
"Selamat Pagi Tante, Oma" ucap Tika tersenyum sambil menyalami Mama dan Oma yang duduk dimeja makan.
"Nak, apa ini kekasih mu?" tanya Mama dengan wajah yang terlihat sangat bahagia.
"Iya Mah. Dia Tika kekasihku" ucapku sambil merangkul pundak nya dengan bangga.
"Kamu cantik sekali Nak." ucap Mama dengan mata berbinar.
"Terimakasih Tante," jawabku sambil tersenyum.
"Kok tante sih? Panggil Mama saja seperti Zayn. Kan sebentar lagi kalian akan segera menikah" ucap Mama mengampiri Tika dan mengajak nya untuk segera duduk.
*Zayn POV
Aku sangat menikmati pagi ini. Mama dan Oma terlihat sangat menyukai Tika. Aku memang tidak salah memilih nya sebagai istri kontrak ku. Kami sarapan dengan percakapan ringan yang membuat pagi ini lebih hangat.
Apalagi Tika terlihat sangat tulus melayani ku. Setelah selesai sarapan aku langsung meninggalkan Tika bersama Mama dan Oma untuk bersiap pergi ke kantor.
*Zayn POV End
__ADS_1
"Nak, apa kau bahagia dengan Zayn?" tanya Mama padaku.
*Aku harus jawab apa pada Mama? Tidak mungkin aku mengatakan jika aku terpaksa mau menikah dan menjadi istri kontrak nya? Aku tidak mungkin mengecewakan Mama* ucapku dalam hati.
"Iya Mah, aku sangat bahagia bersama Zayn. Dia pria yang sangat baik" bohongku pada mama. *Anak Mama itu Pria yang sangat menyebalkan yang pernah ada di muka bumi ini* gumam ku.
"Syukurlah nak, Mama senang mendengar nya" ucap Mama sambil membuang nafas yang sempat Ia tahan.
* Tika POV
Aku sangat menyukai Mama dan Oma. Mereka berbeda dengan orang kaya lainnya. Ku kira mereka akan mengusirku ketika tahu Aku hanya penjahit disalah butik terkenal. Tetapi mereka memperlakukan ku dengan sangat baik.
Kami terus saja mengobrol tanpa sadar Zayn sudah berdiri disamping ku dengan setelan jas yang lengkap. Aku menatap heran padanya. Mengapa Dia berdiri disamping ku? Apa Dia ingin Aku berpindah tempat? Aku pun menggeser tempat ku untuk memberikan nya tempat duduk. Dan Dia malah mengerut kan alisnya.
"Mah, Aku pergi kekantor bersama Tika" ucapku yang membuat pemilik nama lantas menoleh kearahku.
"Tapi Mama masih ingin berbincang dengan nya" ucap Mama dengan nada tidak ingin Tika pergi.
"Aku akan mengajak nya kesini lain waktu" ucapku karena tahu Mama sangat menyukai Tika.
__ADS_1
"Iya Mah. Aku akan sering berkunjung kesini" ucap Tika sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu. Kalian hati hati dijalan" ucap Mama akhirnya menyetujui. Kami langsung menyalami Oma dan Mama dan bergegas masuk kedalam mobil.
Di dalam mobil....
"Akting mu cukup bagus." ucapku pada wanita yang duduk disebelah ku.
"Aku melakukan ini demi Ayah. Dan Aku tidak ingin membuat Mama dan Oma menyadari sandiwara yang kita lakukan." ucapku sambil melihat kearah luar jendela.
"Kau ikut denganku pergi ke kantor," ucapku sambil menjalankan mobil tanpa meminta persetujuan dari nya.
"Aku harus bekerja," ucap Tika sedikit kesal karena pria ini sudah banyak mengatur diriku.
"Kau ikut denganku atau butik itu berubah menjadi kota mati." ucapku yang membuat Tika hanya diam tidak membalas ucapanku.
*Dasar Pria menyebalkan yang suka mengancam* ucapku dalam hati.
"Aku dapat mendengar apa yang kau katakan didalam hatimu itu" ucapku tanpa menoleh padanya.
__ADS_1
*Apa dia mempunyai indra keenam* batinku.
BERSAMBUNG*........