PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN

PERTENGKARAN BERUJUNG PERNIKAHAN
EPISODE 36 AKU LANGSUNG SEHAT


__ADS_3

Dertt dertt


"Curut! " ucap Tika saat membaca layar handphone milik Zayn.


"Zayn kami sudah menyelamatkan nyonya," ucap Prans dari sebrang telepon.


Jadi Zayn lebih memilih menyelamatkan aku dari pada ibunya sendiri? tanya batin Tika tidak percaya.


"Zayn!! " teriak Prans dari sebrang telepon karena tidak mendengar perintah apapun.


"Tidak usah berteriak. Aku bisa mendengarnya. Zayn sedang berada di ruangan operasi. Dia tertembak karena menyelamatkan ku, " lirih Tika.


"Sekarang kalian berada di rumah sakit mana?" tanya Prans.


"Kami berada di rumah sakit Rozhdestvenskiy," jawab Tika.


"Aku akan segera datang." kata Prans menangkan Tika.


Prans menutup telepon dengan khawatir. Dia tahu Zayn pria yang sangat kuat tapi apa mungkin dia tidak mengingat kejadian dulu? batin prans bertanya.


Cklekk


"Maaf membuatmu terkejut nyonya," ucap Prans saat melihat Mama Rena tengah duduk bersandar.

__ADS_1


"Jangan panggil aku nyonya. Mulai sekarang panggil aku mama, " ucap Mama Rena pada Prans.


Auwww!!


"Ternyata ini bukan mimpi, " ucap Prans kesakitan karena mencubit tangan nya sendiri.


Mama Rena sedikit terkekeh melihat perbuatan yang di lakukan oleh Prans.


"Itu tidak mungkin nyonya. Saya tidak pantas," ucap Prans sambil menunduk.


"Kau sudah menyelamatkan nyawaku. Dan aku ingin mulai sekarang kau panggil aku Mama. Aku tidak mendengar alasan apapun," tegas Mama Rena agar Prans menurutinya.


"Baik nyonya, ehhh baik Mama," jawab Prans.


"Dasar kau ini. Panggil aku Mama jika kau siap di gantung oleh ibumu itu, " jawab Mama Rena tertawa.


Omar langsung menggelengkan kepalanya. Dia ingat bagaimana ibunya dulu mengikatnya di atas pohon karena tidak memakan sarapan nya.


"Ah, itu tidak perlu nyonya," ucap Omar sambil mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dimana putra dan calon menantuku? " tanya Mama Rena karena tidak melihat putra kesayangannya.


"Zayn tertembak karena menyelamatkan Tika mah, " kata Prans meskipun canggung memanggil dengan sebutan Mama.

__ADS_1


"Apaaa!! "


"Siapa yang berani melakukan itu pada putraku?" tanya Mama Rena dengan sorot mata yang sangat tajam.


Jika diperhatikan saat Nyonya Rena dan Zayn marah mereka memiliki mata seperti singa gila yang ada di kandang, batin Omar.


"Ayo bawa Mama bertemu dengan kakakmu," ajak Mama Rena.


"Tapi Mama baru saja bangun dari pingsan," jawab Prans khawatir terjadi sesuatu pada Mama Rena.


"Aku langsung sehat jika ada yang ingin menyakiti anakku,"


Sambil nunggu cerita ini up bab baru. Yuk mampir ke lapak sebelah. Jangan lupa like rate dan komen. Apalagi kalau komentar kalian yang berhubungan dengan isi cerita. Itu membuat saya terbang melayang hehe. Kalok vote author kagak maksa tapi kalau mau berbagi author mah menerima wkwkwk.


Terus pantengi novel ini ya gays. Terimakasih untuk yang selalu setia mampir. Maaf kalau saya balas komentar kalian lama. Dan untuk novel yang belum sempat saya hampiri mohon maaf ya karena saya telat mampir.


Tapi kalian tenang saja meskipun telat saya akan hadir dengan membawa like yang tertinggal. Dan untuk pembaca yang sudah bom like di karya saya, saya ucapkan banyak terimakasih. Jika saya belum bom like di karya kalian sedangkan kalian sudah bom like di novel saya tolong beritahu ya oke!!


aku sayang kalian:)


KANJUTTTT


DAN HAPPY READING ZHEYANG!!

__ADS_1


__ADS_2