
Tika yang melihat Rina pergi lantas beranjak agar dapat mengejar langkah Rina. Zayn yang sadar apa yang akan terjadi lantas menghalangi Tika pergi. Dia tidak ingin Tika kembali terluka karena mengingat semua kenangan mereka. Terutama kenangan bersama mantan kekasih nya itu.
*Tika POV
Aku memang kecewa padanya. Tapi itu tidak merubah rasa sayang dan sikap peduli ku terhadapnya. Aku tidak mungkin membiarkan terjadi sesuatu padanya. Meskipun dia sudah menusuk diriku tetapi dia tetap seorang sahabat yang pernah selalu ada untukku.
Aku harus mengejar Rina! Aku tidak ingin terjadi sesuatu padanya. batin Mira.
"Minggir!" kesal Tika.
"Aku tidak akan membiarkan mu pergi daru ruangan ini! " ucap Zayn tegas.
"Aku tidak peduli." jawab Tika menendang tulang kering Zayn.
Tika mengambil kesempatan dengan berlari saat Zayn menikmati tendangan kakinya. Prans yang melihat itu menjadi bingung harus melakukan apa.
Aku harus mengejar Nona Tika atau menunggu tuan muda? tanya Prans dalam hati.
"Dasar bodoh! Kenapa kau hanya diam saja. Cepat kejar Tika. Jika kulitnya licet sedikit saja, kau akan menanggung akibatnya!" tegas Zayn. Prans yang paham siapa Zayn, langsung bergegas berlari sekuat tenaga untuk mengejar mereka.
__ADS_1
"Apa yang terjadi dimana Nona? " tanya Prans. Dia hanya menemukan Rina yang sudah terluka di bagian kepala. Prans menjadi khawatir melihat kondisi Rina.
Dimana nona sekarang? tanya Prans bingung.
Zayn marah besar mengetahui Tika hilang. Dia terus saja menyalahkan Prans untuk semua yang terjadi. Rina yang kasian melihat Prans di marahi oleh Zayn lantas menyalahkan dirinya sendiri.
"Ini salahku! Seharusnya Tika tidak mengejar diriku," ucap Rina menangis.
"Aku mohon selamatkan dia! Aku tidak ingin dia terluka, " ucap Rina di sela tangisnya.
"Periksa cctv sekarang juga! " perintah Zayn.
Zayn semakin frustrasi menyadari mobil milik siapa yang membawa paksa Tika masuk. Dia sadar pria yang memiliki mobil itu tidak akan bisa diam sebelum mendapatkan apa yang dia inginkan. Dia paham itu.
"Aku tidak mau tahu cepat temukan Tika sekarang." bentak Zayn marah.
"Baik bos, " ucap pria berseragam hitam.
"Aku akan mengabari mu. Sekarang kau istirahat lah," ucap Prans.
__ADS_1
"Apa kau bilang istirahat? Mana mungkin aku bisa istirahat dalam keadaan seperti ini" bentak Zayn menggema di dalam ruangan.
Prans yang melihat kemarahan Zayn menjadi tersenyum. Dia semakin yakin bahwa mereka sudah mulai menumbuhkan perasaan cinta satu sama lain.
"Mengapa kau tersenyum! Apa yang akan aku katakan jika mama menelpon dan menanyakan kabar Tika. Aku harus jawab apa ha!! " bentak Zayn di hadapan Prans.
Tidak mesti hujan lokal juga tuan! batin Prans.
Kepanikan Zayn semakin betambah saat melihat nama mama tertera di layar ponsel miliknya. Dia mencambak rambutnya dengan frustrasi. Apa yang harus aku katakan? tanya Zayn.
"Sayang, kenapa lama sekali mengangkat panggilan mama? tanya mama dengan suara yang sudah melunak tidak seperti tadi.
Bagaimana sekarang? Jika aku memberitahu mama dia pasti akan syok dan jatuh sakit lagi, batin Zayn.
"Dimana Tika nak? Apa dia sudah makan?" tanya Mama.
"Maa !!" panggil Zayn dengan suara lemah.
"Iya nak, ada apa? " jawab Mama.
__ADS_1
"Maafkan Zayn ma. Zayn pria bodoh yang tidak bisa melindungi wanita zayn sendiri" ucap Zayn dengan suara parau.