
bell sekolah pun berbunyi..
"udah rey,, lho masuk gih gue sama nara mau masuk kelas ." ujar dini pada rey
rey dengan berat hati harus masuk ke kelasnya dengan beberapa kali menoleh pada nara..
dini sebagai sahabat yang baik selalu menemani nara dan disampingnya.
"ra.. udah dong jangan nangis gitu entar lho di liat guru dikira gue ngapa ngapain lho lagi" ujar dini.
"aku gak tau, aku gak bisa nahan air mata ini mau nangis mulu,.. duh gimana nih" ujar dini sedikit panik .
"udah,, gini ra..sekarang lho tarik nafas pelan pelan terus buang.." ujar dini sambil mencontohkan dirinya.
*huuuuh haaaah huuuuh haaaah (dini menarik nafas dan menghembuskan nya lagi)
nara mencoba nara yang diajarkan dini berulang ulang kali hingga akhirnya nara bener bener sudah tenang dan berhenti dari tangisnya.
seorang guru pun masuk mengucap salam di kelas nara dan dini, pelajaran pun di mulai
nara menopang dagu dengan tangan sebelah kanannya lalu entah apa yang ditatapnya
dini hanya menggelengkan kepala melihat sahabat dekatnya hari itu.
beberapakali nara mendapat teguran dari gurunya karena ke tidak fokuskan nara menyimak pelajaran yang disampaikan
hingga jam pelajaran itupun berakhir.
jam istirahat
"ra.. ke kantin yuk" ujar dini.
"engak din ah..kamu aja aku mau tidur" ujar nara.
"iya sudah lho mau nitip gak ??entar gue beliin." ujar dini.
" aku nitip air putih aja.. makasih." ucap nara sambil memberi uang pada dini
dini keluar ke kantin seorang diri lalu dia memesan beberapa makanan untuknya kemudian duduk bergabung bersama teman teman sekelasnya.
suasana kantin begitu ramai rey mencari nara dan dini ditempat biasa mereka berkumpul..
__ADS_1
"din kok lho sama mereka.. nara nya mana??" tanya rey sambil memegang pundak dini.
"nara dikelas,,gue udh ngajak dia tapi dianya gak mau mendingan lho samperin gih gara gara lho sih mod nya gak baik." ujar dini setelah menoleh pada rey.
"Hem yasudah makasih ya, gua mau ke tempat nara dulu." ujar rey
"eh tunggu, tadi nara nitip air putih sama gue tolong kasih ya rey kan lho mau ke sana jadi sekalian." ujar dini memberikan sebotol air putih pada rey.
rey tersenyum pada dini dengan sedikit mengangguk lalu pergi ke kelas nara untuk menghampirinya itu.
rey diam diam masuk ke kelas nara tanpa sepengetahuannya dengan kaki yang sangat berhati hati melangkah hingga akhirnya rey duduk tepat di samping nara.
dengan mata tertutup namun tidak tertidur nara mulai merasakan kehadiran seseorang disampingnya, kemudian dengan gerakan cepat nara menoleh kesamping nya dan...
"Aaaaaaaaaaaaaa..." teriak nara kaget melihat wajah rey yang sangat dekat dengannya lalu dengan sigap rey menutup mulut nara dengan tangannya.
"suttt... jangan berisik ra.. entar aku dikira orang ngapa ngapain kamu" ujar rey sambil celingukan
kemudian setelah rey rasa nara tidak akan berteriak lagi padanya perlahan rey melepas tangannya dari mulut nara,nara menatap wajah rey dengan hembusan nafas terengah engah dan ekspresi marah nya
"hehehe ra maaf yaa ngagetin,, tapi gak papa kamu marah aku lebih suka dari pada liat kamu nangis kayak tadi pagi. " ujar rey dengan menyunggingkan senyuman manis pada nara.
nara yang melihat senyuman itu merasa luluh hatinya dia mulai tersenyum meskipun dengan senyum malu malu.
"rey.. kantin yuk" ujar Leo sahabat rey.
"udah lah.. rey mana mau jalan sama kita, dia kan gak bisa tanpa nara hahahhah" ujar sahabat sahabat rey yang lainnya..
nara yang berada di samping rey menyadari maksud sahabat sahabat rey tersebut lalu beranjak dari duduknya.
"rey.. kamu main gih sama mereka aku gak papa lagian aku juga mau nyusul dini di kantin oke.." ujar dini keluar
"ra..tunggu " ujar rey melihat dini berlalu.
nara sama sekali tidak mendengarkan panggilan rey itu padanya dan terus berjalan keluar.
"lho udah keterlaluan suka sama cewe rey, jadi nya bucin kan lho hahahhah." ujar leo dan yang lainnya tertawa.
"ya nama nya juga takut kehilangan bro" ujar yang lain rey diam hingga kemudian menatap wajah sahabatnya satu persatu yang menertawainya itu.
"gue tau kalian semua adalah sahabat gue tapi sorry nara masa depan gue..gue sama dia cuma bisa deket disini di jam kayak gini mungkin setelah lulus dari sini kami gak bakal sedekat ini! itu yang perlu kalian tau sebagai sahabat gue, kisah kami gak jelas gimana setelah lulus nanti yang intinya gue gak mau nyianyiain waktu bersama saat ini sama dia." ujar rey menjelaskan lalu pergi berlalu.
__ADS_1
******
"sayang.... " ujar tonny sambil menyadarkan tubuhnya padaku
"iyaa sayang.. ada apa kok muka gitu" tanyaku melihat tonny
"laper..." ujar tonny manyun.
"hmm udah di bilangin kalo mau jalan kerja makan dulu,, udah gede masih aja bandel " ujar ku, tony hanya manyun memelukku aku tau bukan hanya perihal lapar namun juga karena pekerjaan yang mungkin membuat pikirannya lelah
"nara mana??" tanyaku lagi..
"astagfirullah.. ayah lupa jemput nara.. yasudah ayah jemput dulu yaa bunda siapin makan yaa.." ujar tonny mencium pipiku lalu bergegas keluar.
"hmm ada ada aja.." ujar ku menggelengkan kepala.
Tonny pergi menjemput putri kesayangannya meskipun dalam perut yang sangat lapar itu,
sudah menjadi kebiasaan ku sibuk dengan mempersiapkan makanan untuk mereka, dengan beberapa sayur mayur dan pelengkapan lainnya.
******
nara sudah cukup lama menunggu seorang diri di depan gerbang sekolahnya. sambil mengandeng tas dukung nara melirik ke arah jalan yang biasa ayahnya datang menjemputnya ..sesekali nara melirik jam yang melingkar di tangan kirinya
setelah beberapa menit.
"ayah.... lama banget" ujar nara ketika melihat Tonny datang menjemputnya.
"hehehehe iya sayang nya ayah.. maaf yaa ayah ke lupa, tapi nara gak papa kan gak ada yang ganggu in" ujar tonny.
"hmm gak ada ayah ,, nara gak papa" ujar nara sambil masuk ke mobil.
dengan membawa kendaraan sedikit cepat, kurang dari setengah jam mereka sudah tiba di rumah bersama..
aku membukakan pintu lalu setelah mengucap salam nara menjabat tanganku
dan kamipun makan bersama disiang itu.
~
~
__ADS_1
~
~