Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
ungkapan rey


__ADS_3

Di rumah.


"assalamualaikum.." ujar tonny datang sepulang kerjanya


"waalailumslam yah" ujar ku


aku mencium punggung tangannya lalu tonny melingkarkan tangan kanannya dipundak ku sambil berjalan kedalam rumah..


di sela sela melangkah


"oya sayang nara mana??" tanya tonny


"itu..(ucapku sambil menunjuk ke nara yang asik dengan ponselnya didepan tv) sedang sibuk chatting dengan teman laki lakinya, lihat bukan dia yang menonton tv namun sebaliknya " lanjut ku sambil tertawa


"ehh.. ayah " ujar nara terkejut malu malu.


"hmm.. belajar dulu yang bener" ujar tonny setelah bersalaman dengan putrinya.


"iyaa ayah..." ujar nara.


*******


Karena nara yang begitu dekat denganku nara sangat mempercayaiku dalam hal apapun dia pasti bercerita padaku tentang pelajaran, persahabatan bahkan apa saja yang dia alami hari itu juga walau kadang hanya untuk meminta pendapat dariku.


beberapa bulan belakangan nara sangat banyak bercerita tentang kedekatannya dengan rey anak laki laki yang sudah menjadi sahabatnya itu..


"tapi aku kasian sama rey bun, dia gak punya ibu lagi dia cuma tinggal sama ayahnya" ujar nara setelah panjang lebar bercerita


"emang kenapa ibu nya rey .." tanyaku sambil meneruskan masak kan ku karena saat itu.


"katanya sih.. ibu nya rey meninggal waktu rey masih kecil dulu bu.." ujar nara.


"hmm kasian juga rey" ujar ku..


"gitu deh bun" ucap nara sambil meneguk air putih.


******


setelah makan malam bersama seperti biasa di kamar aku dan tonny biasa bercerita sambil bercanda bahkan tak jarang menghabiskan malam hanya untuk bercinta.


sudah menjadi kebiasaan tonny sering tidur di pangkuan ku dengan tanganku pijatan memijat di kepalanya hingga dia tertidur namun malam itu sebelum tonny benar benar tidur aku bercerita kepadanya tentang apa sebenarnya ingin ku katakan.


"sayang..." ujar ku


"hmm" ucap tonny. aku menghentikan pijatan ku di kepala nya karena aku yakin dia tidak akan serius mendengar ku.

__ADS_1


"kok berhenti sayang...aku bentar lagi mau tidur tadi" ujar tonny.


"nyebelin ahh" ucapku dengan wajah cemberut.


"ehh.. iya iya deh aku minta maaf ya ibu ibu.. jangan ngambek dong" ujar tonny membujukku.


"yasudah ngomong gih aku dengerin ni " ujar tonny beranjak dari tidur dan menggenggam tanganku.


"beberapa waktu lalu aku bertemu dengan rio tanpa sengaja saat aku dan nara pergi berbelanja" ujar ku.


"terus kamu gak di apa apain dia kan? apa dia nyakitin kamu atau nara? ayo bilang.." tanya tonny dengan serius.


"engak kok yank saat itu nara lari di tempat baju perempuan aku nyariin baju buatku, tapi setelah aku ngeliat dia aku langsung cepat cepat pergi aku gak mau temu dia lagi aku takut " ujar ku menjelaskan.


"sudah jangan takut yaa.. aku gak bakal membiarkan dia nyakitin kamu atau nara" ujar tonny sambil memelukku.


kami tertidur dengan posisi aku tetap dalam pelukannya.


*******


baru saja tonny berlalu pergi berangkat kerja


tiba tiba sahabat perempuan dekat nara datang menjemput.


"assalamualaikum tante nara nya ada?" tanya dini


Nara ini dini nya udah jemput kamu nih" ujar ku sambil memanggil nara ke dalam


" iyaa bunda tunggu sebentar." ujar nara sambil mengikat tali sepatunya itu.


beberapa menit kemudian..


nara bersalaman dan menciumiku lalu pergi ke sekolah dengan temannya itu..


"oke tante kami berangkat dulu assalamualaikum.." ujar nya.


"waalailumsalam.. hati hati" jawabku.


jarak sekolahan nara dan rumah biasanya memakan waktu hampir setengah jam perjalanan, dia sejak dewasa biasa pergi bermotor dengan temannya tadi atau kadang tonny atau aku yang mengantarnya.


*Tin... Tin ..Tin....... bunyi klakson motor


orang di belakang mereka.


"apa apaan sih berisik banget" ujar dini sambil menengok kaca spionnya

__ADS_1


"Nara.... ada si gila tuh di belakang kita.." ujar dini


"si gila siapa sih..." tanya nara


"liat aja sendiri..." ujar dini.


nara menoleh sambil membuka kaca helm nya ke atas.


"hdehh rey.. rey.." ujar nara Melihat rey di belakangnya itu.


"pagi ra...." ujar rey sambil mendekatkan motornya.


"juga rey.. jangan bercanda rey kalo lagi di atas motor" ujar nara.


"hehehehe iya iyaa" ujar rey.


"cieee lho perhatian amat ra sama rey hahaha" ujar dini ngeledek.


"apaan sih" ucap nara mencubit lengan dini.


"eh becanda ra" ujar dini.


merekapun tiba di sekolah tepat lima menit sebelum pintu gerbang sekolah ditutup. rey dan nara satu sekolah dan satu angkatan waktu masih kelas satu dan dua mereka satu kelas namun sekarang mereka udah beda lokal kelas.. namun itu bukan jadi alasan mereka gak deket kayak dulu justru semakin lama mereka makin deket bahkan akhir akhir ini dimana ada nara di situ pasti ada rey.


"ra.. lho kapan jadian sama rey" tanya dini di kantin saat jam istirahat..


"rey itu cuma angep aku sahabatnya doang gak lebih.. udah jangan bahas itu din" ujar nara.


nara baru membuka tutup minumannya lalu rey tiba tiba datang dari belakangnya.


"kata siapa??" ujar rey.


"apaan sih rey.. " ucap nara


"engak nara.. aku mau ngomong serius sama kamu, mungkin selama ini aku belum pernah berani ngomongin ini ke kamu dan belum pernah aku omongin ke siapapun " ujar rey serius..


*cieee..


*tembak aja rey..


*kalian cocok kok..


*ayo tembak lagi rey sebelum di emban orang...


( dukungan teman teman rey maupun nara untuk meyakinkan rey menyampaikan isi hatinya)

__ADS_1


"duh kok jadi gugup gini" batin nara


"nara... selama ini aku udah lama suka sama kamu, aku gak tau apa cuma aku yang ngerasain nya atau kamu juga ngerasain hal yang sama.. jadi kalau misalnya kamu ngerasa hal yang sama kayak yang aku rasain kamu bisa ambil bunga sama coklat ini, tapi kalo kamu gak ngerasain hal yang sama kayak apa yang aku rasain tolong ambil dua duanya tapi buang bunganya gak papa kita tetep sahabatan" ujar rey sambil berlutut .


__ADS_2