
"Kenapa kau masih bisa cerewet di saat seperti ini, " kesal Prans.
"Oke baiklah. Aku akan masuk sekarang, " kata Omar.
Prans mengalihkan mereka semua agar Omar dapat masuk. Meskipun lengan kirinya terluka tidak mengurangi kemampuan bela diri yang dia miliki. Prans pria klop yang jago bela diri dan tidak terlalu banyak bicara. Namun berbanding terbalik dengan Omar yang sangat cerewet.
"Mereka menyembunyikan nyonya dimana?" tanya Omar pada dirinya sendiri.
Omar terus menyelusuri rumah besar itu. Dia terlihat santai seperti tidak melihat bahaya apapun di hadapan nya. Dia terus berjalan dengan memasang indra pendengaran nya.
Brakk
Prans mendekati asal suara. Dia sedikit heran melihat isi ruangan itu. Hanya ada dua penjaga di dalamnya. Omar lantas masuk dengan mendobrak pintu itu. Ia lantas menembaki mereka berdua hingga mucrat.
"Aku datang nyonya," ucap Omar.
"Jangan mendekat," kata Mama Rena.
"Nyonya tenang lah kita sudah aman, " ucap Omar sambil berjalan mendekati Mama Rena.
Omar berjongkok dan membuka ikatan di kaki Mama Rena. Mama Rena langsung berjalan menjauhi tempat Omar berdiri.
__ADS_1
Sepertinya nyonya sangat tidak sabar keluar dari sini. Hingga dia berlari menjauhi aku, pikir Omar.
Mama Rena POV
Aku terbangun dengan kepala yang sedikit pusing. Aku melihat sekeliling menyadari saat ini aku sudah tidak berada di dalam rumah. Ingatanku kembali saat mengingat bagaimana mereka membunuh semua orang di rumah. Namun aku sedikit legah menyadari Mama dan Zayn tidak ada di rumah. Menyadari ada hal yang aneh menempel di tubuhku. Aku lantas melihat ikat pinggang yang seperti mengikat sesuatu.
Ini seperti bom, batinku.
Mama Rena POV End
"Omar jangan mendekat. Apa kau tidak melihat ini? " tanya Mama Rena sambil memperlihatkan bom waktu yang sengaja di ikat di punggung nya.
"Dasar bodoh!! Kenapa kau tidak segera keluar membawa nyonya," teriak Prans masuk ke dalam ruangan.
"Prans berhenti jangan mendekat," ucap Mama Rena.
"Ada apa nyonya? Kami datang untuk menyelamatkan mu, " jawab Prans heran melihat sikap Mama Rena.
"Kaparat!! Berani sekali mereka melakukan ini, " ucap Prans saat memperhatikan ada sesuatu yang berada di balik badan Mama Rena.
"Kenapa kau hanya diam. Dasar bodoh, " umpat Prans pada Omar.
__ADS_1
Tit tit tit
Mereka berdua lantas diam saat mendengar suara itu. Mereka sadar bom itu sudah aktif sekarang. Mereka harus segera mematikan bom itu agar bisa selamat.
"Omar lakukan sesuatu," kata Prans.
"Kalian pergi. Kita hanya mempunyai waktu kurang dari 5 menit. Jika kalian tidak pergi kalian tidak akan selamat." ucap Mama Rena khawatir.
Bahkan saat seperti ini nyonya masih memikirkan kami, batin Prans.
"Kami tidak akan meninggalkan nyonya," ucap Prans.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Omar.
Prans perlahan mendekati Mama Rena meskipun dia menolaknya. Prans memperhatikan tampilan bom ini. Rangkaian bom ini tersusun sangat rapi. Harus orang yang profesional yang dapat mematikan nya.
"Prans pergilah," lirih Mama Rena karena tidak yakin bisa selamat.
Prans yang di dorong oleh Mama Rena tak sengaja menarik salah satu layar yang terdapat didalam bom itu. Mereka semua terlihat menjadi semakin panik saat melihat salah satu layar tersebut lepas dari tempat nya.
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA AUTHOR YANG LAINNYA.
__ADS_1