
Zayn yang mendengar Tika mengatakan itu langsung menggelitik pinggang nya. Tika yang merasa geli terus saja memberontak. Akibat hal itu tubuhnya pun oleng hampir terjatuh dari kasur rumah sakit. Zayn yang bersama Tika dengan siaga langsung menangkap tubuhnya.
Mereka terus saja berpandangan dan mengagumi satu sama lain dalam diam. Entah apa yang merasuki tubuh Zayn, pria itu perlahan mendekati wajah Tika. Tika yang merasa aneh dengan sikap Zayn, langsung mendorong tubuhnya. Namun naas itu terjatuh dengan manarik kemeja Zayn.
Zayn yang tidak siap akhirnya terjatuh bersama Tika. Dengan posisi di atas tubuh Tika. Zayn memperhatikan mata indah milik Tika yang tidak berkedip sedikit pun. Mata nya terlihat sangat teduh. Zayn terus saja memperhatikan setiap inci wajah milik Tika.
"Apa yang kau lihat. Cepat turun!" ucap tika malu.
Zayn langsung bangkit dan membersihkan kemeja yang tidak kotor sedikit pun. Tika yang melihat itu menjadi kesal padanya. Bukan nya membantu aku berdiri malah sibuk membersihkan kemeja nya.
"Hei cepat bantu aku berdiri. Badanku sakit karena tubuhmu," perintah Tika pada Zayn.
"Dasar manja," ucap Zayn berjalan ke arah Tika.
Tika yang mendengar itu hanya menghembuskan nafas dengan kasar. Jika saya tubuhnya tidak lemah, pasti sekarang dia akan menendang pria itu keluar dari kamar ini.
Kriuk kriuk
__ADS_1
*Dasar perut sialan. Apa tidak bisa kau bersuara setelah dia pergi?* batin Tika dengan kesal.
"Apa kau lapar?" tanya Zayn pada Tika.
"Mengapa kau bertanya? Jelas saja aku lapar. Ini sudah waktunya makan malam." jawab Tika tanpa malu.
Zayn terkekeh mendengar perkataan Tika. Dia memang wanita yang aneh. Biasanya para wanita akan pura pura tidak lapar saat bersamaku. Tapi dia malah berterus terang mengatakan dia lapar. Memang wanita aneh.
"Apa kau sudah tidak waras? Jangan tersenyum seperti itu. Apa kau sudah jatuh cinta padaku?" ucap Tika gamblang.
"Pede sekali dirimu," jawab Zayn sambil membuang wajahnya.
"Iya aku pesankan. Kau ingin makan apa?" tanya Zayn sambil memegang ponsel nya.
"Aku ingin nasi goreng,nasi padang, ayam penyet, ayam bakar,ayam panggang dan jangan lupa sate dua bungkus," ucap Tika antusias.
Zayn menatap heran ke arah Tika. Apa gadis sekecil ini bisa menghabiskan makanan sebanyak itu? Apa dia mempunyai perut karet?
__ADS_1
"Kenapa? Apa kau takut uang mu habis karena membelikan aku makanan sebanyak itu," tanya Tika melihat Zayn yang hanya diam.
"Tidak sama sekali. Makanan akan segera tiba," jawab Zayn.
***
"Maaf, aku angkat telepon dulu," ucap Prans.
"Aku ingin dalam waktu setengah jam makanan itu sudah ada di rumah sakit sekarang." ucap pria di sebrang telepon.
"Baik tuan muda." jawab Prans.
Prans bergegas pergi ke dalam kamar untuk mengganti baju dengan jas kerjanya. Rina yang melihat itu, tidak bisa menahan pertanyaan untuk tidak menanyakan pada Prans.
"Kau akan pergi kemana?" tanya Rina saat melihat Prans turun sambil memakai dasi.
"Aku harus pergi ke rumah sakit. Kekasih tuan muda sedang sakit." jawab Prans.
__ADS_1
"Apa aku boleh ikut bersamamu?" tanya Rina menunduk.
"Hm, baiklah. Ayo!" jawab Prans sambil berjalan ke luar rumah.