Petualangan Gembira 1 Bagian 2

Petualangan Gembira 1 Bagian 2
25. Gudang Garam


__ADS_3

“Halo, Radio Imelda FM Female Station.”


“Halo juga, benar banget passwordnya. Dengan siapa dan dimana ya.”


“Dengan Gita Mbak, di Tembalang aja. Aku mau request lagu Mbak di pagi yang cerah ini walaupun agak mendung.”


“Yap, boleh banget. Lagunya apa sayang.”


“Lagunya dari SECOND CIVIL ya mbak, judul lagunya TERPILIH TERKASIH.”


“Oke deh, ditunggu ya. Aku cari dulu lagunya ada apa enggak di komputer. Lagu ini untuk siapa sayang.”


“Lagu ini untuk sahabatku Ajeng dan kakakku Putra, aku harap kalian bisa bersatu lagi ya. Aku ingin kalian bisa bersatu lagi dan menjadi sahabat lagi yang selalu mencinta dimanapun dan bagaimanapun kalian harus selalu bersama. Udah, gitu aja mbak.”

__ADS_1


“Baiklah, untuk sahabatmu ya Git. Semoga mereka dapat bersama lagi. Oke kita kembali ke lagu aja di pagi ini agar lebih semangat. Bangun, bangun, bangun, yang masih tidur ayo bangun dan olahraga di pagi ini agar semangat menjalankan aktifitas nantinya.” Ucap Penyiar Radio Imelda Fm Semarang. Hapenya Gita dimatikan sama dirinya kemudian mendengarkan Musik yang di pesan para Female yang lain. Dia sambil tiduran di kasurnya menunggu Musik yang di request dirinya untuk di putar. Akhirnya lagu itu diputar juga, yang berjudul TERPILIH TERKASIH dari Group Band SECOND CIVIL. Mendengar lagu yang di requestnya, Gita mendapatkan intuisi di pagi itu untuk bertindak cepat dan akurat. Sambil tiduran dia berfikir memeras otaknya yang masih fresh di pagi hari. Dia juga bicara sendiri yang mengenang mereka berdua yaitu Ajeng dan Putra.


“Gimana ya caranya agar masalah ini terselesaikan, oh yah Buku Passportnya kak Putra kan bisa untuk melihat orang yang ditujunya. Tapi sayang, bukunya kak Putra di bawa temannya Putri, masalahnya kan masih ada nggak ya buku itu. Apalagi jika buku itu di balikin oleh mereka ke Toko Buku Gramedia Yogyakarta. Wah peluangnya kecil banget deh, tapi patut di coba. Apa lebih baik hari ini aku ke Yogyakarta aja ya, mampir ke rumahnya Bude kemudian ke rumahnya Putri. Apa perlu Putri diberitahu mengenai keberadaan kakak baruku yang kucinta dan kondisinya saat ini yang telah menghilang entah kemana.” Ucap Gita sendirian. Dia terus berfikir dan berfikir untuk memikirkan akibat baik dan buruk jika dia pergi ke rumahnya Ajeng. “Aku putuskan aku harus kesana, ke rumahnya Putri hari ini juga. Dia harus tahu berberadaan Putra dan kebenarannya jika Putra telah hilang. Aku pun harus mempersatukan mereka berdua agar Putra bisa sekolah lagi eh kakakku bisa sekolah lagi bersama pacar barunya. hihihi.” Ucap Gita yang cekikikan sendiri membayangkan kemesraan Putra dan Ajeng di Yogyakarta. Gita juga sudah kembali bersemangat lagi dalam hidupnya di pagi yang penuh inspirasi. SECOND CIVIL Judul Lagu TERPILIH TERKASIH. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 77).


Di pagi itu Gita bersiap-siap untuk pergi ke kota Yogyakarta, dia juga meminta izin sama kakaknya untuk mengantarkannya beli tiket menuju Yogyakarta. Dia sudah mempersiapkan semua kebutuhannya dipagi itu. Gita berangkat bersama kakaknya beli tiket sambil menunggu busnya di tempat penjualan tiket.


“Gita, hati-hati ya kamu dalam perjalanan. Kamu harus bisa jaga dirimu ya sayang, nanti jika ada yang sok akrab dan nawarin kamu makanan atau minuman jangan diterima. Bisa jadi orang itu nggak bermaksud baik sama kamu, kelihatan baik tapi di dalamnya jahat banget seperti serigala berbulu domba. Siapa tahu di dalam makanan dan minuman itu mengandung obat bius, nyawa kamu bisa terancam dan diperlakukan sama mereka yang nggak pantas. Oh iya, kamu jangan suka membeli minuman atau makanan sama pedagang asongan ya sayang, siapa tahu mereka kerja sama dengan penjahat yang akan mencelakaimu dengan mencampur obat bius di dalam makanan dan minuman yang kamu beli. Aku takut kehilangan adik yang aku sayangi, aku nggak ingin kehilangan lagi seperti Putra yang saat ini belum ditemukan. Kamu harus bisa jaga diri ya sayang, kalau aku nggak sibuk banget kuliahku, aku pasti mengantarmu ke rumahnya Bude.” Ucap kakaknya Gita. Narin sangat sayang sekali dengan adiknya, dia memeluk Gita yang akan pergi ke kota Yogyakarta. 


“Iya kak, aku pasti akan jaga diri deh kak.” Mereka berdua menaiki bus patas yang sudah datang. Keduanya berpelukan lagi di dalam bus. 


“Iya kak.” jawab Gita. Dia memeluk sangat erat sekali kepada kakaknya yang di lihat sama penumpang lain. Membuat iri saja keakraban mereka berdua sebagai kakak dan adik. Narin turun sambil melambaikan tangannya, Gita juga melambaikan tangannya di dalam bus yang mulai berjalan. 


iiiii

__ADS_1


Sementara itu di dalam Gudang Garam. salah satu dari preman ini akan membunuh Putra, akan tetapi gagal karena dihalang-halangi preman yang satunya. Putra mendengarkan dan melihat percakapan di antara mereka berdua untuk merencanakan sesuatu yang sangat jahat.


“Jo, bagaimana kalau si ******* ini kita bunuh saja.” Ucap Preman yang jahat bernama Tukimin.


“Jangan Min, sepertinya Polisi saat ini sangat canggih. Polisi sekarang itu punya cenayang istilah kerennya. Tapi istilah kita sih punya Kesepuhan atau Paranormal bisa juga Dukun yang bisa mengetahui keberadaan orang yang dicari polisi. Jadi kalau kita bunuh si makhluk yang tidak berguna ini, kita malah ditangkap dan hukuman kita malah berat, bisa jadi seumur hidup atau hukuman mati. Kita bukan politikus yang punya uang banyak, kita tidak bisa membeli pengacara yang handal apalagi membeli hukum untuk memenangkan pengadilan bagi kita.” Ucap Preman yang satunya bernama Paijo.


“Terus kita apain si ******* ini yang telah menjebloskan teman-teman kita.” Ucap Preman yang bernama Tukimin. Putra mendengarkan dan melihat mereka bicara yang tidak disadari oleh kedua preman yang jahat.


“Kita hajar saja baik pagi, siang bahkan malam untuk memuaskan amarah kita. Itu sudah cukup bagi kita yang tangan kita sangat gatal sekali, gara-gara dia rancana kita jadi gagal.” Ucap Preman Paijo.


“Terus rencana kita saat ini bagaimana Jo.”


“Gini Min, lebih baik saat ini kita pergi ke Kalimantan terus ke Papua. Kita cari gadis-gadis muda dari Kalimantan terus kita jual ke Papua. Sepertinya bisnis penjualan gadis lagi prospek nih. Apalagi di Papua lagi membutuhkan stok para gadis dari pulau lain yang cantik dan seksi tentunya.”

__ADS_1


“Apa kita tidak ke Batam aja Min, di sana kan lebih prospek lagi. Di Batam juga kita bisa berdagang bayi hasil dari para PSK yang nantinya kita jual ke Singapura. Temanku banyak yang sukses menjual bayi ke Singapura.”


__ADS_2