
Tika tertidur setelah cukup lama menangis di dalam dekapan Zayn. Zayn semakin terpukul melihat nya. Entah kenapa hatinya sakit melihat wanita ini menangis. Apa aku telah jatuh cinta?
***
"Aku dimana?"
Rina melihat sekeliling kamar mewah bernuansa abu-abu yang terlihat begitu elegan. Dia menangis mengingat apa yang telah dia lakukan pada sahabat nya Tika. Dia membenci dirinya sendiri mengingat bagaimana terluka nya Tika, saat melihat mereka di dalam kamar milik Lukman.
"Apa pria itu melakukan nya padaku?" ucapku panik sambil melihat ke arah tubuhku yang masih berpakaian lengkap.
"Apa ini kamar milik pria itu?" batinku.
Cklekk....
Pandangan ku langsung tertuju pada sosok pria yang berdiri di depan pintu. Dengan penampilan yang sangat rapi dan wajahnya yang sangat tampan juga bersih. Dia tersenyum sambil berjalan kearah ku.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Prans.
"A... aku baik-baik saja, " jawabku gugup saat pria itu berdiri di depan ku. Tubuhnya lebih tinggi yang membuat aku harus melihat ke atas saat berbicara padanya.
__ADS_1
"Baiklah. Aku akan mengantar mu pulang." ucapnya.
Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan nya. Jujur aku sangat rindu untuk pulang namun. Aku tidak tahu apa mama dan papa masih mau menerima diriku. Apalagi dengan keadaan ku yang seperti ini.
"Apa kau tidak punya tempat tinggal?" tanya Prans. Aku hanya menggelengkan kepalaku sebagai jawaban. Tidak mungkin aku menceritakan semua yang baru saja terjadi padanya.
"Hm, kalau begitu kau akan tinggal disini untuk sementara" ucapnya.
Ku tatap bola mata coklat pria itu untuk mencari kebenaran, apakah dia tulus atau hanya mencari maksud lain. Sialnya aku malah tidak ingin memalingkan mataku dari wajahnya.
"Maaf merepotkan," ucapku tak enak.
"Sebagai gantinya kau harus membantu membersihkan rumah ini," ucapnya.
"Terimakasih banyak tuan," jawabku.
"Panggil saja prans." ucapnya.
"Terimakasih prans,"
__ADS_1
"Kau tidur di kamar ini. Aku akan tidur di kamar atas. Jika kau perlu sesuatu panggil saja aku," ucapnya saat berada di depan pintu.
Fiuhhhh....
"Akhirnya selesai," ucapku senang.
Ku seka keringat yang bercucuran karena sudah membersihkan rumah yang sangat besar ini. Apa pria itu hanya sendiri? Dimana kedua orangtua nya?
"Lebih baik aku sekarang memasak untuk makan malam" ucapku sambil berjalan kearah dapur.
"Dapur ini luas sekali. Kita lihat apa ada isinya?" ucapku sambil membuka pintu kulkas.
Mataku terbelalak melihat isi lemari es yang sangat besar. Lemari es sebesar ini tidak ada isinya? Dasar pria itu. Aku harus masak apa untuk makan malam?
Tok tok tok
Rendra terbangun dari tidur nya saat menyadari ada ketukan dari balik pintu. Karena tidak mengingat ada orang lain di rumah nya, ia pun membuka pintu dengan hanya menggunakan celana boxer.
"Aaaa, " teriak wanita yang ada di balik pintu.
__ADS_1
Rendra yang sudah sadar karena ada teriakan seorang wanita, langsung masuk kedalam kamar dengan wajah yang terlihat malu dan kesal. Dia langsung bergegas berganti celana dan menghampiri wanita itu, yang sudah duduk di meja makan sambil menopang dagunya.
*Dia wanita yang manis. * batinku.