Pilihan Ayah

Pilihan Ayah
bertemu lagi


__ADS_3

siang itu Aku yang tadinya duduk menikmati tontonan tv diruang tamu merasa sangat ingin meneguk air dingin yang ada di dapur mungkin karena cuaca panas atau apapun itu,


aku langsung beranjak dari tempat dudukku ketika film yang ku lihat itu sedang terhenti oleh sponsor.


namun aku terhenti tepat di depan pintu nara yang entah dengan siapa dia berbicara lalu


*krikkk suara pintu sedikit ku buka kamarnya tanpa sepengetahuan nara


"oya makasih yah kamu udah bantuin aku.." ujar nara dengan ponsel yang ada di genggamannya.


aku terus diam diam memperhatikan nya terlihat amat bahagia dengan lawan bicaranya itu.


"emmh emmh.." ujar ku


"ehh.. bun- bunda..." ujar nara gugup dan langsung merubah posisi dari tidur menjadi duduk di hadapanku.


"nara nelpon siapa sih?? " tanyaku dengannya sambil celingukan melihat kebelakang tangannya yang menggenggam ponsel, aku mendengar suara laki laki yang sesekali memanggil nara


"nara nelpon temen kok bun.. beneran.." ujar nara agak tersendat


"yakin..." ujar ku sambil mencubit hidungnya


"ehehe iya bunda.." ujar nara


"hmm yasudah awas loh temen ujung ujung nya jadi demen.." ujar ku berlalu perlahan meninggalkannya, nara hanya tersenyum senyum padaku


******


seperti anak dan ibu lainnya aku dan nara gemar pergi berbelanja keluar untuk memenuhi kebutuhan hobi kami, banyak yang bilang aku dan nara bukan seperti ibu dan anak namun layaknya teman bahkan kakak beradik, itu tentu saja.. karena nara kemana mana lebih banyak mengajakku untuk menemaninya begitupun sebaliknya.

__ADS_1


disaat aku dan nara tengah asik berbelanja di toko baju, nara mulai menyukai salah satu diantaranya dan mencoba nya diruang ganti untuk mengisi waktu kosong aku berjalan melihat pakaian pakaian pria untuk suamiku yang kebetulan tidak terlalu jauh


memilah dan memilih mata ku tersorot pada kemeja yang terpajang di sudut toko itu namun...


*dubrakkkk ...


tanpa sengaja aku menjatuhkan patung laki laki yang tengah kulihat itu, aku berusaha memperbaikinya tapi..


aku sangat tersendat dan kaget bukan karena patung yang jatuh namun karena seseorang laki laki yang membantuku membangunkan patung itu!


dia... dia.... ahh mengapa aku harus bertemu dengannya lagi pikirku. aku langsung pergi dari situ betapa muak nya aku melihatnya.


******


"hey kamu disini..." ujar nara pada teman laki lakinya.


"hdehh kau ini.." ucap


"aku sedang menunggu ayahku... kau sendiri* ?" ujarnya kemudian.


"hmm begitu yaa.. aku sedang mencari bundaku, padahal aku hanya sebentar mencoba pakaian di sana eh dia tidak ada lagi" ujar nara


"hahaha namanya juga ibu ibu ra.. yasudah kalau begitu sambil menunggu kita beli minum dulu yuk di sana" ujar laki laki itu,,


kemudian nara dan anak muda itu berbincang bincang sambil menikmati es krim coklat kesukaan nara.


"oya ra.. apa kau merasakan sesuatu saat dekat denganku? " tanya rey


"emmh maksudmu rey???" tanya nara, dia seperti tau sesuatu namun nara tidak terlalu yakin atas apa yang terlintas dipikirannya

__ADS_1


"hmm maksud aku....." ujar rey terhenti..


nara berdiri dan sedikit mengangkat tangannya memanggilku "bunda ..."


"bunda kemana aja sih aku nyariin dari tadi" omel nara padaku.


"Hem bunda nyari baju ayah sebentar aja kok, bunda balik eh kamu gak ada lagi" ujar ku.


"terus gimana temu gak? " tanya nara


"mm.. engak sih. nanti aja biar ayah kamu sendiri deh yang milih " ucapku.


"oya bun .. kenalin ini rey temen aku disekolah" ujar nara,


anak muda itu menjabat tanganku dia sepertinya anak yang sopan dan baik pikirku.


"nara ini yang waktu itu telponan sama kamu ya?? " tanyaku menggodanya


"ehh... bunda" ujar nara berbisik padaku malu.


"iya tante kemaren aku yang menelpon nara tan.." ujar rey membuat pipi nara tiba tiba merah merona.


"yasudah rey kami duluan yaa bye..." ujar nara mengajakku pergi..


" ehh iyaaa ra... hati hati dijalan" ucap rey padanya.


ku lirik wajah anak gadisku itu yang sedang tersenyum senyum, aku tau betul dan yakin dia sedang jatuh cinta dengan temannya.


******

__ADS_1


__ADS_2