
*Dia terlihat semakin manis ketika sedang kesal* gumam ku.
YUK SEBELUM LANJUT BACA
JANGAN LUPA LIKE VOTE DAN KOMEN
HAPPY READING WAAK!!!❤*
*Zayn POV
Kami masuk kedalam ruangan ayah untuk melihat keadaan ayah. Aku dapat melihat raut sedih diwajah gadis itu. Namun saat dihadapan ibu dan adiknya dia terlihat yang paling tegar. Dan aku yakin pasti mereka tidak memiliki hubungan yang terlalu baik. Dan ibunya terlihat begitu sangat menyayangi adiknya melebihi dirinya.
Karena sudah larut malam, aku memutuskan untuk tidur di ruangan Dokter Martin. Aku tidak yakin wanita ini mau satu ruangan bersamaku, walaupun dia tahu kami akan segera menikah dengan waktu yang dekat.
Aku pergi meninggalkan wanita itu untuk bisa bersama ayahnya. Karena aku yakin ia sedang ingin berdua, mungkin itu bisa mengurangi kekhawatiran nya.
*Tika POV
Melihat pria itu pergi, aku langsung mendekati ayah. Aku duduk disamping ayah sambil menggenggam tangan nya. Aku sangat khawatir dengan keadaan ayah, aku takut kehilangan ayah. Cuman ayah yang selalu mendukung dan memberikan ku kekuatan disaat lemah. Ayah adalah cinta pertama untuk anak perempuan nya
__ADS_1
***
Aku menghubungi sekretaris ku untuk mencari informasi tentang wanita berlesung pipi itu, entah kenapa aku begitu ingin mengetahui semua tentang dirinya.
Aku masuk kedalam ruangan yang membuat sosok di dalam nya langsung menyatukan alisnya. Mungkin ia heran kenapa dijam seperti ini aku masih berada di dalam rumah sakit.
"Aku ingin beristirahat disini. Kau bisa pulang sekarang dan kembali sebelum matahari terbit" ucapku dengan nada dingin.
Aku terkekeh mendengar ucapan pria yang baru saja masuk kedalam ruanganku. Aku tidak tersinggung sedikitpun, karena aku sudah terbiasa dengan sikap nya yang seperti itu.
"Siapa wanita itu?" tanyaku dengan rasa penasaran. Karena tidak biasanya sahabatku mau berdiam diri di rumah sakit, karena ia tidak menyukai bau obat yang selalu tercium dimana pun.
"Dia wanita yang sangat manis" ucapku sambil membayangkan wajah gadis itu.
"Jangan kau berani memujinya. Dia adalah calon istriku." ucapku dingin dan penuh penekanan.
*Sepertinya Zayn menyukai wanita itu. Ia terlihat kesal ketika aku memujinya.* gumam ku.
Aku pun tertawa terbahak bahak, melihat raut wajah Zayn yang sudah terlihat memerah menahan kekesalannya.
__ADS_1
"Berani sekali kau menertawakan diriku" ucapku dengan nada yang kesal.
"Ah maafkan saya tuan muda" ucapku dengan wajah yang terlihat menyesal, padahal aku sangat menikmati nya. Sedangkan Zayn terlihat mendengus dan membuang nafas kasar. Mungkin ia sudah tidak heran dengan sikap ku.
*Kriing......kriing......
(Bunyi suara handphone Zayn*)
Aku langsung mengangkat telepon ketika melihat nama yang terterah di layar. Aku lantas membuang nafas dan mengangkat telepon dengan suara yang sangat lembut.
"Iya mah, " ucapku dengan suara yang sangat lembut. Aku selalu berbicara lembut dengan mama dan oma karena mereka perempuan yang sangat berharga untuk diriku.
"Nak kau dimana?" tanya Mama dengan suara yang terdengar khawatir.
*Astaga aku lupa mengabari Mama. Pasti mama sangat khawatir sekarang* pikir ku.
"Aku sedang berada di rumah sakit mah," ucapku enteng pada Mama.
"Apa yang telah terjadi padamu nak?" tanya mama dengan suara yang lebih khawatir yang membuat diriku merutuki kebodohan ku.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......