
rey meninggalkan sepeda motor di garasi samping rumahnya. baru saja rey masuk melewati pintu depan rumahnya rio menyapa anaknya itu namun rey sama sekali tak menghiraukan sapaan dari papahnya dan terus berjalan kedalam kamarnya.
dia berbaring tanpa sempat melepas sepasang sepatu dikakinya kemudian rey mengambil handphone disaku kanannya setelah mendengar suara pesan masuk dari seseorang.
" rey.. mungkin kita memang bukan jodoh,
setelah sekian lama kita kayak orang yang gak pacaran. orang tua kamu atau orang tua aku sama sama gak suka jadi percuma kita bertahan aku cape rey, kamu jaga diri kamu baik baik di sana makasih udah pernah hadir didalam hidupku." pesan masuk dari nara.
rey langsung melempar ponsel kebawah tempat tidurnya Rey malam itu terbawa suasana dia pergi ketempat diskotik di kotanya pikiran nya benar benar kacaw satu sisi dia tidak terima atas keputusan nara tetang hubungan mereka ditambah rasa penasaran yang belum mendapat jawaban atas sebab cinta terlarang antara dia dan nara.
sudah sangat larut malam rey keluar rumah tak seperti biasanya, rey adalah anak satu satunya rio dan hanya dia harta berharga yang dimiliki rio saat ini meskipun rio hanya seorang papah namun dia tetap orang tua yang sangat mengkhawatirkan keadaan anaknya.
"rey... " ujar rio membuka pintu kamar.
rio berniat menasehati putra nya itu namun dia tidak mendapatkan rey didalamnya dia hanya menemukan ponsel yang tergeletak dilantai.
di tempat lain, beberapa kali rey meneguk minuman keras di sana yang membuatnya tak dapat mengendalikan dirinya lagi..
lagi dan lagi rey melakukannya..
hingga ketika dia ingin meneguk minuman berikutnya ada tangan seseorang yang menahan nya rey menatap wajah itu yang tak begitu jelas dikenalinya.
"ayo kita pulang.." ujar rio menarik tangan putranya meskipun rey memberontak menolak namun rio masih cukup kuat untuk mengalahkan rey yang tak terkendali itu.
__ADS_1
dalam keadaan mabuk rey slalu menyebut nama nara dibawah sadarnya rio menyadari betul siapa orang yang disebut sebut putranya hingga rey dibaringkan ditempat tidurnya dia tetap mengigau memanggil nama NARA.
"rey... maafkan ayah karena kamu yang harus menanggung kesalahan ayah." ujar rio dalam hatinya.
*****
malam pun berlalu.
perlahan aku membuka mataku, kulihat mata indah yang slalu ku pandang setiap pagi dibangun tidurku dia masih tertidur lelap memeluk tubuhku..
dia masih sama dan tetap indah aku berharap tuhan selalu memberi kenikmatan ini padaku.
aku meniup matanya untuk membangunkannya,, dia terbangun aku mencium pipinya sebagai ucapan selamat pagi untuk suamiku itu.
"laparr..." ujar tonny manja padaku.
"uluhh laparr sayangku.. yasudah bangun gih mandi sana aku siapin sarapan buat kita." ujar ku
"sayang..nara gimana sekarang??" tanya tonny.
"oh iya bunda belum liat dia..kita kan baru bangun juga." ujar ku.
"yasudah ayah mau ke kamar nara dulu ya.." ujar tonny beranjak dari tempat tidur
__ADS_1
tonny masuk ke kamar putrinya itu dan terlihat nara yang masih tidur di tempatnya
membelakangi pintu kamar..
"rey...rey..." ujar nara
"mana rey !" ujar tonny mencoba melihat kearah nara.
tonny tidak menjumpai rey dia hanya melihat putrinya yang sedang tertidur sambil memanggil nama pria yang disukainya.
"sayang... nara bangun ini ayah.." ujar tonny menepuk tepuk pipi nara mencoba membangunkannya namun nara tidak kunjung bangun dia tetap tidur, tonny mulai sadar akan suhu tubuh putrinya yang begitu hangat.
"sin..... sinta.."
tonny memanggil manggil aku yang sedang menyiapkan sarapan di dapur dia mengatakan keadaan nara saat ini di kamarnya aku langsung meninggalkan pekerjaanku dan menemui nara di kamarnya..
panasnya sangat tinggi dia terlihat pucat dan lemas tanpa pikir pikir lagi kami langsung membawanya ke rumah sakit pagi itu.
setelah tiba di sana nara langsung mendapatkan berbagai pertolongan aku dan tonny menunggunya dengan cemas di luar ruangan. sebelum membawa nara ke rumah sakit tadi aku sempat membawa ponsel nara yang tertinggal tepat di samping tubuhnya
ada banyak pesan dari teman temannya yang mencarinya tapi hanya satu pesan yang dikirim olehnya untuk satu orang yang tak lain adalah rey.
aku memberi tahu apa yang ku temukan di ponsel nara saat itu pada tonny,, nara benar benar patah hati. tepat saat aku sedang memegang ponsel nara ponselnya berdering ada panggilan dari dini aku mengangkatnya hingga pada akhirnya aku memberi tahu keadaan nara saat ini.
__ADS_1
******