
Ibu dan Cecil datang dengan raut wajah bahagia dan nampak Cecil membawa kotak nasi. Mungkin mereka sengaja membawa sarapan karena ada pria ini.
"Selamat pagi kak," ucap cecil sambil tersenyum dengan manja. "Aku membuat sarapan khusus untuk kakak" ucapnya sambil menunjuk tempat bekal yang Dia bawah.
"Tante saya harus segera kembali," ucapku pada ibu.
"Tapi nak, Cecil sudah membuat sarapan untuk mu" ucap ibu dengan nada sedikit membujuk.
"Maaf tan, saya ada urusan" ucapku menolak dengan lembut.
Aku ingin segera pulang dan mengenalkan Tika. Aku tidak sabar melihat reaksi Mama dan Oma. Dan aku juga harus menghindari Cecil, sepertinya dia menyukai diriku. Aku tidak ingin membuatnya terluka nantinya.
"Kau ikut dengan ku," ucapku pada Tika.
__ADS_1
"Ha, kok aku." tanyaku pada pria itu sambil menunjuk diriku sendiri. Kenapa aku harus ikut dengan nya pikirku.
Aku menarik tangan wanita itu untuk segera ikut bersamaku. Aku tidak ingin membuang waktu dengan pertanyaan pertanyaan aneh darinya. Aku harus segera pulang, itu lah kata yang selalu keluar dari benakku
*Cecil POV
Aku yang melihat pria itu pergi bersama kakak menjadi sedih dan kecewa. Aku sudah bersusah payah membuatkan dirinya sarapan, tapi dia malah pergi dangan membawa kakak. Aku menjadi benci dengan Kakak karena dia sudah merebut kebahagiaan ku.
"Kau tenang saja nak. Ibu akan berusaha membuat pria itu menjadi milik mu." ucap Ibu menenangkan diriku. Mungkin Ibu tahu apa yang sedang aku rasakan sekarang.
"Itu baru anak Ibu." ucap Ibu sambil memeluk tubuhku dari samping.
***
__ADS_1
Aku terus saja ditarik oleh pria itu, sampai masuk kedalam mobil mewah yang pernah kunaiki waktu itu. Aku menatap heran padanya. Sebenarnya Dia ingin membawaku kemana? Dia tidak akan menjadikan diriku makanan hiu kan?
*Tuhan lindungi lah aku.* ucapku memohon dalam hati.
Aku mengendarai mobil ku menuju salah satu salon terbaik di kota. Aku tidak ingin memperkenalkan dia dengan kondisi seperti ini. Setidaknya dia harus terlihat segar, agar Mama tidak berpikir Dia terpaksa menjadi kekasih ku.
Aku menunggu hampir satu jam. Namun wanita itu tidak ada tanda untuk segera keluar. Saat aku ingin memeriksa nya aku, aku terhenti saat melihat wanita itu sudah berubah menjadi wanita yang sangat cantik. Gaun hitam di atas lutut itu sangat pas sekali ditubuhnya. Aku yakin Mama dan Oma pasti akan menyukai nya.
Aku menunjuk kan wajah dingin tanpa ekspresi seperti biasanya. Aku tidak ingin memujinya secara langsung, pasti wanita ini akan menjadi besar kepala. Aku lantas meninggalkan nya menuju tempat pembayaran tanpa mengatakan sepatah katapun.
Aku langsung menancap gas menuju rumah utama. Aku melihat jam tangan yang menujukan hampir jam setengah 9. Aku harus segera sampai dirumah, Aku takut akan di omeli oleh Mama karena terlambat sarapan bersama.
Aku masuk sambil mengandeng tangan wanita itu. Sebelum masuk ke dalam rumah , aku sudah meminta nya untuk berpura pura seperti sepasang kekasih pada umumnya. Meskipun awalnya wanita ini menolak, tapi dia setuju mengingat Ayahnya yang masih berada di rumah sakit.
__ADS_1
"Selamat pagi Ma," ucapku sambil mencium pipi Mama dan berjalan kearah Oma.
BERSAMBUNG......