Petualangan Gembira 1 Bagian 2

Petualangan Gembira 1 Bagian 2
24. Suaraku


__ADS_3

“Janganlah kamu takut Put, masih ada aku yang menemaimu dan menyayangimu.” Ucap Ajeng. Tubuhnya Putra berangsur-angsur menghilang, mulai dari kakinya tangannya dan akhirnya badannya serta kepalanya. “Putra, jangan pergi. Jangan tinggalkan aku lagi.” Ketika tubuhnya Putra berangsur menghilang di pelukannya, Ajeng menangis. Dia memegang erat tubuhnya Putra yang telah sirna di pelukannya. Ajeng terbangun dan menangis di pagi itu antara jam lima pagi, dia terbangun karena alarm hapenya berbunyi dengan musik yang sangat kencang sekali. Dia selalu menyeting alarmnya dengan pilihan ascending, makanya dia kaget dan terbangun sedih. Alarm itu sayup-sayup terdengar Suara Musik dari Lagunya Group Band HIJAU DAUN dengan Judul SUARAKU (KU BERHARAP). Dia melamun sambil menangis mengenang Putra di dalam mimpinya tadi. Di pagi itu juga dia merasa sakit seluruh tubuhnya yang sama di rasakan Putra. Mereka berdua sudah menjadi satu jiwa dan satu tubuh, jika salah satu ada yang sakit pastinya yang satunya juga ikut sakit. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 74).


Ajeng sering melamun baik itu di rumah, di sekolah dan dimanapun dia sering melamunkannya. Hidupnya tidak fokus lagi, yang dilihat di depannya Ajeng hanya wajahnya Putra yang sedih. Mulai kejadian mimpi itu, Ajeng jarang makan yang membuat heran Mamanya. Beliau khawatir dengan kondisinya Ajeng yang berubah drastis. Dia tidak mau bercerita dan berusaha memendam perasaan ini yang tiap malamnya selalu menangis dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Ajeng selalu mendoakan Putra agar dia bisa selamat baik itu malam hari, siang hari bahkan pagi hari sebelum pergi ke sekolahnya. Di sekolah Ajeng sering mendengarkan Musik dengan Ipod yang diberikan oleh Putra pujaan hatinya. Dia melamun di taman bahkan di kelas, Ipodnya selalu dinyalain jika dia mulai sedih. Saat itu Ajeng mendengarkan Musik dari Lagunya Group Band ST12 yaitu JANGAN PERNAH BERUBAH. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 75).


Sedangkan Gita yang berada di Semarang mulai panik, tidak ada kabar kakak angkatnya yang bernama Putra tentunya. Apa yang di takutkan Gita berubah menjadi kenyataan dan ini yang tidak diinginkannya. Karena waktu itu Gita memaksa Putra untuk cerita permasalahan dirinya di Yogyakarta. Gita mengancam kepada Putra mengenai penyakitnya yang akan diceritakan kepada Nenek dan juga Tantenya. Gita juga bilang kepada Putra akan memberitahukan kepada Ajeng jika dia di Semarang apabila tidak mau berobat. Gita juga memaksa Putra untuk bercerita, kenapa dia pergi dari Yogyakarta. Jika tidak, Gita akan pergi ke Yogyakarta mengajak Ajeng ke Semarang untuk menemuinya. Merasa mendapatkan tekanan dari Gita, Putra balik mengancam akan pergi dari Semarang dan akan meninggalkan dirinya juga Nenek dan Tantenya untuk hidup sendiri dan entah kemana. Itulah kenapa Gita sangat khawatir sekali dengan Putra yang nekat pergi dari sisinya. Sukurlah Gita bisa memecahkan permasalahan yang di dera Putra, ternyata waktu itu dia tanpa sengaja dan keceplosan saja. Bahwasanya Putra menginginkan punya saudara lagi, dia ketika itu berkata kepada Putra untuk menjadi adiknya. Putra pun sangat senang sekali, Gita juga senang mempunyai kakak seperti Putra. Intinya mereka berdua saling diuntungkan, dan seketika itu Putra mau bercerita banyak sampai detil kepada Gita.


Matanya Gita berkaca-kaca di kamar barunya yang berada di lantai atas. Gita sering menangis jika teringat wajahnya Putra yang selalu dia goda agar Putra tertawa bahagia tidak sedih lagi. Rumah Gita yang baru sangat megah dan elegan yang ditumbuhi tumbuhan yang asri. Rumahnya Gita dekat beberapa blog dari rumah Neneknya Putra. Malam itu Gita mendengarkan Radio Gajahmada FM Semarang di kamarnya. Dia ingin merequest sebuah Musik untuk Putra, kakaknya yang sangat dicintainya.


“Malam Mbak.” Ucap Gita yang sedih.

__ADS_1


“Malam juga, dengan siapa dan dimana ya.”


“Dengan Gita Mbak, di Tembalang. Aku mau request Lagu Mbak dari Group Band SECOND CIVIL yang berjudul DAN BILA.”


“Oke, nanti yah aku puterin, lagu ini buat siapa saja sayang.”


“Lagu ini aku khususkan kepada kakakku yang tersayang. Kak, kemana saja kamu selama ini. Aku kangen kak, kamu jangan pergi meninggalkan aku yah. Sungguh aku sangat rindu banget denganmu kak jika malam ini kamu mendengarkan. Aku mohon kakak segera pulang, kak apa kamu nggak kasihan adikmu ini yang sangat rindu. Kamu udah pergi lebih dari empat hari loh kak, Tante dan Eyang Putrimu sedih mencarimu. Kita sudah melaporkanmu jika kamu hilang, semoga aparat yang berwajib bisa menemukanmu. Kak, kemana kamu sekarang. Kemana kamu perginya, kenapa aku nggak kamu ajak kemarin. Aku telepon Eyang di Kudus kamu nggak mampir kesana, terus kamu sekarang berada di mana. Kakak sayangku cepat pulang ya, jangan membuat adikmu sedih seperti ini.” Ucap Gita yang nangis sesenggukan. Penyiar radio juga ikut sedih mendengarkan keluhannya Gita.


“Namanya Putra mbak, nama panjangnya Sarmijo Syah Putra Noto Negoro umurnya baru Enam Belas Tahun. Pergi dari rumah waktu itu memakai celana jins dan jaket berwarna hitam. Aku mohon jika ada yang mengetahui dan mengenali kakakku yang bernama Putra kalian bisa menghubungi keluarga kami.” Gita membacakan nomor rumah Eyangnya Putra.

__ADS_1


“Baiklah, semoga Putra bisa cepat pulang ke rumah ya sayang. Atau Mungkin juga Putra pergi ke rumah temannya. Tapi kita enggak tahu pasti, kita hanya bisa berspekulasi aja. Oh ya bisa juga para pendengar yang kenal dengan Putra bisa kok kontak ke sini, ke Radio Gajahmada Fm.” 


“Makasih ya Mbak.”


“Iya, sama-sama. Kamu yang sabar ya sayang. Kita kembali ke Lagu aja deh, dengan Group Band SECOND CIVIL yang berjudul DAN BILA.” 


Lagu itu mengalun, Gita mendengarkan di kamarnya yang sedih ingin bertemu dengan Putra untuk memastikan bagaimana kondisinya saat ini. Gita malam itu benar-benar sedih, dia tidak menyangka akan seperti ini. Gita ketiduran di atas kasur yang lembut sambil mendengarkan Radio Gajahmada Fm sampai pagi. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 76).


Terdengar angin yang sepoi namun lembut memasuki pikiran Gita yang sedang kalut, pagi itu dia terbangun dari tidurnya. Dia melamun lagi sambil duduk di kasur, akhirnya dia memutuskan mandi pagi agar tubuhnya segar dan tidak sedih lagi. Setelah itu dia sholat subuh di kamarnya, dia berdoa kepada Tuhan agar sesegera mungkin dikasih pertolongan olehNya. Dia berharap bisa bertemu dengan Putra lagi, entah kenapa habis sholat Subuh di pikiran Gita terbersit angan ingin bertemu dengan Ajeng yang telah di tinggal pergi Putra. Gita juga sayang dengan Ajeng karena dia adalah sahabat yang mengasyikkan. Dia duduk di kursi belajarnya sambil membaca buku pelajaran kemarin. Dia menyalakan radionya dengan mengambil remote di sampingnya sambil memencetnya mencari channel stasiun radio. Akhirnya radio yang search sendiri berhenti di Stasiun Radio Imelda Fm yang sedang menampung request para Fanatik Femalenya di pagi itu. Memang dasar Gita, sukanya dia tuh merequest lagu dimanapun itu dan radio apapun itu. Dia mengambil hapenya untuk menelepon di pagi itu agar lebih semangat.

__ADS_1


“Sepertinya di pagi ini aku harus dapat sentuhan Musik deh, agar pikiranku tenang dan mendapatkan Intuisi dan Ide yang Brilliant. Gimana ya solusinya agar terpecahkan, lebih baik aku request lagu dulu lah.” Ucap Gita yang berbicara sendirian di kamarnya. Hapenya Gita diangkat sama Penyiar Radio Imelda Fm Semarang.


__ADS_2