Zayn kesal dan malu.
"Apa? Kau memang pria yang pintar berakting," ucap Tika tertawa remeh.
__ADS_1