Petualangan Gembira 1 Bagian 2

Petualangan Gembira 1 Bagian 2
3. Curhat


__ADS_3

Ternyata dia itu nggak bersalah, aku hanya salah sangka saja sama dia. Ketika dia di pukuli sama temanku di depan rumahku, dia berdarah dan tak tahu kemana sekarang. Kata sahabatku yang dari Jakarta, dia gegar otak. Aku merasa menyesal banget nggak bisa bertemu dia lagi. Aku takut jika dia meninggalkan aku untuk selamanya gara-gara perbuatanku yang tidak memaafkannya dan perlakuan teman cowokku satu sekolahan yang menganiaya dirinya. Ternyata semenjak kejadian itu aku baru sadar jika aku malah jatuh cinta kepadanya. Sungguh bodohnya aku yang tahu cinta dengannya tapi dia enggak ada di sisiku. Tolong jika kamu hai sahabat dekatku yang aku cintai saat ini yang lagi mendengarkan, aku mohon maaf ya. Aku pasti menantikanmu dan aku sudah nggak marah sama kamu kok. Aku berjanji akan selalu mencintaimu sampai maut menjemputku. Maafkan aku ya sayang, aku berharap kamu masih hidup dan Tuhan masih memberikan kesempatan kepadamu untuk hidup dan bahagia bersamaku lagi. Putra aku sangat mencintaimu janganlah kamu meninggalkan aku lagi, aku rindu sama kamu.” Ajeng keceplosan menyebutkan nama Putra, dia ketika berbicara sambil menangis sedih. Kedua penyiar radio yang mendengarkan juga sedih. Tiba-tiba telepon mereka terputus karena Ajeng lupa mengisi pulsa pra bayarnya. “Halo...halo...halo...aduh, sambungannya putus lagi. Kenapa ya.” Ajeng mengecek pulsanya dengan mengetikkan beberapa angka dan mecall. “Pantesan putus, pulsaku habis sih. Oh ya tadi sore kan lupa beli pulsa, payah nih Gua.”


“Yah putus lagi, gimana sih Glapers Ketiga ini. Rama kita beri kesempatan lagi deh kepada Glapers Ketiga jika dia ingin nerusin ceritanya lagi. Tapi, dari ceritanya tadi aku udah nangkap kok permasalahan yang Glapers Ketiga hadapi.”


“Oh ya, tantang apaan tuh Sinta.”

__ADS_1


“Dengar ya, ini urusan cewek aja yang ngerti. Bagi yang cowok atau makhluk jadi-jadian semacam bencong nggak akan ngerti deh.” Ucap Santi dengan pedenya. “Memang cowok tuh sukanya nyebelin jika punya masalah dengan dua hati yang akan bersatu yaitu hati ceweknya, apalagi sampai menyakiti hati cewek. Yah begini nih jika cowok mempunyai salah yang nggak termaafkan kemudian meminta maaf. Apalagi sudah masuk ke dalam ranah percintaan atau jatuh cinta, wah pikiran udah nggak bisa obyektif lagi jika memandang sesuatu. Buat Glapers Ketiga yang sabar ya, aku tahu kok jika Putra kan yang kamu sebut namanya kekasih hatimu tadi. Semoga dia diberi kesempatan lagi untuk hidup dan kamu bisa bertemu lagi. Memang cinta itu sulit di tebak, batasan antara cinta dan benci itu tipis banget. Karena apa, yah itu tadi. Wadah benci dan cinta itu dalam satu wadah yaitu hati yang kamu miliki. Mana ada hati manusia ada dua, antara hati berisi cinta dan hati berisi benci, ibarat hati itu seperti putaran generator atau putaran jam yang sangat cepat. Karena perubahan dari benci menjadi cinta itu sangat cepat banget. Itu yang aku ketahui tentang arti cinta, persahabatan, permusuhan dan benci. Begitu Rama, kamu paham enggak.” Ucap Santi yang menatap mukanya Rama yang sedang manggut-manggut memahami penjelasan dari Santi.


“Wah sepertinya Santi nih banyak pengalaman tentang cinta. Sepertinya pernah di putusin cowok berkali-kali ya atau sahabat cowokmu yang mutusin kamu ketika kamu mengungkapkan cinta kepadanya.” Ucap Rama yang menuduh Santi dengan candaan.


“Eits. Rama udah nggak bener nih, tuduhanmu salah besar. Aku tipe cewek setia tau’, enggak seperti kamu yang gonta-ganti pacar mengikuti musim tropis, ya kan ngaku aja. Eh siapa tahu loh Rama mantan cewekmu apalagi cewek barumu mendengarkan pada malam ini.” jawab Santi yang nakut-nakutin Rama.

__ADS_1


Setelah musik dari AFGAN Feat NAGITA SLAVINA selesai, Radio Geronimo FM kembali ke acara radio gelap lagi. Ada beberapa tanggapan yang membuat Ajeng menjadi terhibur, karena para fanatik Radio Gelap sangat antusias memecahkan masalah yang dihadapi Glapers. Akhirnya malam itu Ajeng tertidur mendengarkan Radio Geronimo FM sampai pagi.


Pagi harinya Ajeng pergi ke sekolah sendirian, dia diantar sopir pribadinya yang menaiki Honda Jazz berwarna putih miliknya. Sebenarnya Ajeng suka nyetir mobil sendiri jika ingin pergi ke sekolah dan jalan-jalan. Namun, tidak boleh sama Papanya karena Ajeng belum mempunyai sim A. Dasar Ajeng, begini nih jika cerdas dan pemberani. Apapun masalah yang dihadapi yang membuat penasaran, selalu saja menjadikan dirinya ingin mencobanya dan menguasainya untuk menambah pengetahuan bagi dirinya, tapi sesuatu hal yang positif. Karena jiwanya Ajeng adalah baik dan selalu berbuat kebaikan, jika dia bersebelahan sesuatu hal yang negatif pasti dia akan pergi meninggalkannya.


Ketika Ajeng sampai di sekolah, dia pergi ke kelasnya Putra untuk mencari keberadaannya saat ini. Ajeng bertanya keberadaan Putra pada teman dekatnya. Namun, seluruh temannya Putra baik itu sahabat dekatnya sampai teman biasa tidak mengetahui keberadaaan Putra. Malahan mereka kaget luar biasa jika Putra terkena musibah. Tiga hari Ajeng mencari Putra, tapi sia-sia saja dia mencari. Bahkan dia mencari ke rumahnya Putra lagi, di sana juga tidak ada. Ajeng pergi ke tokonya, karyawannya Putra juga tidak tahu keberadaannya. Mulai saat ini Ajeng putus asa, dia sangat rindu sekali dengan Putra. Dia tidak ingin kehilangan lagi seperti dulu yang membuat dia susah untuk tidur.

__ADS_1


Desas-desus di sekolahnya, semua siswa tahu jika Ajeng sudah tunangan. Berita ini menyebar luas sangat cepat sekali, sehingga seluruh siswa tahu jika Ajeng sudah tunangan. Bahkan parahnya lagi berita ini memberitahukan jika Ajeng bertunangan dengan ketua BES. Ajeng tidak tahu dengan berita ini, karena saat ini dia sedang memikirkan Putra dan sering melamun di dalam kelas. Jika Ajeng berjalan, selalu tidak fokus yang membuat heran teman sekelasnya. Ada juga selebaran yang diterima sebagian siswa di sekolahnya Ajeng. Isi selebaran itu memberitakan, bahwasanya Putra itu anak haram dan anak *******. Ibundanya seorang ******* yang menghasilkan anak haram, sampai sekarang Ibundanya meninggalkan Putra dan Ayahnya dengan laki-laki lain. Putra hanya hidup dengan Ayahnya yang menderita dengan penyakit yang sangat ganas. Jadi selebaran itu intinya menjatuhkan harga dirinya Putra, juga menyuruh untuk menjauhi Putra yang menderita penyakit ganas keturunan.


__ADS_2