Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
kebingungan rey dan nara


__ADS_3

"nara... selama ini aku udah lama suka sama kamu, aku gak tau apa cuma aku yang ngerasain nya atau kamu juga ngerasain hal yang sama.. jadi kalau misalnya kamu ngerasa hal yang sama kayak yang aku rasain kamu bisa ambil bunga sama coklat ini, tapi kalo kamu gak ngerasain hal yang sama kayak apa yang aku rasain tolong terima dua duanya tapi tolong buang bunganya, kamu teneng aja ra.. gak papa kita tetep sahabatan kok " ujar rey sambil berlutut


dengan mata yang tetap menatap nara..


kemudian nara mengerakkan tangannya untuk mengambil pemberian rey dengan perlahan


suasana tiba tiba tegang teman teman nara dan rey maupun dirinya sendiri menunggu apa reaksi nara kemudian..


beberapa menit kemudian..


" karena kamu gk buang bunganya , berarti... kamu juga suka sama aku?? " tanya rey dengan wajah ragu ragu


kemudian nara tersenyum


"kan kamu yang bilang sendiri kalo aku suka kamu aku harus terima dua duanya.. jadi ya aku gak buang bunga nya.." ujar nara kemudian.


setelah rey mendengar ungkapan nara, rey langsung berdiri dan melompat kegirangan dengan teman temannya yang ada disitu.


"cieee ra akhirnya sahabat jadi cinta" ujar dini dengan menyenggol kan pinggangnya.


nara hanya tersenyum menandakan kebahagiaan yang dirasakannya saat itu.


kemudian rey kembali menghampiri lagi nara.


"makasih ya ra kamu mau nerima aku" ujar rey.


"iyaa rey.." ujar nara tersenyum.


*kring....kring...


bunyi bel tanya jam istirahat telah berakhir.


Hampir teman teman sekelas nara sudah mengetahui kejadian di kantin tadi, apa lagi wajah nara terlihat sangat bahagia.


"semangat belajarnya" pesan masuk dari rey.


" yaelahh romantis banget ..." ujar dini pada nara yang ternyata diam diam melihat pesan yang baru masuk itu.


"suttt ... sana sana itu bapak masuk" ujar nara pada temannya.


dini pun kembali duduk pada tempatnya, kini semua pandangan mata beralih pada bapak guru yang ada di depan kelas termasuk nara..


" oke langsung aja bapak gak lama lama,, itu ibu guru pelajaran kalian udah mau masuk bapak cuma mau bagiin surat untuk orang tua kalian semua karena besok akan diadakan rapat seluruh orang tua kalian.." ujar nya sambil membagikan surat tersebut.


"iyaa pak" ujar semua siswa hampir serentak.


satu persatu semua siswa menerima surat tersebut.


******


Jam sekolah telah berakhir.


dengan wajah tersenyum senyum nara masuk kerumahnya tanpa menyadari ku yang tengah memperhatikannya itu..


"kenapa nih,, gk biasanya pulang senyum senyum segitunya" ujar ku.

__ADS_1


"eh bunda .. ehehe" ujar nara dengan sedikit tertawa.


"ini pasti ada hubungannya sama rey kan.." ujar ku melipat kedua tanganku ke depan.


"hehehe nara ke kamar dulu ya bun .." ujar nara yang memelukku sesaat lalu langsung bergegas ke kamarnya.


"hadehhh ada ada aja" ujar ku tersenyum menggeleng geleng kepala dengan tetap memperhatikan nara.


aku masuk ke dapur untuk menyiapkan makan siang kala itu memasak beberapa macam gulai bersama biminah yang biasa membantuku.


"nyonya sepertinya itu tuan sudah datang suaranya dari luar, biar saya bukakan sebentar" ujar biminah sambil meninggalkan irisan bawang nya.


"engk usah .. biar saya saja" ucap ku sambil tersenyum, biminah hanya mengangguk.


aku berjalan sedikit cepat ke arah pintu depan


namun ternyata nara terlebih dulu membukakan pintu untuk ayahnya itu.


"yahh udah keduluan nara nih.." ujar ku sambil menyambut tangan suamiku.


"hehehe.." ujar nara.


"yasudah yuk masuk ayah ganti baju dulu. terus kita makan sama sama" ujar ku..


Di meja makan


seperti biasa sebelum menyantap makanan terlebih dulu berdoa untuk bersyukur atas rezeki dari tuhan.


nara memotong motong daging yang ada di piringnya kemudian dia teringat amanat dari gurunya disekolah tadi.


tonny menahan bangku putrinya itu.


"sudah nanti saja nara,, kita selsai makannya dulu nak ya.." ujar tonny lembut .


usai menyantap makan nara memberikan surat yang dibagikan oleh gurunya tadi.


tonny membacanya dengan perlahan surat tersebut yang isinya meminta kehadiran para wali murid untuk hadir membahas soal perpisahan sekolah nara.


"..yasudah besok nanti bunda yang ke sana, kalo ayah sudah selesai urusan di kantor ayah langsung ke sana juga oke .." ujar tonny


"okee yah..." ucap nara


*****


nara sudah pergi berangkat sekolah dengan temannya sejak pukul setengah tujuh tadi, sedangkan aku nantinya menyusul sedikit siang pada hari itu...


tiba di sana aku berjalan perlahan memasuki ruangan rapat wali murid, terdengar suara pemandu acara sedangan berbicara memberi salam pada semua orang di sana aku kemudian duduk di kursi agak sedikit dibelakang karena aku cukup terlambat sehingga kursi kursi sudah dipenuhi oleh orang tua murid yang hadir di sana.


*..... assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, bla bla bla bla...( suara pemandu acara memberi sambutan dan memulai rapat pada hari itu).


aku menyimak apa apa saja yang dibicarakan oleh orang tersebut prihal perpisahan sekolah nara yang sebentar lagi akan di laksanakan itu, semua berjalan lancar dan baik.


setelah rapat di tutup aku beranjak hendak keluar karena terlalu banyak para orang tua yang ada didalam itu ingin keluar terpaksa sesaat harus berdesak desak kan di pintu keluar, aku yang memakai sepatu hak tinggi merasa kesulitan menjaga keseimbangan tubuhku rasanya hampir saja aku terjatuh namun aku memegang lengan pria yang ada di sampingku sebagai penahan bagiku..


aku belum sempat melihatnya sampai pada akhirnya kami sama sama sudah ada diluar ruangan...

__ADS_1


"...ter......." ucapan ku terhenti.


aku langsung melangkah sedikit menjauh darinya. astaga apa ini mengapa dia lagi pikir ku.


"..sin.. aku tidak ada niat apapun" ujar rio padaku saat melihatku menjauh ketakutan.


tiba tiba rey datang menyapaku.


"hey tante... nara mana?? oya kenalin ini papah aku tante" ujar rey sambil merangkul laki laki itu, aku diam aku langsung melangkah pergi..


"tante... ada apa tante?? " ucap rey mengejar ku.


"rey... bunda kenapa???" tanya nara yang tiba tiba juga menghampiriku.


tonny datang baru saja melangkahkan kaki ke halaman sekolah nara..


"bun.. gimana udah selesai" ujar tonny bertanya padaku.


aku terus berjalan hingga masuk kedalam mobil ku tanpa memperdulikan siapapun


tonny ikut masuk bersamaku di dalam mobil.


"ada apa...? apa yang terjadi??" ujar tonny padaku.


"sayang...." ujar tonny beberapa menit kemudian.


"jalan aja dulu ..." ujar ku.


******


kembali ke nara.


nara masih bingung apa yang terjadi.


"rey bunda aku kenapa???.." tanya nara.


"aku juga gak tau ra... aku cuma salaman terus ngenalin papah aku ke bunda kamu itu aja" ujar rey pada nara.


ditengah tengah pembicaraan rey dan nara laki laki itu datang.


"rey.. papah pulang duluan yaa" ujar rio pada anaknya.


"pah.. papah udah kenal sama bundanya nara? " tanya rey


rio terus pergi tanpa memberi jawaban pada putranya tersebut itu.


"ini sebenernya ada apa sih??" ucap rey...


"...terus gimana rey" ujar nara dengan wajah sedihnya.


"ra... kamu teneng aja yah semua pasti baik baik aja kok" ujar rey mengelus kepala nara dengan tangannya.


~


~

__ADS_1


__ADS_2