
dengan hati yang penuh emosi bagai mengejar angin rey terus menarik gas motornya dibawah derasnya hujan..
"apa salah gua....!!!" teriak rey di atas motornya.
siiitttttt dubrakkkk.....
rey dan sepeda motornya terpeleset akibat licinnya jalan karena derasnya hujan petang itu.
"Nara...." ucap rey menatap ujan yang membasahi wajahnya.
rey sempat diam tergeletak sesaat kemudian rey berusaha bangkit sendiri dengan semampunya...
hingga tiba lah rey dirumahnya.
"rey... kenapa kamu nak??" tanya papahnya rey yang tak lain adalah rio itu.
rio mencoba memeriksa tubuh putranya itu namun tangan rey menepisnya
"pah... kenapa semenjak papah ketemu sama tante sinta mereka benci sama rey! bahkan rey dilarang buat ketemu sama nara??" ucap rey.
"lebih baik sekarang masuk.. " ujar rio pada putranya.
"engak ...sebelum papah jawab pertanyaan rey dulu ." ujar rey.
"MASUK !!" bentak rio dengan nada tingginya
dengan hati yang belum puas rey meletakkan helmnya dengan kasar lalu pergi ke kamarnya.
rey berusaha menghubungi nara saat itu meski berkali kali namun tak kunjung mendapat jawaban.
"ra.. angkat..." ujar rey sendiri.
namun tetap tak ada jawaban dari nara hingga akhirnya rey tertidur.
******
aku sangat khawatir dengan nara apa lagi ini untuk pertama kalinya dia mencintai seseorang setahu ku..
andai saja yang dia cintai bukan anak dari laki laki itu tentu bukan suatu hal yang bermasalah bagiku ataupun tonny.
"bila perlu kita pindah ke tempat yang jauh dari rio dan anaknya itu.." ujar tonny.
"sekolah nara sebentar lagi terlalu sayang, kita tunggu dia selsai pendidikan nya disini.. nanti kita pikirkan lagi apa yang terbaik untuknya.." ujar ku menenangkan tonny.
"aku tidak mau kehilangan anakku.." ujar tonny memelukku.
__ADS_1
aku mengerti meskipun nara bukan darah dagingnya namun dalam hati tonny dia begitu tulus menjadi ayahnya nara selama ini..
Ke esok kan harinya..
seperti biasa sarapan pagi bersama dimeja makan keluargaku.. tampak wajah nara tak seceria seperti biasanya.
"assalamualaikum.." ujar seseorang dari luar.
"waalailumslam.."ujar nara bangkit dari tempat duduknya ..
"bunda aku berangkat dulu ya.. ayah aku duluan" ujar nara sedikit malas pada tonny.
"mulai sekarang kamu bareng ayah ke sekolah nya.." ucap tonny menahan tangan putrinya.
"yahh!! aku sudah besar ...." ujar nara..
"apa salah nya.. apa kamu malu nara ??" ujar tonny.
"bukannya gitu yahh...... bunda.." ujar nara kemudian menoleh padaku.
"dengerin kata ayah nak.. " ucapku.
aku tau tonny mulai berlebihan pada nara yang mungkin satu sisi justru nara tertekan dengan nya.
"din .. kamu duluan aja, aku dianter ayahku" ujar nara .
"ya.. yasudah deh, aku duluan yahh . dah.." ujar dini berlalu dengan sepeda motornya.
tak berapa lama tonny menyantap sarapan nya .. mereka pun berangkat .
******
terlihat rey menunggu didepan gerbang sekolahan sambil menoleh kearah jalan yang biasa nara datang.
"din.. kok kamu sendiri.. nara mana??" ujar rey saat melihat dini baru tiba di sekolah.
"ya elahh kayak kagak pernah ketemu aja.. nanti juga dateng kok..sama calon bapak mertua lho hahahaha" ujar dini ..
"apaan sih lho.. kok sma ayahnya ??" tanya rey.
"ya mana gue tau,, nara sih keliatannya bete banget.. eh tunggu deh kaki lho kenapa tuh" ujar dini setelah melirik kaki rey yang sedikit sulit berjalan.
"hmm... gak papa kepeleset kemaren
yasudah yah gua mau ngumpet dulu sebelum diliat ayahnya nara." ujar rey kemudian.
__ADS_1
nara pun tiba disekolah tepat didepan gerbang sekali tonny mengantarnya..
"belajar yang bener ya,, nanti kalo udah pulang ayah yang jemput.. " ujar tonny
"iya ayah... assalamualaikum.." ujar nara setelah bersalaman dengan tonny dan keluar dari mobilnya.
"waalailumslam.." ujar tonny.
beberapa menit tonny benar bener sudah tak terlihat dari jalanan setelah dipastikan aman rey keluar dari tempat persembunyiannya tadi..
"ra.. tunggu.." ujar rey..
"rey.. kamu ngapain disitu..?" tanya nara pada rey.
"ya ngumpet lah.. dari pada dimarahin ayahnya kamu lagi" ujar rey.
"hahaha yaa kan gak harus ngumpet di semak semak juga rey kan bisa nunggu didalam." ujar nara.
"nunggu didalam kelamaan.. oya kamu gak papa kan kemaren.." tanya rey sambil berjalan.
"aku gak papa kok.. tapi yang masalahnya aku bener bener gak dikasih buat deket sama kamu.. aku bener bener gak ngerti." ujar nara.
"cieee kamu takut banget jauh dari aku kan hahaha" ujar rey menggoda nara.
"ih kamu ini .. ini masalah serius rey" ujar nara memukul lengan kanan rey.
"aw sakit ra... iya iya aku minta maaf aku becanda." ujar rey
"rey... kaki kamu kenapa ?? tangan kamu juga sakit ya..??" tanya nara.
kemudian dari belakang dini menghampiri mereka.
"ahh enggak...." ujar rey terhenti.
"itu ra gara gara kemaren jatoh motor " ujar dini. rey yang gagal menutupinya dari nara akhirnya ketahuan oleh nara...
"rey.. kamu jatoh waktu pulang dari nganterin aku ya ..." tanya nara dengan wajah cemasnya.
"duh.. enggak kok ra.. dah lupain yaa aku gak papa kok beneran deh.. jagan sedih yahh" ujar rey.
kemudian nara mengangkat lengan baju rey yang ternyata tangan rey memar dan seketika nara menjatuhkan air matanya
selain dia ceria nara sebenarnya mudah menangis namun untuk pertama kalinya dia menangis karena cinta.
"ra... jangan gitu dong.. din gimana nih duh.." ujar rey panik melihat nara untuk pertama kalinya menangis didepan nya.
__ADS_1