Petualangan Gembira 1 Bagian 2

Petualangan Gembira 1 Bagian 2
9. Wonder Woman


__ADS_3

“Sudahlah ini bukan urusanmu, memang aku yang jahat dan pantas untuk dimusuhi. Aku mau pulang, kamu nggak usah mengantarku aja. Aku ingin menenangkan diri dulu.” Ucap Putra yang meninggalkan Gudeg di parkiran motor. Gudeg hanya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya jika sahabatnya berbuat seperti itu. 


“Jenang Lumpia Jenang Lumpia, kamu baru sinting ya. Dasar enggak diri, pengecut kamu bro. Ah payah kamu Nang, jika aku jadi kamu aku nggak akan melakukan seperti yang kamu lakukan.” Ucap Gudeg di dalam hati. Gudeg berlari mengejar Ajeng yang menangis di pinggir jalan dipeluk Yanti. Mereka semua kembali ke parkiran cafe kemudian masuk ke dalam kafe. Naily, Yanti, Cornelia, Fitri dan Gudeg bertanya kepada Ajeng apa yang terjadi. Di dalam kafe terdengar musik dari Lagunya MULAN JAMEELA dengan Judul Lagu WONDER WOMAN. (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 55).


Ajeng di suruh minum oleh mereka agar hatinya tenang, Ajeng hanya diam tidak mau menjawab pertanyaan mereka apa yang terjadi barusan. Dia masih menangis dan kaget dengan sikap Putra yang berubah drastis tidak seperti dulu. Malam makin larut, Ajeng diantar Naily naik mobilnya. Ajeng duduk di belakang bersama Fitri sedangkan Yanti duduk di depan di sampingnya Naily yang sedang nyetir. Cornelia ikut sama Gudeg naik motornya untuk pergi ke rumahnya Ajeng membuntuti mobilnya Naily. Ajeng makin melamun dan sedih jika Putra berubah. Mamanya Ajeng heran dengan sikapnya Ajeng yang berubah setelah mereka keluar pada malam hari ini. Sahabatnya Ajeng menjelaskan kepada Mamanya jika dia bertemu dengan Putra dan bertengkar lagi di kafe. Akhirnya mereka pamitan untuk pulang, Ajeng di peluk Mamanya di pintu rumahnya. Ajeng diajak masuk sama Mamanya untuk duduk di sofa ruang tamu. Mamanya menanyakan kejadian yang sebenarnya, Ajeng bercerita apa adanya kepada Mamanya yang dicinta. Mamanya juga sedih dengan tindakan Putra dan fitnah yang dialami Putra di sekolah.


“Jadi, kamu yang sabar ya Putri. Aku yakin Putra nggak melakukan hal seperti itu yang kamu bayangkan. Percayalah Putra itu orangnya sangat baik, mungkin dia sakit hati karena kamu sudah tunangan. Dia juga sakit hati diperlakukan seperti itu di sekolah. Kamu harus tegar ya sayang, aku yakin nantinya dia akan meminta maaf kepadamu. Jika dia meminta maaf kepadamu itu tandanya dia menyesal dan sudah sadar, maka ketika itu kamu harus memaafkannya ya.” Ucap Mamanya yang mencium keningnya Ajeng, dia mulai tidak menangis lagi sambil diam melamun. 


“Maaf Ma, Mamanya Putra kan sahabat dekatnya Mama. Mama pasti tahu....” kata-kata Ajeng belum selesai dilanjutkan. Mamanya tersenyum sama Ajeng.

__ADS_1


“Enggak Lah sayang, aku tahu jalan pikiranmu. Bundanya Putra itu wanita yang suci, beliau enggak melakukan hal seperti itu yang dituduhkan oleh teman-temanmu. Beliau sangat baik dan beliau adalah sahabat dekat Mama sayang.” Sekarang gantian Mamanya Ajeng yang menangis sedih mengenang kembali almarhum Mamanya Putra.


“Maafkan Putri ya Mah jika Putri lancang bertanya seperti itu.”


“enggak apa-apa, memang kamu harus tahu kebenarannya sayang.” Kata Mamanya. Ajeng masih sedih dan heran dengan sikapnya Putra, dia tidak menangis lagi kemudian minta izin sama Mamanya untuk pergi ke kamarnya yang berada di lantai atas. Dia berbaring di kasur sambil memikirkan Putra, sebenarnya dia sangat rindu sama Putra, juga sangat benci dengan Putra yang bersikap jahat dengan dirinya. Dia bingung dan gundah sehingga hatinya makin bingung, dia terus memikirkan Putra antara cinta dan benci. Ajeng menyalakan radionya dengan memencet remote, terdengar musik dari Lagunya SLANK yang berjudul I MISS U BUT I HATE U. Dia mendengarkan Lagu itu yang setuju dengan ungkapan Lagunya SLANK. Namun, dia tidak setuju jika lagu itu ditujukan untuk dirinya karena Lagunya SLANK mengenai seorang cewek. “Harusnya My Boy, Bang Kaka nih gimana sih. Wah besok kalau aku ketemu suatu saat nanti dengan personil SlANK aku suruh ganti aja syairnya dengan My Boy bukannya My Girl. Pasti Bang Bimbim setuju nih.” Ucap Ajeng yang melamunkan bertemu dengan personel SlANK yang saling berjabat tangan juga meminta tanda tangannya. Tanpa di sadari Ajeng tertidur dengan perasaan gundah sampai pagi, ditemani dengan suara musik dari radionya yang masih menyala.  (STOP. Dengerin Musiknya. PLAYLIST. NO. 56).


Tiga hari Ajeng sakit, dia tidak masuk sekolah. Walaupun dia sakit hati dengan Putra tapi dia sangat rindu sekali dengan dirinya yang bisa menenangkan jiwanya. Ketika Ajeng sakit dia sering di hibur Flowers Gengnya Ajeng, mereka sering ke rumahnya Ajeng agar dia terhibur. Di sekolah Cornelia, Yanti, Fitri dan Naily menemui Putra di taman sekolah. Putra di sidang mereka berempat agar baikan lagi dengan Ajeng.


“Iya. Maafkan aku ya. Sekarang kondisinya Ajeng bagaimana, apakah masih sakit.”

__ADS_1


“Udah baikan kok. Putra sebenarnya Putri itu sayang banget sama kamu, dia itu cinta sama kamu. Kamu enggak nyadar ya, selama kamu hilang kemarin, dia itu mencari kamu, dia kebingungan, dia juga merasa kehilangan. Kamu tahu Put, dia suka melamun dan tidak fokus lagi dengan pelajaran di kelas. Yang di pikirkan Ajeng itu cuma kamu, bahkan dia sering telat makan loh.” Ucap Yanti.


“Oh ya, maafkan aku ya, yang melukai perasaannya. Bukannya aku mengucapkan terima kasih dan menghiburnya, malahan aku telah menyakitinya. Sekarang dia ada dimana. Aku ingin meminta maaf dan aku sangat menyesal.”


“Sekarang Ajeng di kelas, dia sering melamun loh. Entah sekarang apa yang dilamunkan sama dia di kelas.” Ucap Cornelia.


“Baiklah, nanti aku kesana minta maaf sama dia.” Ucap Putra. Akhirnya mereka kembali ke kelas masing-masing kecuali Putra. Dia pergi ke parkiran menaiki bendinya mencari setangkai bunga mawar kesukaan Ajeng dan sebatang coklat untuk Ajeng yang sangat senang sekali dengan coklat. 


Siangnya Putra mendatangi gedung Kedokteran, dia masuk ke dalam gedung dan naik ke atas mencari kelasnya Ajeng. Ketika kelasnya sudah ketemu, dia berdiri di luar pintu memanggil Ajeng yang sendirian berada di dalam kelas sedang melamun. Ketika Ajeng tahu Putra yang datang, dia diam dan tidak ingin bertemu dengan Putra lagi. Putra dihalang-halangi siswa cowok temannya Ajeng di pintu kelas yang sangat benci sama Putra. Dia di larang masuk ke dalam sama teman-temannya Ajeng, Putra berteriak memanggil Ajeng agar keluar. Tubuh Putra di dorong, bunga yang berada di tangannya di injak-injak sama mereka. Coklat di sakunya Putra juga terjatuh tapi coklat ini selamat dari penganiayaan dari kaki mereka. Putra diseret keluar dari gedung Kedokteran, bunga dan coklat yang terjatuh diambil Cornelia yang baru datang dari lantai bawah yang melihat Putra diperlakukan tidak adil dengan teman satu jurusannya Cornelia. Bunga dan coklat itu diberikan kepada Ajeng, dia menasehatinya agar Ajeng mau memaafkan Putra. 

__ADS_1


Putra dibawa ke parkiran motor oleh keempat siswa, dipukul oleh mereka. Putra melawan sehingga saling adu fisik. Kata orang yang memukuli Putra, mereka disuruh Ajeng. Seketika mendengar kata Ajeng, dia diam hanya pasrah tidak melawan lagi untuk menerima beberapa pukulan dari mereka. Putra di pegangi badannya sambil di pukuli secara bergantian. Dia merasa kesakitan dan menahan rasa sakit yang diderita seluruh tubuhnya terutama bagian perut, dada dan wajahnya. Dia diam membisu dan berfikir jika Ajeng benar-benar menyuruh mereka, padahal sebenarnya mereka sangat benci sekali jika Putra berdekatan dengan Ajeng. Dia terjatuh dan terkulai lemas, darah dari mulutnya mengalir. Wajahnya Putra banyak yang lecet, bogem mentah banyak mendarat di tubuhnya Putra. setelah dia tidak berdaya keempat siswa yang memukulinya pergi.


__ADS_2