
aku menyandarkan kepalaku di bahu kiri tonny, nara terlihat terlelap di kursi belakang mobil dengan boneka Barbie yang ada di pelukannya. dengan sesekali tonny mencium keningku..
*ahhhhhh* keluhku meninggalkan bahu yang nyaman itu sambil memegang perutku yang sakit.
"sayang kenapa..?" ujar tonny melihatku lalu menghentikan kendaraan dipinggir jalan.
"gak tau kenapa tadi tiba tiba perutku sakit.." ujar ku.
"yankk ah.. sekarang kita ke rumah sakit ya" ajak Tonny.
" udah gak usah, kita pulang aja mungkin karena aku belum makan tadi.." ucapku
"tu kan gak makan lagi, kamu ini bandel banget aku udah bilang jangan telat makan tapi masih aja gak dengerin.." ujar tonny sambil menarik hidungku.
"hehehe iya iya maaf aku gak papa kok, nanti aku makan janji..... jangan marah " ujar ku senyum senyum sambil menyodorkan jari kelingking.
"hahaha kau ini.." ujar tonny sambil memelukku.
tak begitu lama kami melanjutkan lagi perjalan pulang dengan kembali meletakkan kepala di bahunya.
*****
tiba di rumah.
nara masih tertidur di kursi belakang mobil aku dan tonny melirik padanya melihat begitu lucunya ia tertidur,, karena rasa tidak tega membangunkannya tonny mengendong tubuh nara hingga ke kamarnya.
"sekarang nara sudah sedikit berat .." ujar tonny sambil mengendong anak gadisnya itu.
aku tertawa kecil sambil membawa boneka Barbie nara yang tertinggal di mobil, lalu biminah membukakan pintu rumah seperti biasa.
"assalamualaikum " ujar ku..
"waalailumslam.." jawab biminah
"oiya tuan.. tadi ibu dan bapak tuan kesini terus bibi bilang kalo tuan dan nyonya lagi keluar rumah.." ujar biminah
"oh yasudah makasih yah" ujar tonny
__ADS_1
"iya tuan sama sama" jawab biminah sambil berlalu.
sampai dikamar, pelan pelan tonny meletakkan tubuh putri kesayangannya itu..
"sayang coba telepon ayah dan ibu mu siapa tau ada kepentingan makanya mereka kesini tadi" ujar ku
"hmm iyaa dehh,.. sebentar yaa" ujar tonny
aku mengangguk mengiyakannya.
beberapa menit tonny berbincang dengan ayah ibunya lewat ponsel dan sesekali tonny tertawa aku yakin tidak ada berita yang tidak baik.
"sayang bagaimana??" tanyaku..
"oh yaa ini ibu mau berbicara denganmu" ujar tonny, tonny memberikan ponselnya .
"assalamualaikum bu..." ujar ku
"waalailumslam...sinta. ibu dan ayah tadi ke rumah kalian karena ibu sudah lama tidak melihat kalian dan juga nara, tapi kalian sedang tidak ada di rumah tadi jadi kami pulang.." ujar ibu
entah mengapa aku lega mendengarnya mungkin karena akhir akhir ini terlalu sering mendengar hal hal yang tidak baik membuat pikiranku slalu takut.
"oya dimana nara??" tanya ibu
"nara sudah tidur bu, sebentar ya aku bangunkan dia dulu." ujar ku
"tidak, jangan kasian nara nanti dia gak enak tidurnya.. pkoknya ibu tunggu kalian kesini lagi ya sama nara" ujar ibu mertuaku.
"iya bu... pasti kami ke sana" ujar ku.
"yasudah kalau begitu assalamualaikum" ibu mertuaku
"waalailumslam buu" ucapku menutup telpon.
******
7 tahun kemudian..
__ADS_1
hari demi hari bulan ke bulan tahun ke tahun telah berganti dan berlalu seiring waktu..
"bun.... bunda..." suara gadis remaja memanggilku dengan nada ceria .
"iyaa sayang.. nara sudah pulang?? " ujar ku
"iyaa bunda hari ini aku ada sesuatu untuk bunda..."ujarnya sambil memberikan sebuah kertas lembaran ujian dengan nilai terbaik di depanku..
"tara......." ujar nara.
"wah makin pinter sekarang anak gadis bunda" ujar ku sambil mencium pipinya.
lalu tiba tiba seorang pria yang tak lagi muda menghampiriku.
"iya doang....siapa dulu ayahnya😎😎 " ujar tonny dengan mencium kening putrinya itu.
"hehehehe yasudah sana kalian ganti baju dulu udah bau asem hihi.. terus kita makan sama sama bunda udah masak.." ujar ku
"okee tuan ratu.." ujar nara dan ayahnya kompak dengan tangan memberi hormat.
Aku dibantu biminah pelayan setia kami menyiapkan makan siang, dengan sentuhan akhirnya dia membersihkan meja makan sampai terlihat mengkilap tanpa ada kotoran debu sedikitpun yang terlihat..
"ayah... nara.. ayo kemari " panggilku.
"iyaa bunda... sebentar " ujar nara
tonny sudah siap duduk di sampingku, kami hanya menunggu nara yang tak kunjung keluar dari kamarnya..
"nara.... ayuk makan" ujar ku memanggilnya
lalu nara terlihat berjalan dari kamarnya dia tumbuh begitu sangat cantik dan putih bersih dia menjadi anak yang sangat ceria, nara memiliki bakat penari dalam dirinya sehingga dia sering mengikuti perlombaan dari sekolahnya dan itupun dia sangat sering menjadi juara pertama jadi wajar saja banyak laki laki yang mengaguminya.
"ayuk bunda ...nara laper banget nih" ujar nara sambil mengambil beberapa potong ayam goreng kesukaannya.
"nara!!!!" ujar ku dan tonny bersamaan dengan menengadah kedua tangan untuk berdoa.
"hehehe.." ujar nara dengan malu malu.
__ADS_1
******