
...CAHAYA CINTA CAHAYA KEBENARAN...
Ketika Tasbih berkumandang di Muka Bumi Nusantara
Terdengar Tiga Jalan setapak untuk menuju Kekasih Hati yang telah terlupakan
Islam, Iman dan Ihsan
Tiga Mutiara Putih akan membuat Damai Seluruh Dunia
Peganglah dan carilah dengan Nada-Nada Cinta di Hati dan Jiwamu
Rengkuhlah Islam dan pelajarilah dengan pendekatan Mutiara Hatimu
Pandanglah Cahaya Iman di Kalbumu untuk mengenal Cahaya Cinta
Larilah dan datangilan Ihsan dengan Cahaya Kebenaran
Pastinya kalian akan memasuki Majlis Allah yang menantimu
Di sanalah Benih-Benih Cinta tumbuh dan saling memandang
Suata saat nanti kamu akan tahu siapa itu Kekasihmu melalui Tiga Mutiara ini
Kenalilah Dia, karena sebenarnya Dia itu Pemalu
Dekatilah dengan Kasih Sayang dan Cinta
Agar kita mendapatkan Cahaya Cinta merasuk ke dalam Cahaya Kebenaran
Apakah kamu tidak rindu dengan Keindahan dan Cinta
Dialah yang membuat Bibit Cinta di Hatimu
Jalan Lurus telah terbuka dengan Mata yang hampir tertutup
Sepuluh Jalan Kebenaran merasuki Kalbuku yang telah beku Beribu-Ribu Tahun
Kan kuraih Cinta itu untuk mencintaimu Oh Adindaku dan Kakandaku
Jalan Lurus memancarkan Aroma Mutiara Kebenaran
Dialah Kekasihku yang Satu
Dialah Cintaku yang Merdu
Dialah Sayangku yang Mengayomiku
Dialah Belahan Jiwaku yang Hidup di Alam Kehampaan
Dialah Tuhan Semesta Alam
Titian turun dari panggung sambil melamun untuk memahami puisinya. Apa itu tiga mutiara yang di dengung-dengungkan seluruh penjuru malaikat yang sedang merasakan aroma cinta kepada Tuhannya. Dia menghela nafas sambil membasuh mukanya yang tadinya tegang, akhirnya dia menemui sahabatnya di bawah panggung. Dia tersenyum lagi yang membuat gemas seluruh orang yang melihatnya. Memang senyumnya itu lucu, jika melihatnya tersenyum pasti geli sendiri. Setelah Titian membaca puisi yang dibacanya, kini giliran Gita Gutawa yang mengendalikan suasana di atas panggung. Adinda GITA GUTAWA menyanyikan sebuah Lagu dengan Judul JALAN LURUS yang mengalun merdu. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 84).
“Bagus banget puisi yang di bawakan Titian ini Rafi. Dia telah menghayatinya untuk mengenali Tiga Mutiara yang di jabarkan dengan kata-katanya tadi. Aku juga salut kepadamu Fi, ternyata kamu hebat juga ya membacakan puisi di atas panggung.” Kata Luna kepada Rafi.
“Iyalah. Siapa lagi kalau bukan Rafi gitu loh. Kita lanjutin aja ya Lun, kali ini aneh dan ajaib. Ternyata Olga juga enggak mau kalah dengan kita rupanya Lun. Dia akan membaca puisi untuk kita berdua. Benar-benar hebat dia ini, apa gara-gara Olga belajar dengan artis Hollywood yang kemarinnya pergi ke Paman Sam yah. Ah masak bodoh. Langsung saja kita panggilkan Olga yang akan membacakan puisi di malam hari ini dengan judul Cerminan Berlian Sang Kekasih.” Ucap Rafi yang turun dari panggung sambil bercanda dengan Luna membicarakan aksinya Olga entah apa yang terjadi nantinya. Olga naik ke panggung dengan senyumnya yang mengembang. Dia berjalan ke tengah panggung dengan pedenya, kadang diselingi dengan goyangan dangdut yang membuatnya aneh dan lucu. Kali ini dia sadar karena kondisi sekarang sedang serius. Untuk itu dia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak melawak di depan khalayak ramai yang sedang melihatnya untuk menyaksikan aksinya di malam yang kelabu ini.
...CERMINAN BERLIAN SANG KEKASIH...
Ketika Aku berada di Utara, pantulan Cahaya Cinta di Selatan
Ketika Aku berjalan ke Barat, Benih Cinta tumbuh subur di Timur
Ketika Aku di Tengah, Pencipta Cinta berada di Jiwaku
Cermin itu sekarang menyatu ke dalam Sanubariku menjadikan Berlian
Kamu tahu seperti apa Berlian itu
Dialah Berlian Sang Kekasih
Dialah yang Menerimaku dengan Pantulan Cermin Hati yang mulai Kotor dan Redup
Aku Puja dirimu dengan Puisi dan Doa
Agar diriMu Senang dan Cinta kepadaku
Engkaulah Tuhan yang diDengungkan dengan para UtusanMu yang Mulia
Terimalah Doaku dan Salamku
Terimalah Puisiku untuk MenyanjungMu agar Engkau makin Indah dan Bersinar
Aku harapkan Pantulan Cermin Cinta Bersinar di dalam Hati dan Jiwaku
Agar Aku dapat MengenaliMu dan Membahagiakan Engkau Wahai Sang Kekasih
Rengkuhlah dan Peluklah Aku Oh Tuhanku
Didik lah dan Bimbing lah Hamba dengan IlmuMu yang penuh dengan Cinta
Agar renungan Ilmu menghasilkan Buah Cinta Kehidupan
Memantulkan Cermin Sang Kekasih Menyatukan Hati dan Jiwa kita berdua
Cermin itu bisa Melayang-Layang Indah
Jika Aku Jauh Engkau pun akan Menjauh dariku Oh Kekasihku
Jika Aku Dekat Engkau pun Mendekat dan Memelukku Oh Cintaku
__ADS_1
Aku ingin Bersatu denganMu Oh Sayangku
Agar Aku bisa MengenaliMu lebih dari diriku
Untuk mendapatkan Cinta Sejati dari diriMu
Peluklah Aku Sang Kekasih
Bimbinglah Aku Sang Cinta
Tidurkanlah Aku dalam ketenangan Jiwa dan Raga ini Wahai Sayangku
Olga turun dari panggung untuk menemui mereka berdua. Olga langsung memeluk keduanya yang sangat senang luar biasa. Dia senang karena dipercaya dan berkesempatan untuk membacakan puisi kehidupan yang berjudul Cerminan Berlian Sang Kekasih di depan ribuan orang. Rafi dan Luna juga senang dengan yang baru di alaminya yaitu membaca puisi di malam yang sedang sedih dan duka karena bisa mendukung acara ini dan bisa berkontribusi untuk semua orang. Setelah Olga turun dari panggung, kini giliran Group Band GIGI untuk mengiringi puisinya Olga. Musik itu mengalun indah tentang arti siapa Sang Kekasih itu dan di adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana judul Lagu dari Group Band GIGI yakni TUHAN. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 85).
“Wah bagus banget Ga puisimu, ternyata kamu bisa juga ya.” Ucap Luna.
“Ya iyalah. Gue gitu loh.” Jawab Olga.
“Baiklah, kita lanjutin lagi acara pembacaan puisi di malam ini. Kali ini puisi akan dibawakan oleh teh Rossa. Setelah itu dia akan menyanyikan sebuah lagu setelah puisi yang dibacanya selesai di malam ini. Lagu itu berjudul Takkan Berpaling Darimu. Waktu dan tempat kami persilahkan untuk naik ke atas panggung membacakan puisi yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.” Ucap Rafi dengan lantang menggelegar di Gedung Kesenian Taman Ismail Marzuki. Rossa mulai menaiki panggung di malam itu dengan gaun hitam yang disponsori oleh desainer yang sangat terkenal di Indonesia saat ini. Gaun itu sangat anggun dengan sentuhan batik berwarna hitam dan juga sentuhan desain dari Rusia.
...HABIS GELAP TERBITLAH TERANG...
Akulah Sang Wanita
Dengan keindahan Jiwa dan Ragaku
Aku telah mengenali diriku sendiri dengan Kecantikan yang Sempurna
Keharuman Jiwaku terpancar di Tubuhku
Jika laki-laki melihatnya pastinya akan tergoda dan Jatuh Cinta kepadaku
Untuk itulah, Tuhan menciptakan diriku dengan Keanggunan Cinta
Agar aku dan kekasihku saling mencinta sepanjang masa
Tuhan telah mentakdirkan Seorang Wanita yang Mulia di Bumi Indonesia
Dialah Raden Ajeng Kartini sebagai panutan bagi Generasi Wanita yang Penuh Cinta
Sekarang diriku bisa memandang ke atas melihat Bulan Purnama
Bersemayamnya Sang Bidadari tidur di atas sana
Untuk mendoakan diriku sebagai Sang Wanita di Jiwaku
Agar aku bisa menjadi Sang Bidadari yang penuh dengan Cinta
Keindahan Cinta itu telah merasuki Sukmaku
Sehingga aku sekarang penuh dengan Cinta
Untuk mencintai Belahan Jiwaku yang telah di ciptakan oleh Tuhan
Emansipasi sekarang nampak indah
Dengan pemahaman hati yang penuh dengan Cinta
Perbedaan Gender bagiku tidak masalah lagi
Karena Jiwaku adalah Pecinta
Yang pantas diriku untuk diCintai oleh Belahan Jiwaku
Dia memerlukan Jiwaku dan Kecantikanku
Begitu juga diriku butuh pelukan hangat darinya
Tuhan, satukanlah Dua Belah Jiwa yang berbeda ini untuk menjadi Satu Jiwa
Satu Jiwa yang sempurna sepanjang masa
Satu Jiwa yang saling mengasihi dan menyayangi
Agar hidupku nampak indah dan sempurna
Dengan hadirnya Belahan Jiwa yang menyayangiku
Maka diriku melayang di Atmosfer yang berbeda
Namun, ketika aku melihat tubuhku di cermin, ada sesuatu yang berbeda
Ternyata itu semua masih kurang bagi Hati dan Jiwaku yang telah terluka
Sekarang Belahan Jiwaku di Dunia telah pergi menemuiMu
Untuk mencintaiMu sepanjang masa
Kenapa aku sendirian yang telah ditinggalkan oleh Belahan Jiwaku untuk mencintaiMu
Aku butuh Jiwa dan Raga Belahan Jiwaku yang Engkau ambil Cinta di Jiwanya
Sekarang Belahan Jiwaku mencintaiMu sepanjang masa
Sehingga aku sendirian dan kesepian
Tanpa ada pelukan hangat dan kecupan bibirnya yang membuat hatiku damai
Kenapa ya Tuhan, dengan takdir ini yang begitu terluka
Mungkinkah Engkau adalah Belahan Jiwaku Wahai Kekasihku
__ADS_1
Pantaskah aku mencintaiMu Wahai Tuhanku
Masih butuhkan Engkau Cinta dengan diriku
Padahal Engkau telah diCintai oleh Belahan Jiwaku yang meninggalkan aku
Bukankah Cinta itu tidak bisa dipaksakan untuk mencintaiMu
Biarkanlah aku hidup sendiri di Dunia ini untuk mengenang Belahan Jiwaku
Belahan Jiwa yang telah meninggalkan aku
Namun, kenapa sekarang menjadi sepi setelah itu terjadi
Engkau telah mengambil seluruh lelaki di Muka Bumi ini
Mereka telah meninggalkan Dunia di pelukan Sang Wanita
Sekarang di Muka Bumi hanya ada aku saja
Sang Wanita yang kesepian mencari Belahan Jiwa yang tiada
Kembalikanlah seluruh Sang Lelaki di Muka Bumi
Agar Tubuh dan Jiwaku ada yang menemani untuk memelukku dengan Cinta
Agar ada yang memuja dan memuji diriku yang membutuhkan kasih sayangku
Maafkanlah aku Oh Tuhan, jika aku lupa dengan Belahan Jiwa Fatamorgana
Mulai sekarang Engkau adalah Belahan Jiwaku
Aku sekarang melupakan Sang Lelaki di Muka Bumi ini
Hanya CintaMulah yang bisa melengkapi Cintaku Oh Tuhan
Kegelapan Jiwaku sekarang mendapatkan Jalan Terang untuk mencintaiMU
Terbitnya Sang Surya menjadikan Jiwaku Terang, Indah, Cantik dan Anggun
Ternyata Engkaulah Maha yang Sempurna
Setelah aku mencintaiMu dengan seluruh Jiwaku
sekarang Belahan Jiwaku telah hidup di Jiwaku
Dia mencintaiku melebihi Cintanya di Muka Bumi ini
Dia memelukku dan menciumku membuat indah lagi hidupku
Dia Pun tanpa bisa hidup jika tidak ada diriku
Dia telah mengakuinya di depanku
Jika dia butuh diriku untuk mendapatkan Aura Cinta disisiku
Sekarang dia mengagumiku tanpa menghina dan mencercaku
Akulah Sang Wanita yang Anggun sepanjang masa
Akulah Sang Wanita yang Cantik sepanjang zaman
Akulah Sang Wanita yang Indah sepanjang kehidupan
Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Cantik di Jiwanya untuk di Cintai
Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Anggun di Tubuhnya untuk di Peluk
Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Indah di dalam Raga dan Jiwanya untuk Saling Menyatu dalam Kedamaian Cinta
Akulah Cantik, maka Cintailah aku
Akulah Anggun, maka Peluklah aku
Akulah Penyayang, maka Hormatilah aku
Akulah Pencinta, maka kamu Membutuhkan aku
Tuhan Maha Indah, maka Tuhan pun menciptakan aku
Inilah Keindahan Tubuh dan Jiwaku pancaran dari Kasih Sayangnya Tuhan
Aku takkan berpaling darimu Oh Tuhanku
Aku sadar, dengan mencintaiMu maka menjadikan nampak mudah hidupku
Peluklah dan dekaplah aku Oh Tuhanku
Agar aku bisa mengepakkan sayap-sayap Cinta ke Angkasa
Untuk menemuiMu yang Maha Indah
Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Kekasih menjadi Indah
Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Cinta menjadi Damai
Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Wanita Memancar Cahaya Cinta
Menjadikan Sang Wanita Cantik Luar Biasa
Menjadikan Sang Wanita untuk diCintai Belahan Jiwanya
__ADS_1
Menjadikan Sang Wanita menyatu dengan Kedamaian Cinta
Setelah Rossa membawakan puisinya yang sangat indah untuk mengangkat derajat seluruh wanita di muka Bumi ini, dia menitikkan air mata kerinduan cinta. Setelah dia agak tenang, alunan musik mulai mengalun merdu di telinga seluruh penonton yang melihatnya di malam itu. Dia mulai menyanyi dengan nyanyian Bidadari yang terpancar di jiwanya. Adinda ROSSA membawakan sebuah Lagu yang berjudul TAKKAN BERPALING DARIMU. (STOP. Dengerin Suaranya. PLAYLIST. NO. 86).