
*Tika POV
Kami sampai di perusahaan terbesar di kota. Terlihat semua orang yang ada didalam nya sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing. Aku terus mengikuti pria ini berjalan, aku melihat kearah para kaum hawa. Yang sebagian ada memandang heran padaku, dan ada yang memberikan tatapan membunuh. Namun Aku tidak ambil pusing dan terus saja berjalan.
Aku masuk ke dalam ruangan yang sangat besar. Bisa kupastikan ini ruangan pemilik dari perusahaan ini, terlihat dari ukuran nya. Dari sini Aku dapat melihat berbagai aktivitas yang ada di bawah gedung. Dan dari sini pasti dapat melihat matahari tenggelam.
Pria itu tidak perduli dengan sikap ku yang terus saja berjalan kesana kemari melihat isi ruangan ini. Dia tetap terlihat pokus mengerjakan tugasnya bersama komputer yang ada didepan nya.
"Apa kau tidak bisa diam?" tanya Zayn. Dia tidak pokus bekerja melihat wanita itu terus berjalan kesana kemari.
"Iya iya Aku akan diam. Dasar cerewet, " ucapku sambil menuju sofa besar yang terlihat sangat lembut.
"Apa kau bilang !! Aku cerewet," teriak Zayn kesal melihat kearah ku.
"Kau tidak perlu berteriak, aku masih bisa mendengar mu," ucapku santai sambil mengelus sofa yang sedang ku duduki.
__ADS_1
"Berani sekali kau!!" ucap Zayn marah sambil berjalan ke arah ku. Aku yang melihat Zayn berjalan kearah ku hanya melihat nya dengan cuek.
Zayn yang jalan terburu buru karena ingin segera menghampiri wanita itu, tidak sengaja tersandung karpet karena ujung sepatu nya. Keseimbangan nya pun terganggu yang membuat nya jatuh tepat di atas wanita yang ada didepan nya. Aku terkejut melihat pria itu jatuh diatas tubuhku. Aku dapat merasakan bau parfum yang sama yang sangat Aku rindukan.
Kami terdiam cukup lama sampai pintu ruangan terbuka dan menampilkan seorang wanita yang wajahnya tidak asing bagiku.
*Tika POV End
*Devandra POV
Aku mendatangi wanita itu ketika dia mengatakan bahwa Aku cerewet. Karena berjalan terburu buru Aku tidak sengaja tersandung yang mengakibatkan aku jatuh tepat diatas wanita itu.
*Kenapa jantungku berdetak seperti ini?* tanyaku dalam hati*.
Aku yang belum menemukan jawaban nya langsung bangun saat mendengar ada suara orang lain di ruangan ku. Berani sekali dia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
__ADS_1
*Zayn POV End
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Syakilla marah sambil menuju tempat Tika dan Zayn berada.
Zayn yang mendengar ada suara orang lain lantas segera bangun dan Tika segera membenarkan gaun nya yang sedikit naik.
"Seharusnya Aku yang bertanya! Lancang sekali kau masuk kedalam ruanganku tanpa mengetuk pintu." ucap Zayn marah sambil memasukan tangan kedalam saku celana nya.
Tika hanya diam melihat dua orang yang ada dihadapan nya sedang bertengkar. Dia tidak ingin ikut campur masalah pribadi mereka. Tapi Tika dapat menyimpulkan mereka memiliki hubungan.
"Berani sekali kau merebut Zayn dariku." bentak Syakilla marah dengan tatapan mata membunuh.
"Aku tidak pernah merebut Zayn dari siapa pun," ucap Tika santai.
"Aku tidak percaya. Wanita seperti dirimu tidak mungkin mendapatkan Pria seperti Zayn kecuali, " ucap Syakilla tersenyum remeh.
__ADS_1
"Berani sekali kau berpikiran buruk tentang calon istriku. Keluar sekarang !!" ucap Zayn marah. Dia yakin Tika pasti terluka mendengar perkataan Syakilla barusan.
BERSAMBUNG.......