
Tommy segera dilarikan ke rumah sakit tapi nyawanya tidak sempat lagi tertolong dia meninggal saat sedang dalam perjalanan, tangisan demi tangisan keluarga semakin menjadi jadi, hatiku bimbang antara marah atau sedih atas kepergiaannya karena dia juga sudah menghancurkan hidupku. tapi sudahlah, bagaimanapun juga semua sudah terjadi dia tetap bagian dari keluarga tonny,
semua adalah takdir yang aku harus menerimanya.
Di pemakaman
semua sudah pulang setelah jenazah tommy selsai di kuburkan tapi tonny tetap duduk di samping kuburnya menatap nisan adik kesayangannya.
"sayang .. " ucapku.
tonny hanya menoleh sesaat.
"apa kau masih marah padanya.." tanyaku memegang pundaknya.
"tidakkkk.. aku sejak dulu tidak pernah marah padanya namun saat kemarin aku menyesal untuk yang terakhir kalinya justru berkata kasar padanya dan aku belum sempat meminta maaf padanya" ujar tonny mengeluarkan keluh kesah di hatinya.
__ADS_1
"sayang.. aku yakin tommy pasti memaafkan mu percaya padaku, kau sungguh kakak yang baik dan suami yang baik bagiku" ucapku.
tonny berdiri lalu langsung memelukku dengan kelelahan di wajahnya. aku membalas pelukannya untuk menenangkan hatinya dan membawanya pulang ke rumah.
*****
setiba dirumah aku duduk di sudut tempat tidur lalu tonny langsung tidur terlungkup menjatuhkan kepalanya di pangkuanku dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggangku, aku tau dia menangis hanya saja berusaha menutupnya dariku. aku membalikkan kepalanya memegang wajah nya dikedua tanganku, kulihat ke dua matanya masih dengan air mata yang tak henti hentinya.
"jangan menangis lagi, aku ingin kita melupakan dan meiklaskan apa yang telah terjadi, aku slalu bersamamu, bukankah kau pernah mengatakan allah tidak akan menguji hambanya melewati batas kesanggupan kita" ucapku berusaha menenangkannya.
*****
aku dan Tonny sudah meiklaskan semuanya. menjalani hari hari seperti biasa kadang aku ikut menemaninya bekerja jika dia mengizinkan kadang pula aku hanya dirumah atau sesekali menginap di rumah ayahku untuk melepaskan rindu.
"sayang .." ujar tonny saat kami sedang duduk nonton tv bersama.
"iyaa.. " ucapku yang saat itu sedang asik melihat layar tv tanya menengok nya.
"lihat aku.." ujar tonny.
__ADS_1
"iyaa suamiku" ucapku sambil menoleh padanya.
"aku ingin berbicara padamu terserah kau mau menyetujui atau tidak tapi ku harap kau tidak marah padaku, aku minta maaf jika nanti yang ku katakan salah" ujar tonny.
"iyaa katakan saja, ada apa?" ucapku
menatapnya.
"bolehkah kita mengasuh anak " ujar tonny. aku diam beberapa saat memikirkan apa yang ku dengar, aku sadar sudah hmpir setahun aku tidak memberinya seorang anak dan sangat besar kemungkinan aku tidak lagi bisa mengandung anak untuknya karena kejadian waktu itu.
"sayang maafkan aku, aku berjanji tidak akan mengatakan itu lagi asal kau mau berbicara padaku lagi" ujar tonny .
"tidak, kau benar.. mungkin kita sebaiknya mengangkat anak untuk menjadi anak kita siapa tau dengan begitu tuhan mau memberi keajaiban sehingga aku bisa mengandung lagi" ucapku..
"benarkah sayang...?" ujar tonny dengan raut wajah senang..
"iyaa sayang.." ucapku.
aku mengiyakannya ... aku sebenarnya takut karena kekuranganku ini suatu saat mungkin saja dia akan mencari perempuan lain yang bisa memberinya seorang anak yang benar benar darah dagingnya sendiri atau dari kedua orang tuanya karena Tonny adalah satu satunya anak mereka dan aku yakin mereka juga mendambakan seorang cucu seperti ayah dan ibuku.
__ADS_1