
“Ada apa emangnya Fan, matamu kok merah sih.”
“Ceritanya di dalam aja yah say.” Mereka berdua masuk ke dalam rumahnya Ajeng kemudian duduk di sofa ruang tamu. Gudeg mulai membuka suara yang agak marah dan sedih.
“Jeng, Cornelia, Naily, Fitri dan kamu Yanti, Putra selama ini bohong. Kita telah di bohongi Putra habis-habisan.” Ucap Gudeg yang marah dan tidak percaya dengan jalan pikirannya Putra.
“Maksudmu apa Fan, dia bohong seperti apa. Sepertinya kamu marah banget sama dirinya, bukannya kamu sahabat cowoknya Putra yang paling dekat.” Ucap Ajeng yang sedih, ada apa Putra kok selalu begitu pikirnya.
__ADS_1
“Iya. Emangnya apa sih yang di lakukan Putra say.” Tanya Cornelia yang penasaran.
“Lihatlah handycam ini yang aku bawa. Isi di handycam ini adalah Putra merencanakan sesuatu ketika berada di kamarku sebelum Putra pergi ke Semarang.” Ucap Gudeg yang mengambil handycamnya di dalam tasnya. Mereka semua melihat handycam milik Gudeg yang di nyalakannya. Nampak ada gambar bergerak sesosok laki-laki dan laki-laki itu adalah Putra yang duduk di kasur sambil memegang tangan kirinya yang sakit. Putra mulai berbicara sendiri sambil melamun, dia membicarakan sesuatu hal yang aneh di luar nalar manusia yang normal. Ajeng kaget begitu juga mereka semua, Putra telah merencanakan untuk segera pergi dari Yogyakarta dan merencanakan untuk mati. Dia juga berencana untuk tidak tinggal lagi di Yogyakarta. Melihat isi video ini, Ajeng menangis sambil menyeka air matanya dengan tisu. Ajeng tidak percaya jika Putra sudah putus asa dalam hidupnya. Mereka semua juga ikut sedih menitikkan air mata karena Ajeng menangis sesenggukan. Ajeng di peluk Naily di sebelahnya, Ajeng sangat sedih sekali, sahabat baiknya akan pergi ke alam lain.
“Handycam ini menyala tanpa sengaja yang berada di meja belajarku, aku baru tahu tadi malam.” Ucap Gudeg yang sedih. “Nang, apa yang kamu lakukan dan kamu pikirkan Nang. Kenapa kamu harus putus asa seperti ini, bukankah masih ada kita sahabatmu yang selalu membantumu.” Ucap Gudeg kepada Putra sambil melamun membayangkan Putra. “Kejadian ini terekam sebelum Putra pergi dari Yogyakarta Jeng. Maafkan aku ya Jeng jika aku nggak nyuruh dia untuk bertemu denganmu sebelum kepergiannya. Aku akan buat perhitungan dengan mereka yang melukainya, terima kasih Put kamu telah bilang yang enggak kamu sadari dengan rekaman ini.”
“Putra, kenapa kamu melakukan hal seperti ini. Emangnya kenapa Put dengan tunangan itu, kenapa hanya sebuah tunangan kamu harus pergi sih. Kenapa juga kamu nggak mau berobat ke Rumah Sakit, nanti jika kamu mati bagaimana Put. Aku sedih kehilangan kamu, karena kamu itu udah seperti jiwa dan ragaku.” Ajeng menangis sangat lama sekali, dia baru tahu dua bulan yang telah terlewati. “Fan, bagaimana jika saat ini Putra sudah meninggal, rekaman ini kan sudah lebih dua bulan yang lalu ya kan.”
__ADS_1
“Ajeng, sepertinya buat Putra nilai persahabatan untuk dirinya masih kurang. Jika kamu memang benar-benar cinta Jeng, kamu harus banyak berkorban jika memang kamu belahan jiwanya. Aku tahu saat ini kita masih remaja, tapi jika kamu yang dicintai Putra tidak membantunya maka masa depannya Putra akan rusak Jeng. Dia banyak bercerita tentang dirimu kepadaku, kamu sudah dipercaya seluruh jiwa raganya. Jika kamu berkata kepada Putra a, b atau c maka dia akan mengikuti apa yang kamu katakan. Dia berjanji akan berkorban untukmu apa saja dengan tujuan untuk membahagiakanmu Jeng. Kamu yang sabar ya, nanti jika dia balik lagi ke Yogyakarta, aku harap kamu bisa balik lagi dan kamu bisa mencintainya. Sudahlah saat ini kamu lupakan dengan tunanganmu, lebih baik kamu belajar untuk masa depanmu jangan sampai kamu keteteran di sekolah. Jika kamu bisa melupakan tunanganmu maka kamu bisa mencintai Putra secara penuh Jeng, percayalah sama aku.” Ucap Gudeg kepada Ajeng yang akan pergi dari rumahnya.
“Iya Fan, makasih banyak yah nasehatmu.” Jawab Ajeng yang senang dirinya di beri motivasi sama sahabatnya Putra.
Malamnya Ajeng memberitahukan kepada sahabatnya yang berada di Jakarta Grace dan Medina, jika Putra pergi untuk selamanya dari Yogyakarta dan juga rencana Putra untuk mengakhiri hidupnya. Ajeng sangat sedih, dia bercerita kepada Mamanya jika putra pergi untuk selamanya. Ajeng juga memberikan rekaman itu kepada Mamanya, melihat rekaman itu Mamanya melihatnya nampak sedih sekali anak sahabatnya putus asa seperti itu. Papa dan Mamanya berkonsultasi kepada dosen pembimbing mengenai Putra dan fitnah yang terjadi di sekolah. Dosen pembimbing Putra siap dan bersedia untuk mengusut fitnah yang kejam itu dan juga agar nama Putra tidak di rendahkan. Dosen pembimbing juga mengusut penyebar selebaran, siapa saja yang mengetahui orang yang memfitnah Putra agar segera memberitahukan kepada pihak dosen.
iiiii
__ADS_1
Ketika mereka mulai ujian akhir semester pada hari pertama, di seluruh dunia terperana dengan isu ******* yang mulai mengglobal yang membuat khawatir seluruh masyarakat dunia jika nantinya mereka menjadi korban keganasan serangan *******. Ajeng di Yogyakarta beserta para temannya, Medina dan Grace serta temannya di Jakarta demikian juga Gita dan temannya di Semarang sedang sibuk-sibuknya belajar untuk menempuh ujian yang membuat pusing bagi mereka. Sedangkan Putra sendiri masih kesakitan dan melamun, dia tidak ikut ujian karena dia masih sakit dan juga malas untuk datang lagi ke Yogyakarta. Dua minggu penuh mereka terus belajar dan belajar untuk mengejar nilai yang terbaik. Kasihan Ajeng, sekarang dia tidak fokus dalam ujian. Di pikiran dia hanya melihat wajahnya Putra yang sedih dan menderita entah sekarang ada dimana. Dia sering keteteran sendiri, bangun pun sering telat yang membuat heran Mamanya.
Setelah ujian selesai dilanjutkan dengan Liburan Natal dan Tahun Baru. Grace Alexa Widawati merayakan natal pertama kali dalam musim salju di Indonesia, itu sering di tayangkan di seluruh televisi di Indonesia. Karena akibat Global Warming, badai es batu bahkan kadang turun salju walaupun tidak lebat sering terjadi di daerah-daerah di Indonesia. Di rumahnya Grace menyiapkan pohon natal yang cukup besar dan juga dibuat meriah sama dirinya, karena nantinya keluarga Tantenya dari Inggris dan Prancis akan datang ke rumahnya. Namun, sayang yang datang cuma dua sepupunya saja yaitu Charles, sepupunya dari London Inggris dan Rose, sepupunya dari Paris Perancis. Rose tampak cantik sekali dengan gaun ciptaannya sendiri, tingginya juga sama dengan Grace. Cocok sekali mereka berdua menjadi model yang terkenal masa depannya nanti. Sedangkan Charles yang tinggi dan handsome, kini rambutnya panjang membuat makin di gila-gilai seluruh wanita di Indonesia. Ternyata Charles sekarang menjadi Bintang Sepak Bola yang terkenal di Inggris sana, dia telah masuk ke dalam Klub Liverpool. Namun saat ini, dia di kontrak Klub MU dengan bayaran tiga milyar rupiah perbulannya. Dia di kontrak MU selama empat tahun itu pun akan diperpanjang lagi, karena sekarang dia menjadi bintang di lapangan. Charles mulai karier belajar umur empat tahun masuk di klub Liverpool, sepertinya Liverpool merasa kehilangan karena sebelum dijual ke MU, Charles belum menampakkan bakatnya menjadi pemain bola yang profesional.