
*Aku harus segera menikah. Aku akan meminta bantuan Prans untuk mencarikan wanita yang bersedia menikah kontrak denganku* pikirku.
*YUK SEBELUM LANJUT
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!!❤*
Aku pulang saat matahari hampir tenggelam. Ku parkirkan motor beat merahku di halaman samping, rumah yang tidak terlalu besar yang juga terparkir angkutan umum milik ayah.
*Seperti nya ayah sudah kembali bekerja,* pikirku. Karena seingat ku ayah sudah cukup membaik kesehatan nya.
Aku masuk dengan wajah sangat ceria. Aku terus saja tersenyum, namun senyumku hilang saat mendengar suara ibu berteriak meminta tolong.
*Tolong....tolong.....
(Ucap ibu sambil menangis*)
__ADS_1
Aku langsung bergegas masuk kedalam rumah. Pandangan ku langsung menuju ayah, yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai. Dengan ibu dan cecil yang menangis.
Aku langsung bergegas menelpon ambulance. Yang tak lama para tetangga datang membatu ayah untuk diangkat kedalam mobil ambulance. Sedangkan Ibu dan cecil terus saja menangis sepanjang perjalanan.
Kami tiba di rumah sakit dan langsung mengikuti ayah dari samping. Kami berhenti di depan ruangan karena tidak diperbolehkan untuk masuk. Suster menghampiri ku dan mengatakan aku harus segera pergi ke bagian administrasi. Aku pun langsung mengikuti nya dengan perasaan khawatir.
"Saya ingin mengetahui, berapa biaya pengobatan ayah saya atas nama Adi Susilo," ucapku bertanya kepada suster bagian administrasi.
"Biaya pengobatan atas nama bapak Adi Susilo mencapai 200 juta," ucap suster itu.
"Apa tidak salah? Kenapa banyak sekali." ucapku panik.
*Dimana aku harus mencari uang sebanyak itu?* ucapku sedih dalam hati. Aku harus mencari jalan keluarnya secepatnya, jika tidak ayah akan semakin kritis.
Aku menghubungi Lukman dan Rina. Namun ponsel mereka tidak bisa dihubungi. Aku menjadi semakin panik aku harus meminta bantuan siapa.
*Tuhan bantulah aku. Kirimkan seseorang untuk menolongku* gumamku dengan nada sedih.
__ADS_1
*Zayn POV
Aku pergi ke rumah sakit untuk melihat perkembangan nya. Sudah lama aku tidak mampir dan bertemu dengan sahabatku, yang sudah cukup lama bekerja disini sebagai salah satu dokter terbaik. Aku melihat wanita yang tidak asing sedang terlihat panik, dengan memegang ponselnya. Sepertinya ia sedang menghubungi seseorang.
"Sedang apa kau disini?" ucapku bertanya padanya.
"Tolong bantu aku. Ayahku sedang sakit dan harus segera dioperasi. Tapi aku tidak memiliki uang sebanyak itu." ucapku pada pria itu sambil menahan tangis.
Aku yang mendengar itu, langsung mengajak ia masuk menemui bagian administrasi. Dan mengatakan aku akan membayar semua biaya pengobatan ayah wanita itu.
Aku mengikuti wanita itu sampai didepan ruangan operasi. Yang terdapat seorang ibu dan gadis yang lebih mudah dari wanita disamping ku. Mungkin itu ibu dan adiknya.
"Bagaimana keadaan ayah?"tanyaku khawatir.
"Ayah sedang ditangani oleh dokter," ucap Cecil dengan terus menangis.
Kami terus menunggu didepan ruang operasi. Sampai seorang dokter keluar mengatakan bahwa operasi ayah berjalan dengan lancar. Dan ia akan segera melewati masa kritisnya sambil melihat kearah kami semua.
__ADS_1
"Selamat malam tuan muda, " ucap dokter itu menyapa ku dengan senyum dan sedikit terkejut.
BERSAMBUNG.........