
".....apa kau tidak bisa bersikap baik pada ku" bentak ku pada tonny sambil melepas genggamannya.
"kau tidak tau dia seperti apa, ku mohon jauhi dia sin." ujarnya.
"aku lebih mengenalnya !" ucapku.
"sin.... percaya padaku dia tidak sebaik yang kau lihat.." ujar tonny
"aaaaahh...DIAM!!" ujar ku kesal
Aku terheran pada sikapnya apa yang terjadi tadi apa yang mereka katakan dibelakang ku pikir ku mulai penuh dengan pertanyaan pertanyaan.
aku langsung masuk kedalam mobil bersamanya lalu segera dia membawaku meninggalkan tempat itu.
******
saat tiba di rumah.
"mengapa raut wajahmu terlihat kesal apa yang terjadi" tanya ayah padaku.
"tidak apa apa ayah dia hanya memarahiku karena aku mengajaknya pulang."ucap tonny tanpa memberi tahu kejadian yang sebenarnya
"benarkah begitu sinta?? tentulah suamimu mengajakmu pulang ini sudah terlalu laut malam, memangnya siapa temanmu yang kau temui itu?". tanya ayah yang membuatku bingung mencari jawaban.
"mm itu yah" jawabku tergagap
__ADS_1
"teman kecilnya dulu yah mereka terlalu asik bercerita sampai sampai aku dihiraukannya". ucap tonny menyelamatkanku.
"oh nia mengapa tidak kau ajak ke rumah kita padahal ayah juga ingin melihatnya, teringat kalian berdua saat kecil dulu" ujar ayah bernostalgia mengingat waktu kecilku
" hehehe iya yah katanya lain kali saja dia ke rumah kita." ucapku sambil berlalu berjalan menuju kamarku.
****
Aku pun tertidur dengan lelap kemudian
aku merasa seperti ada yang mengecup pipiku membelai rambutku entah itu siapa mataku terlalu berat untuk melihatnya.
"Aaaaaaaaa." teriakku..
aku terkejut melihat tonny di sampingku.
Aku langsung segera bangkit dari tempat tidurku dan lari menuju keluar kamarku.
memang sejak awal menikah hingga beberapa hari ini aku sama sekali belum mau bercampur dengan nya.
seperti biasa Tonny berangkat kerja sedangkan aku hanya dirumah dan rencananya hari ini kami akan pulang setelah dia selesai dengan pekerjaannya.
"aku pergi dulu jaga dirimu baik baik ya Assalamualaikum:)" ujarnya..
"waalailumslam " ucapku*.
__ADS_1
******
Rio mengajakku bertemu seperti biasa sikapnya membuatku sangat bahagia
beragam tempat kami kunjungi hingga malam pun tiba untuk tempat terakhir rio dan aku berjalan kesebuah tempat hiburan malam dia memberiku sebuah cangkir dengan air yang memabukkan, aku hanya minum sedikit sebenernya rio sudah sering mengajakku ke sana pada saat kami masih bersama dulu.
"apa kau bahagia sayang" ujar rio.
"tentu .." jawabku.
Dia mengajakku berjoget bersama hingga kamipun duduk kembali .
Dan kemudian tiba tiba seorang wanita cantik yang seksi berkulit putih duduk di samping rio dia memegang wajah rio dengan mesranya lalu mengecup bibir rio ku yang sontak membuatku melayangkan tanganku namun yang membuatku terkejut rio menahan tanganku yang sudah gatal ingin menghajar perempuan itu.
"mengapa kau menahanku !" tanyaku pada rio
yang tak ku sangka sangka dalam hidupku rio justru mendorong ku dengan kasarnya hingga membuatku jatuh dari tempat dudukku.
"kau pikir aku laki laki bodoh yang setelah kau membuang ku aku masih mau bersikap baik padamu. aku bisa mendapatkan begitu banyak wanita sepertimu kau tak lain hanya sampah bagiku." ujar rio mencaci ku
begitu banyak ucapan menyakitkan yang ku dengar darinya aku hanya menangis dan meminta maaf padanya dan aku bagai orang hina di bawahnya.
"maafkan aku.." ucapku berulangkali sambil menangis.
aku benar benar merasa sangat hancur aku hanya ingin pulang saat itu tapi aku hanya bisa diam di bawahnya.
__ADS_1
*****