Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
air mata


__ADS_3

aku duduk diam di samping tonny sesekali dia melirikku lalu hampir setengah perjalanan dia menoleh padaku..


"sayang... ada apa, coba katakan padaku.." ucap tonny lembut.


aku tidak tau apakah aku harus mengatakannya atau tidak aku menoleh mantapnya kemudian kembali lagi melihat ke depan..


Tiba di rumah.


pikiranku masih tentang yang tadi, perlahan aku membaringkan tubuhku


"ada apa..." ujar tonny berbisik sambil memelukku aku menghela nafas kemudian berbalik melihatnya.


"rey..." ujar ku


"..ini aku tonny sayang bukan rey.." ucap tonny mengerutkan dahinya.


"...iya aku tahu, bukan itu .." ujar ku lagi


".. lalu apa sayang??" tanya tonny.


"rey ternyata anaknya rio.." ucapku kemudian.


tonny langsung beranjak dari tidurnya, aku tau dia sangat membenci apapun tentang rio karena kejadian beberapa tahun lalu.


namun yang menjadi masalahnya adalah nara saat ini sedang jatuh cinta pada laki laki yang ternyata anaknya rio pria yang begitu memiliki kesan buruk di kehidupan aku dan Tonny.


*****


"sebenarnya ada apa selama ini" batin rey.


kring kring kring...


bel waktu istirahat berakhir


"ra.. sekarang kamu masuk gih ke kelas, belajar yang bener jagan di pikirin yang tadi oke.. senyum..." ujar rey sambil menyunggingkan bibirnya dengan jemarinya.


"hmm... iya deh kamu juga ya rey dah aku ke kelas dulu.." ujar nara sambil tersenyum.


mereka berdua masuk ke kelasnya masing masing karena kelas nara tepat di depan kelasnya rey tak jarang rey diam diam memperhatikan nara lewat jendela kelasnya.


jam sekolah pun berakhir


sambil membereskan buku buku pelajaran nara mengeluarkan baju olah raga dari tasnya


"ra.. lho hari ini ada ekskul tari ya.." ujar dini.

__ADS_1


"iya nihh soalnya kan Minggu depan aku ngikut lomba tari perwakilan dari sekolah kita,, kan tadi aku udah cerita" ujar nara


"eh iya gue lupa.. tapi gimana ya ra hari ini gue harus pulang tepat waktu soalnya ada urusan keluarga .." ucap dini


" iya sudahh gak papa din.. " ucap nara


"tapi lho gimana pulangnya" ujar dini mengerutkan dahinya


"dah santai aku bisa naik taksi kok.. sana balik entar kamu diomelin sama mamah kamu lho haha" ujar nara menggoda temannya.


"Hem iya sudah deh maaf ya ra gue duluan .. dah..." ujar dini meninggalkan nara.


"dah.....hati hati" ucap nara.


seperti biasa untuk persiapan lomba nara adalah anak yang bertanggung jawab bila di bebankan kepercayaan dari sekolahnya sehingga pihak sekolah sangat senang memilih nara untuk di kedepankan.


nara mulai latihan dengan empat orang anak tari temannya hingga beberapa jam pun berlalu.. satu persatu mereka meninggalkan ruangan karena hari telah mulai petang..


nara mengemas tasnya kemudian keluar dari ruang latihan itu. tiba tiba terdengar suara pukulan yang semakin mendekat dan semakin jelas..


"siapa??" ujar nara..


suara semakin kuat..


"jiaahhahhhhh......" teriak rey yang sangat mengagetkan nara.


"ngapain sih kamu disini bikin orang jantungan aja.." ujar nara


"*hmm yasudah deh aku pulang aja kalo gitu .."


ujar rey membalikkan padanya


"yasudah sana*.."ucap nara yang masih kesal


kemudian rey perlahan melangkah menjauh..


"ayok panggil ra" batin rey.


nara hanya melihat rey yang semakin menjauh..


*dubrakkk


suara dari dalam kelas seperti kursi jatuh


"rey tunggu..." ujar nara berlari

__ADS_1


"YESS.." batin rey..


"kok kamu tau aku disini??" tanya nara.


"tadi aku nanya sama dini katanya kamu latihan nari. abis handphone kamu gak bisa di hubungin." jelas rey.


".. *hmm handphone ku lowbat" ucap nara..


"yasudah aku anterin yaa dari pada kamu di anterin hantu kan*..." ujar rey menakut nakutin nara.


"..*hmm iya deh" ujar nara.


dan akhirnya mereka pulang dengan sepeda motor rey*.


*****


aku dan tonny mulai mencemaskan nara yang belum juga pulang apa lagi telpon nya yang tidak bisa dihubungi..


tonny baru saja mau berangkat ke sekolah nara tiba tiba...


"assalamualaikum tante om.." ujar rey.


"..kamu bawa kemana anak saya! " ujar tonny sambil menarik nara yang baru saja turun dari motor itu..


"om saya gak mana mana sama nara saya cuma .. " ujar rey terhenti..


"kamu pergi dari sini . dan jangan deketin anak saya lagi ingat! " ujar tonny dengan nada tinggi.


"..tapi kenapa om ." ujar rey


"yah .. rey tadi cuma nganterin nara aja yah " ujar nara dengan dibawa masuk kedalam rumah.


"mulai sekarang ayah minta kamu jauhi dia " ujar tonny sambil berlalu masuk kedalam kamarnya.


nara menangis dalam pelukanku aku tau apa yang dia rasakan aku memahaminya tetapi mungkin ini yang terbaik untuknya..


"bun.... kenapa ayah seperti itu bun nara tadi latihan nari dan karena handphone nara lowbat nara gak sengaja ketemu sama rey dia cuma nganterin nara bun.." ujar nara menjelaskan.


"iya sayang.. bunda ngerti tapi kamu harus dengerin apa kata ayah kamu karena dia tau apa yang terbaik untuk kamu.." ujar ku.


"bunda gk ngerti!!" ujar nara melepas pelukannya ..


"sayang..." ujar ku.


"keluar bun.. biar nara sendiri sekarang. " ujar nara.

__ADS_1


~


~


__ADS_2