
Nara terlelap dalam tidurnya dia sangat lelah setelah seharian bermain dengan teman temannya. aku dan Tonny menghabiskan malam dengan berbincang bincang sambil bersandar dibahunya lalu di temani dua cangkir teh manis yang hangat.
"sayang di mana kau membeli ku kalung ini?" tanyaku di sela sela pembicaraan.
"itu aku memesannya dengan temanku dia sendiri yang membuatnya, apa kau suka?,"
ujar tonny.
"iyaa tentu ini sangat indah.." ucapku.
"kau tetap terlihat cantik seperti pertama kali aku melihatmu" ucap tonny sambil mencubit pipiku.
"udh ah ayok kita tidur .." ucapku hendak berdiri sambil tersenyum senyum.
"aku tidak mauu tidur..!" ujar tonny menahan tanganku..
"sayang Ayuk....." ucapku terhenti karena tonny langsung menciumiku.
"aku tidak akan membiarkan malam ini berlalu begitu saja" ujar tonny sambil mengendong tubuhku.
kamipun berjalan ke kamar sambil tertawa..
"ayah dimana bonekaku" ujar nara mengagetkan kami, aku dan tonny langsung pura pura mencari bonekanya.
"iyaa sayang.. sebentar ayah cari dulu." ujar tonny.
"nah... ini dia bonekanya sayang" ucapku memberi kan boneka nara itu padanya.
__ADS_1
Tapi ternyata nara hanya mengigau karena dia langsung tertidur kembali, aku dan tonny sontak langsung tertawa melihatnya...
******
Di meja makan
"bismillahirrahmanirrahim allah humma balik Lana fimarozak tanawakinnaazabanar" ujar nara memimpin doa
"ayo nara makan yang banyak biar sehat" ujar ku pada nara.
"iyaa bunda,, ayah makan yang banyak biar ayah selalu sehat kayak nara" ucap nara.
"pasti dong nara.. liat nih ayah makan sayap ayam dua biar ayah bisa terbang" ujar tonny sambil memakan dengan lahap.
"hahahaha ayah... ayah.." ucap nara tertawa riang.
"sudah sudah makan dulu ayah.. nara..." ucapku.
******
Tonny pun pergi ke kantornya seperti biasa dia pulang hingga larut malam namun hari itu dia pulang lebih awal bahkan sangat cepat dari sebelumnya..
"assalamualaikum bun.. bun..." ujar tonny langsung masuk ke rumah.
"waalailumslam yee ayah sudah pulang.. bunda sedang dibelakang ayah" ucap nara
aku yang mendengar kedatangan tonny langsung ke luar menemuinya.
__ADS_1
"sayang kau sudah pulang..apa semua baik baik saja" ucapku bertanya padanya.
"sepertinya tidak..tadi di kantor ayah meneleponku kata nya ibu sakit bun ayah izin pulang tadi, sekarang kita ke sana yah" ujar tonny menjelaskan.
"iyaa sudah sayang sebentar aku siap siap dulu yah" ucapku sambil bergegas ke kamar.
"apa ayah nenek sakit?" ujar nara.
"iyaa sayang.. nara doain nenek yah supaya nenek cepat sembuh" ucap tonny padanya.
"iyaa ayah .. nara ikut kan yah nara siap siap juga ya yah.." ujar nara sambil menyusul ku ke kamar.
tonny hanya senyum mengangguk tanda menyetujuinya. setelah siap kamipun langsung berangkat ke rumah mertuaku itu menghabiskan waktu 2 jam di perjalanan tonny tampak cemas nara telah tertidur di kursi belakang mobil kami, aku berusaha menenangkannya ..
"tenang, jangan khawatir ibu pasti baik baik saja.." ucapku sambil mengelus dadanya.
"iyaa sayang.." ucap tonny membalas senyum untukku.
Tiba di sana
"assalamualaikum.. ayah bagaimana keadaan ibu?" ujar tonny langsung masuk setelah bertanya pada ayahnya.
"ibu di kamar tonny dia jatuh di kamar mandi pagi tadi.." ucap ayahnya.
"sudah ibu tidak apa apa ton.." ucap ibu menenangkannya.
di ruangan itu sudah terpasang impuls di bagian tubuh mertuaku seorang perawat wanita muda sibuk memberi suapan demi suapan untuk mertuaku. tonny menangis melihat apa yang terjadi pada ibunya...
__ADS_1
"sus.. apa yang terjadi pada ibu " tanyaku.
"tadi ibu jatuh dari kamar mandi dan langsung tidak sadarkan diri, tekanan darahnya sangat rendah" ujar perawat menjelaskan.