Petualangan Gembira 1 Bagian 2

Petualangan Gembira 1 Bagian 2
29. Jalan Lurus


__ADS_3

...CAHAYA CINTA CAHAYA KEBENARAN...


Ketika Tasbih berkumandang di Muka Bumi Nusantara


Terdengar Tiga Jalan setapak untuk menuju Kekasih Hati yang telah terlupakan


Islam, Iman dan Ihsan


Tiga Mutiara Putih akan membuat Damai Seluruh Dunia


Peganglah dan carilah dengan Nada-Nada Cinta di Hati dan Jiwamu


Rengkuhlah Islam dan pelajarilah dengan pendekatan Mutiara Hatimu


Pandanglah Cahaya Iman di Kalbumu untuk mengenal Cahaya Cinta


Larilah dan datangilan Ihsan dengan Cahaya Kebenaran


Pastinya kalian akan memasuki Majlis Allah yang menantimu


Di sanalah Benih-Benih Cinta tumbuh dan saling memandang


Suata saat nanti kamu akan tahu siapa itu Kekasihmu melalui Tiga Mutiara ini


Kenalilah Dia, karena sebenarnya Dia itu Pemalu


Dekatilah dengan Kasih Sayang dan Cinta


Agar kita mendapatkan Cahaya Cinta merasuk ke dalam Cahaya Kebenaran


Apakah kamu tidak rindu dengan Keindahan dan Cinta


Dialah yang membuat Bibit Cinta di Hatimu


Jalan Lurus telah terbuka dengan Mata yang hampir tertutup


Sepuluh Jalan Kebenaran merasuki Kalbuku yang telah beku Beribu-Ribu Tahun


Kan kuraih Cinta itu untuk mencintaimu Oh Adindaku dan Kakandaku


Jalan Lurus memancarkan Aroma Mutiara Kebenaran


Dialah Kekasihku yang Satu


Dialah Cintaku yang Merdu


Dialah Sayangku yang Mengayomiku


Dialah Belahan Jiwaku yang Hidup di Alam Kehampaan


Dialah Tuhan Semesta Alam


Titian turun dari panggung sambil melamun untuk memahami puisinya. Apa itu tiga mutiara yang di dengung-dengungkan seluruh penjuru malaikat yang sedang merasakan aroma cinta kepada Tuhannya. Dia menghela nafas sambil membasuh mukanya yang tadinya tegang, akhirnya dia menemui sahabatnya di bawah panggung. Dia tersenyum lagi yang membuat gemas seluruh orang yang melihatnya. Memang senyumnya itu lucu, jika melihatnya tersenyum pasti geli sendiri. Setelah Titian membaca puisi yang dibacanya, kini giliran Gita Gutawa yang mengendalikan suasana di atas panggung. Adinda GITA GUTAWA menyanyikan sebuah Lagu dengan Judul JALAN LURUS yang mengalun merdu. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 84).


“Bagus banget puisi yang di bawakan Titian ini Rafi. Dia telah menghayatinya untuk mengenali Tiga Mutiara yang di jabarkan dengan kata-katanya tadi. Aku juga salut kepadamu Fi, ternyata kamu hebat juga ya membacakan puisi di atas panggung.” Kata Luna kepada Rafi.


“Iyalah. Siapa lagi kalau bukan Rafi gitu loh. Kita lanjutin aja ya Lun, kali ini aneh dan ajaib. Ternyata Olga juga enggak mau kalah dengan kita rupanya Lun. Dia akan membaca puisi untuk kita berdua. Benar-benar hebat dia ini, apa gara-gara Olga belajar dengan artis Hollywood yang kemarinnya pergi ke Paman Sam yah. Ah masak bodoh. Langsung saja kita panggilkan Olga yang akan membacakan puisi di malam hari ini dengan judul Cerminan Berlian Sang Kekasih.” Ucap Rafi yang turun dari panggung sambil bercanda dengan Luna membicarakan aksinya Olga entah apa yang terjadi nantinya. Olga naik ke panggung dengan senyumnya yang mengembang. Dia berjalan ke tengah panggung dengan pedenya, kadang diselingi dengan goyangan dangdut yang membuatnya aneh dan lucu. Kali ini dia sadar karena kondisi sekarang sedang serius. Untuk itu dia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak melawak di depan khalayak ramai yang sedang melihatnya untuk menyaksikan aksinya di malam yang kelabu ini.


...CERMINAN BERLIAN SANG KEKASIH...


Ketika Aku berada di Utara, pantulan Cahaya Cinta di Selatan


Ketika Aku berjalan ke Barat, Benih Cinta tumbuh subur di Timur


Ketika Aku di Tengah, Pencipta Cinta berada di Jiwaku


Cermin itu sekarang menyatu ke dalam Sanubariku menjadikan Berlian


Kamu tahu seperti apa Berlian itu


Dialah Berlian Sang Kekasih


Dialah yang Menerimaku dengan Pantulan Cermin Hati yang mulai Kotor dan Redup


Aku Puja dirimu dengan Puisi dan Doa


Agar diriMu Senang dan Cinta kepadaku


Engkaulah Tuhan yang diDengungkan dengan para UtusanMu yang Mulia


Terimalah Doaku dan Salamku


Terimalah Puisiku untuk MenyanjungMu agar Engkau makin Indah dan Bersinar


Aku harapkan Pantulan Cermin Cinta Bersinar di dalam Hati dan Jiwaku


Agar Aku dapat MengenaliMu dan Membahagiakan Engkau Wahai Sang Kekasih


Rengkuhlah dan Peluklah Aku Oh Tuhanku 


Didik lah dan Bimbing lah Hamba dengan IlmuMu yang penuh dengan Cinta


Agar renungan Ilmu menghasilkan Buah Cinta Kehidupan


Memantulkan Cermin Sang Kekasih Menyatukan Hati dan Jiwa kita berdua


Cermin itu bisa Melayang-Layang Indah


Jika Aku Jauh Engkau pun akan Menjauh dariku Oh Kekasihku


Jika Aku Dekat Engkau pun Mendekat dan Memelukku Oh Cintaku

__ADS_1


Aku ingin Bersatu denganMu Oh Sayangku


Agar Aku bisa MengenaliMu lebih dari diriku


Untuk mendapatkan Cinta Sejati dari diriMu


Peluklah Aku Sang Kekasih


Bimbinglah Aku Sang Cinta


Tidurkanlah Aku dalam ketenangan Jiwa dan Raga ini Wahai Sayangku


Olga turun dari panggung untuk menemui mereka berdua. Olga langsung memeluk keduanya yang sangat senang luar biasa. Dia senang karena dipercaya dan berkesempatan untuk membacakan puisi kehidupan yang berjudul Cerminan Berlian Sang Kekasih di depan ribuan orang. Rafi dan Luna juga senang dengan yang baru di alaminya yaitu membaca puisi di malam yang sedang sedih dan duka karena bisa mendukung acara ini dan bisa berkontribusi untuk semua orang. Setelah Olga turun dari panggung, kini giliran Group Band GIGI untuk mengiringi puisinya Olga. Musik itu mengalun indah tentang arti siapa Sang Kekasih itu dan di adalah Tuhan Yang Maha Esa. Sebagaimana judul Lagu dari Group Band GIGI yakni TUHAN. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 85). 


“Wah bagus banget Ga puisimu, ternyata kamu bisa juga ya.” Ucap Luna.


“Ya iyalah. Gue gitu loh.” Jawab Olga.           


“Baiklah, kita lanjutin lagi acara pembacaan puisi di malam ini. Kali ini puisi akan dibawakan oleh teh Rossa. Setelah itu dia akan menyanyikan sebuah lagu setelah puisi yang dibacanya selesai di malam ini. Lagu itu berjudul Takkan Berpaling Darimu. Waktu dan tempat kami persilahkan untuk naik ke atas panggung membacakan puisi yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.” Ucap Rafi dengan lantang menggelegar di Gedung Kesenian Taman Ismail Marzuki. Rossa mulai menaiki panggung di malam itu dengan gaun hitam yang disponsori oleh desainer yang sangat terkenal di Indonesia saat ini. Gaun itu sangat anggun dengan sentuhan batik berwarna hitam dan juga sentuhan desain dari Rusia. 


...HABIS GELAP TERBITLAH TERANG...


Akulah Sang Wanita


Dengan keindahan Jiwa dan Ragaku 


Aku telah mengenali diriku sendiri dengan Kecantikan yang Sempurna


Keharuman Jiwaku terpancar di Tubuhku


Jika laki-laki melihatnya pastinya akan tergoda dan Jatuh Cinta kepadaku


Untuk itulah, Tuhan menciptakan diriku dengan Keanggunan Cinta


Agar aku dan kekasihku saling mencinta sepanjang masa


Tuhan telah mentakdirkan Seorang Wanita yang Mulia di Bumi Indonesia


Dialah Raden Ajeng Kartini sebagai panutan bagi Generasi Wanita yang Penuh Cinta


Sekarang diriku bisa memandang ke atas melihat Bulan Purnama


Bersemayamnya Sang Bidadari tidur di atas sana


Untuk mendoakan diriku sebagai Sang Wanita di Jiwaku


Agar aku bisa menjadi Sang Bidadari yang penuh dengan Cinta 


Keindahan Cinta itu telah merasuki Sukmaku


Sehingga aku sekarang penuh dengan Cinta


Untuk mencintai Belahan Jiwaku yang telah di ciptakan oleh Tuhan


Emansipasi sekarang nampak indah


Dengan pemahaman hati yang penuh dengan Cinta


Perbedaan Gender bagiku tidak masalah lagi


Karena Jiwaku adalah Pecinta


Yang pantas diriku untuk diCintai oleh Belahan Jiwaku


Dia memerlukan Jiwaku dan Kecantikanku


Begitu juga diriku butuh pelukan hangat darinya


Tuhan, satukanlah Dua Belah Jiwa yang berbeda ini untuk menjadi Satu Jiwa


Satu Jiwa yang sempurna sepanjang masa


Satu Jiwa yang saling mengasihi dan menyayangi


Agar hidupku nampak indah dan sempurna


Dengan hadirnya Belahan Jiwa yang menyayangiku


Maka diriku melayang di Atmosfer yang berbeda 


Namun, ketika aku melihat tubuhku di cermin, ada sesuatu yang berbeda


Ternyata itu semua masih kurang bagi Hati dan Jiwaku yang telah terluka


Sekarang Belahan Jiwaku di Dunia telah pergi menemuiMu 


Untuk mencintaiMu sepanjang masa


Kenapa aku sendirian yang telah ditinggalkan oleh Belahan Jiwaku untuk mencintaiMu


Aku butuh Jiwa dan Raga Belahan Jiwaku yang Engkau ambil Cinta di Jiwanya


Sekarang Belahan Jiwaku mencintaiMu sepanjang masa


Sehingga aku sendirian dan kesepian


Tanpa ada pelukan hangat dan kecupan bibirnya yang membuat hatiku damai


Kenapa ya Tuhan, dengan takdir ini yang begitu terluka


Mungkinkah Engkau adalah Belahan Jiwaku Wahai Kekasihku

__ADS_1


Pantaskah aku mencintaiMu Wahai Tuhanku


Masih butuhkan Engkau Cinta dengan diriku


Padahal Engkau telah diCintai oleh Belahan Jiwaku yang meninggalkan aku


Bukankah Cinta itu tidak bisa dipaksakan untuk mencintaiMu


Biarkanlah aku hidup sendiri di Dunia ini untuk mengenang Belahan Jiwaku


Belahan Jiwa yang telah meninggalkan aku 


Namun, kenapa sekarang menjadi sepi setelah itu terjadi


Engkau telah mengambil seluruh lelaki di Muka Bumi ini 


Mereka telah meninggalkan Dunia di pelukan Sang Wanita


Sekarang di Muka Bumi hanya ada aku saja  


Sang Wanita yang kesepian mencari Belahan Jiwa yang tiada


Kembalikanlah seluruh Sang Lelaki di Muka Bumi


Agar Tubuh dan Jiwaku ada yang menemani untuk memelukku dengan Cinta


Agar ada yang memuja dan memuji diriku yang membutuhkan kasih sayangku


Maafkanlah aku Oh Tuhan, jika aku lupa dengan Belahan Jiwa Fatamorgana


Mulai sekarang Engkau adalah Belahan Jiwaku


Aku sekarang melupakan Sang Lelaki di Muka Bumi ini


Hanya CintaMulah yang bisa melengkapi Cintaku Oh Tuhan


Kegelapan Jiwaku sekarang mendapatkan Jalan Terang untuk mencintaiMU


Terbitnya Sang Surya menjadikan Jiwaku Terang, Indah, Cantik dan Anggun


Ternyata Engkaulah Maha yang Sempurna


Setelah aku mencintaiMu dengan seluruh Jiwaku 


sekarang Belahan Jiwaku telah hidup di Jiwaku


Dia mencintaiku melebihi Cintanya di Muka Bumi ini


Dia memelukku dan menciumku membuat indah lagi hidupku


Dia Pun tanpa bisa hidup jika tidak ada diriku


Dia telah mengakuinya di depanku


Jika dia butuh diriku untuk mendapatkan Aura Cinta disisiku 


Sekarang dia mengagumiku tanpa menghina dan mencercaku


Akulah Sang Wanita yang Anggun sepanjang masa


Akulah Sang Wanita yang Cantik sepanjang zaman


Akulah Sang Wanita yang Indah sepanjang kehidupan 


Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Cantik di Jiwanya untuk di Cintai


Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Anggun di Tubuhnya untuk di Peluk


Hanya Sang Wanita lah yang menjadikan Indah di dalam Raga dan Jiwanya untuk Saling Menyatu dalam Kedamaian Cinta


Akulah Cantik, maka Cintailah aku 


Akulah Anggun, maka Peluklah aku


Akulah Penyayang, maka Hormatilah aku


Akulah Pencinta, maka kamu Membutuhkan aku


Tuhan Maha Indah, maka Tuhan pun menciptakan aku


Inilah Keindahan Tubuh dan Jiwaku pancaran dari Kasih Sayangnya Tuhan


Aku takkan berpaling darimu Oh Tuhanku


Aku sadar, dengan mencintaiMu maka menjadikan nampak mudah hidupku


Peluklah dan dekaplah aku Oh Tuhanku


Agar aku bisa mengepakkan sayap-sayap Cinta ke Angkasa


Untuk menemuiMu yang Maha Indah


Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Kekasih menjadi Indah


Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Cinta menjadi Damai


Sehingga seluruh Jiwa dan Raga Sang Wanita Memancar Cahaya Cinta


Menjadikan Sang Wanita Cantik Luar Biasa


Menjadikan Sang Wanita untuk diCintai Belahan Jiwanya

__ADS_1


Menjadikan Sang Wanita menyatu dengan Kedamaian Cinta


Setelah Rossa membawakan puisinya yang sangat indah untuk mengangkat derajat seluruh wanita di muka Bumi ini, dia menitikkan air mata kerinduan cinta. Setelah dia agak tenang, alunan musik mulai mengalun merdu di telinga seluruh penonton yang melihatnya di malam itu. Dia mulai menyanyi dengan nyanyian Bidadari yang terpancar di jiwanya. Adinda ROSSA membawakan sebuah Lagu yang berjudul TAKKAN BERPALING DARIMU. (STOP. Dengerin Suaranya. PLAYLIST. NO. 86).


__ADS_2