Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
ketenangan


__ADS_3

masalah demi masalah selalu datang menyapa aku duduk termenung dengan air mata, lalu kurasakan sentuhan lembut menyentuh pundak ku dan perlahan mendekap ku dia menyandarkan kepalanya di punggungku, aku tau dia suamiku pilihan ayahku..


"apapun terjadi jangan pernah lagi berkata untuk pergi..." ujarnya halus.


aku membalik menatap mata yang sedari tadi memerah menahan bendungan air mata itu, hanya beberapa detik ku tatap matanya aku langsung mendekap tubuh pria yang halal bagiku itu dengan melepas segala rasa yang tertahan ini. kehangatan,ketenangan,dan kebahagiaan ku terasa telah kembali dalam diri ini karenanya.


"aku berjanji tidak akan meninggalkanmu meskipun itu hanya sebuah kata" ujar ku dalam peluknya.


******


esoknya


"assalamualaikum... assalamualaikum.." ujar dari luar pintu.


"waalailumslam iyaa sebentar" ucapku dengan melangkah mendekati pintu.


"oh ayah .." ucapku dengan langsung memeluknya.


kemudian ku persilahkan ayahku untuk masuk ke rumahku aku sangat merindukannya rasanya begitu ingin ku ceritakan apa yang ku ceritakan padanya.


"ayah dan ibu tadi sudah di beri tahu suamimu lewat ponsel apa yang terjadi dirumah tangga kalian.." ujar ayahku, aku melirik tonny yang duduk di sampingku.


"ayah harap kalian jangan lagi mudah percaya pada orang lain.. bersikaplah baik namun ingat tidak ada kejahatan yang sengaja diperlihatkan dan tetaplah saling percaya satu dengan yang lain nak" nasehat ayahku.


"iyaa ayah..." ujar ku mengangguk.


"makanya tonny kalau sudah punya istri ngapain kamu bawa teman lama kamu menginap dirumah ini kamu emang gak tau apa jaga perasaan istri kamu, mentang mentang dia gak bisa ngasih anak ke kamu tapi ingetin itu semua sebenernya salah keluarga kamu." ujar ibu mengomel dengan nada cepatnya.


"bu....!" ucapku.

__ADS_1


"iya ibu maafkan tonny ini salah memang salahku " ujar tonny merunduk.


"sudah sudah... semua hanya ujian tidak ada yang salah" ujar ayah mederai.


kemudian


"Kakek ......" ujar nara berlari memeluknya


"kakek nara kangen kakek.. nara takut tante dian jahat sama nara kek, dia juga gangguin bunda kek" ujar nara di atas pangkuan ayahku.


"oh gitu, terus ...." ujar ayahku lanjut bertanya


"terus tante dian nara pukul pukul deh tapi nara kalah dia kuat banget soalnya kek" ujar nara..


"bener bener jahat nenek lampir itu.. kalau waktu itu ada kakek udah kakek tendang dia " ujar ayahku dengan gaya bicaranya itu.


"hahahaha kakek bisa aja deh" ujar nara dengan memberi jempolnya.


nara merunduk


"iya nek.. maafin nara yaa" ujar nara pelan tanpa menatap mata ibuku.


"yasudah nara maen sama kakek yuk diluar " ujar ayah dengan mengendong cucunya itu.


*******


setelah pihak kepolisian menyelidiki dian atas tindakannya, dian ternyata juga terjerat kasus narkotika yang ditemukan dikamar tempat tidurnya dirumah kami.


seminggu kemudian ..

__ADS_1


karena kami tahu dian kini tidak punya siapa siapa sama sekali, kemarahan mungkin masih ada hatiku dan di keluarga kecilku mengingat apa yang pernah di lakukan nya


kami berniat untuk sekedar melihatnya keadaannya.


di dalam sel dia duduk bungkuk memeluk lututnya dengan rambut sedikit acak. dia menoleh kepada ku


" nara..." ujarnya melihat nara dibalik kakiku.


" nara sini..nara maafin tante, karena tante udah jahat sama nara.." ujarnya dengan perlahan meneteskan air mata. aku tidak tau apakan itu air mata ketulusan atau kebohongan.


"engak... nara gk mau ketemu tante lagi tante dian jahat!" ujar nara dengan tetap di belakang kakiku.


"engak Tante gk bakal nyakitin nara lagi tante udah sadar apa yang Tante lakuin" *ujar dian dengan menggenggam jeruji besi itu.


"engak*!" ujar nara.


suasana hening beberapa saat.


"ton.. aku sadar ini memang pantas aku dapatkan atas apa yang pernah ku lakukan, hidupku sudah hancur, keluargaku, rumah tanggaku, dan sahabatku semua karena salahku karena keegoisan dalam diriku.


aku mohon maafkan aku yang pernah berniat jahat pada kalian semuanya." ujar dian.


"kami sudah memaafkan mu dian, kami berharap kamu bisa mengambil pelajaran dari apa yang pernah terjadi dalam hidupmu. saat inilah kamu memperbaiki semuanya, kembalilah pada penciptamu karena segala ketenangan hanya darinya" ujar tonny.


dian terlihat sedang merenungi ucapan tonny aku yang mendengarnya terasa terhapus segala kemarahan dalam hatiku.


"tante dian.. nara juga udah maafin tante asal tante jangan jahat lagi biar allah sayang sama tante" ujar nara mendekati dian..


"makasih ya sayang tante janji bakal berubah makasih.." ujar dian..

__ADS_1


"*yasudah kami pergi dulu waktu nya sudah habis, assalamu'alaikum" ujar tonny.


" waalailumslam". ujar dian tersenyum padaku*.


__ADS_2