Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
Nara(2)


__ADS_3

kami tidak perduli lagi dengan omongan orang lain, mereka hanya bisa berbicara tanpa tau apa yang sudah kita lalui..


hidup adalah milik kita menurutku aku akan bahagia dengan apa yang aku suka dan sebaliknya aku akan menderita apa bila mendengarkan apa yang orang lain tidak suka.


******


Nara ku semakin hari semakin tumbuh menjadi gadis kecil yang begitu cantik dan pintar, hari ini usianya tepat 6 tahun kami membuat pesta ulang tahun kecil kecil untuk merayakan nya di panti.


semuanya hadir kecuali ibuku..


"happy birthday nara.. happy birthday nara.. happy birthday happy birthday happy birthday nara.." ucap kami semua dengan sebuah kue ulang tahun untuknya.


" terimakasih ayah bunda..." nara langsung mencium dan memeluk aku dan tonny dengan wajah cerianya..


"selamat ulang tahun nara ingat jadi anak yang rajin ibadah dan nurut sama orang tua, satu lagi nara jangan bandel" ucap orang tua tonny sambil memberi hadiah sebuah boneka Barbie untuknya.


"terimakasih kakek nenek.." ucap nara sambil memeluk mereka.

__ADS_1


"kalo kakek, kakek cuma punya hadiah celengan buat nara supaya nara jadi anak yang rajin menabung terus jadi anak yang pinter" ucap ayahku.


"terimakasih kakek nara suka" ucap nara memeluk hadiahnya.


nara bermain main dengan anak anak panti di sana sambil berlari lari mengitari meja kue ulang tahunnya.


"bunda nenek masih marah yah sama nara.." ucap nara berhenti dari bermainnya.


"tidakkkk nara nenek tidak pernah marah sama nara nenek juga sayang sama nara" ucap tonny mengendong anak kesayangannya itu.


"hore .. om tonny ikut bermain dengan kita" ujar anak panti bersuka ria .


aku tak tau sampai kapan ibu membenci nara aku sangat berharap suatu saat ibu bisa menyayangi nara seperti ibu menyayangiku.


****


aku tengah duduk bersandar melihat kebahagiaan nara dan teman temannya dengan sebuah minuman dingin di tanganku

__ADS_1


"sayang..." ujar tonny dari belakangku


"iyaa sayang kau sudah selsai bermain dengan nara" ucapku menoleh padanya


tiba tiba tonny memakaikan sebuah kalung permata di leherku lalu mencium keningku..


"ehemm hem .." ayahku menggodaku.


ibu dan ayah tonny terlihat juga ikut tersenyum senyum melihat ku, rasanya aku sangat malu..aku terheran heran melihat tonny.


"kau mungkin lupa hari ini juga adalah hari pernikahan kita terimakasih telah bersamaku dan menemaniku apapun yang terjadi kau lah yang terbaik dan terakhir untukku,..l love you" ucap tonny, sepertinya aku baru mengingatnya.


"terimakasih aku juga sangat bahagia denganmu l love you to" ucapku


"ibu ini dari kami semua...." ucap nara sambil memberiku sebuah bunga mawar dan teman temanya juga memberiku bunga satu persatu hingga begitu banyak bunga mawar yang ku dapatkan hari itu.


"terimakasih semuanya.. terimakasih anak kesayangan bunda" ucapku sambil mencium nara ku.

__ADS_1


__ADS_2