Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
siapa kau?


__ADS_3

Tonny membawaku di sebuah tempat restoran mentari bedugul kuliner yang halal di sana, suasana disana pada waktu itu sangatlah sejuk aku saat itu tengah duduk sambil melipat kedua tanganku seperti orang kedinginan.


"pakai lah ini, aku tidak ingin melihatmu sakit" ujar tonny sambil memakaikan ku jaketnya.


"lalu kau bagaimana" ucapku


"suttt" ujarnya.


"panas atau dingin aku hanya membutuhkanmu untuk membuat diri ini kuat". ucapnya dengan manis.


aku tersenyum malu dan bahagia mendengar tutur bahasanya, lalu tak lama kemudian dua orang karyawan disitu datang mengantar hidangan untuk kami.


*******



Danau beratan bedugul memiliki banyak keindahan keindahan salah satunya adalah pura Danu Beratan Bedugul yang berada di tengah danau itu sendiri tonny mengajakku ke sana di tengah tengah danau itu lalu berfoto mesra dengan nya dan tiba tiba dia berlutut di bawahku aku tersentak melihat kelakuannya aku berusaha mengajaknya berdiri namun dia tetap tidak mau menuruti ku tak lama kemudian dia mengeluarkan seikat bunga mawar merah dari belakang punggungnya aku tak tau harus berkata apa. betapa banyak pasangan mata melihat ku termasuk orang bule bule luar negri yang sedang berlibur disana mereka berbicara dengan bahasa mereka aku mengerti mereka sangat ingin diperlakukan sepertiku..

__ADS_1


"thank you for loving me and with me I promise I will always love you and be with you until my last breath" ucapnya


aku langsung menarik tubuhnya dan memeluk erat dirinya.


"I love you, too " ucapku dalam peluk nya.


"are you husband and wife?" tanya seorang bule laki laki di sana.


"yes and soon I will be a father" jawab tonny dengan bangga nya pada bule itu.


"it will definitely be the mist beautiful thing in your life" ujar bule itu kembali.


kami bermalam disana menghabiskan akhir pekan lalu tepat di hari ke empat di sana kami memutuskan untuk pulang ke rumah.


tiba dirumah.


" assalamualaikum biminah" ujar ku.

__ADS_1


"Waalailumslam salam tuan nyonya sudah pulang." iyaa bi kami sudah pulang.


aku dan Tonny langsung beristirahat dari lelahnya perjalanan.


*******


Hari itu tepat ke hamilanku tujuh bulan tonny harus kerja lembur malam itu sudah hampir tiga hari bi minah mengambil cuti karena ada urusan keluarga di kampungnya aku menunggu dengan sendiri dirumah untuk mengisi kekosongan dengan menghidupkan TV untuk menemaniku. lalu tak lama suara pintu rumah di ketuk aku langsung beranjak dari dudukku dan berfikir tonny sudah datang.


 


"sayang...? " tanyaku karena tidak biasanya tidak ada salam darinya.


rasa nya aku sangat penasaran siapa orang di luar sana aku langsung membuka pintu namun ternyata seseorang berpakaian hitam lengkap dengan penutup wajahnya langsung mendorongku dia memukulku menamparku aku berusaha melawannya dengan keadaan perutku yang sudah membuncit.


"siapa kau apa mau, ku mohon jagan sakiti aku !!" ucapku sambil memohon padanya untuk menjauhiku.


laki laki itu tidak mau bersuara sama sekali dia semakin mendekatiku dengan sebongkah kayu di tangannya aku terus memanggil Tonny meskipun aku tau dia tidak akan mendengar ku darah mulai keluar dari sela sela kakiku. hijab ku terlepas karenanya aku hendak meraih ponselku untuk menelponnya tonny mengangkat teleponku, belum sempat berkata sepatah katapun laki laki itu langsung memukul tubuhku hingga terhempas kebawah terdengar tonny memanggilku di telpon itu aku tidak bisa menyahutnya perutku sangat sakit perlahan semua arah penglihatan ku memudar.

__ADS_1


"sayang?? sayang?? kau tidak apa apa kan di sana .. aku akan segera pulang" suara tonny dalam ponselku.


******


__ADS_2