
Aku dan tonny pergi ke suatu panti asuhan menemui pengurus panti tersebut dengan tujuan menawarkan diri untuk menjadi orang tua angkat dari salah satu anak disitu. kebetulan ada seorang bayi yang telah kehilangan kedua orang tuanya karena suatu musibah usianya sekitar 5 bulan lebih, masih kecil dan lucu..
"ini yang paling kecil di panti ini pak buk..,kakak kakaknya disini memanggilnya dengan panggilan nara".ucap pengasuh panti.
Tonny sepertinya jatuh hati pada anak kecil itu.
" om dede nara mau om bawa ya om" ujar anak anak panti sambil mendekati tonny dengan bayi itu.
"iya.. sekarang om akan jadi ayah nara nanti om dengan nara bakal main main kesini sambil bawain kalian mainan" ucap tonny menghibur mereka.
"yeee asik nara kesini bawa mainan yang banyak yaa" ujar mereka.
******
setelah melewati proses yang cukup panjang dengan memenuhi syarat yang ada akhirnya nara benar benar telah menjadi anak adopsi aku dan tonny.
setelah keberadaan nara aku juga merasa hari hariku penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan dia begitu lucu sehingga kadang aku lupa bahwa dia bukan anak darah daging ku sendiri. nara tidur bersamaku layaknya ibu dan anak tapi bedanya dia hanya menyusu dengan DOT mungilnya, dia slalu tidur diantara aku dan tonny.
"sayang aku harap ketika nara sudah dewasa aku tidak ingin dia tau yang sebenarnya" ucapku berbisik pada tonny.
"tentu.." ucap tonny tersenyum padaku.
******
kami pergi ke rumah orang tua tonny mereka semua mau menerima nara sebagai cucu mereka sama seperti mereka menerima tommy waktu dulu, tapi sangat berbeda ketika tiba di rumahku..
"apa??? kalian sudah mengasuh anak dan kalian baru memberi tahu ibu" ucap ibuku.
"ibu aku pikir ini tidak masalah bu. nara juga masih sangat kecil dia anak yang baik bu.." ucapku menjelaskannya.
"tidak bawa pergi anak itu ibu tidak membutuhkan cucu dari orang lain, seandainya saudara suamimu tidak mencelakai mu tentu saat ini ibu sangat bahagia!" ucap ibuku.
"maafkan aku buu, aku yang salah" ucap tonny.
"sudah lah jangan berkata seperti itu, ayah lihat nara anak yang baik dan lucu ayah juga menyukainya.. semua yang sudah terjadi haruslah kita ikhlas kan karena tuhan lebih tau yang terbaik bagi kita " ucap ayah sambil mengambil nara dari gendonganku.
ibu pergi berlalu meninggalkan anakku tanpa mau melihatnya, hatiku rasanya begitu sangat sedih, tonny memegang pundak ku berusaha menenangkan ku.
__ADS_1
"kau yang sabar yaa.." ujar tonny
" ibumu hanya butuh waktu ayah dan nara akan membujuknya, iya kan tuan putri " ucap ayah nara pun tertawa dengan lucunya.
"iya ayah semoga" ucapku.
begitulah nara ku tidak semua orang yang menerimanya dan memahaminya. bagiku nara adalah kiriman tuhan sebagai pengganti anakku.
******
sebelum sampai dirumah tonny mengajak aku dan nara pergi untuk sekedar bermain atau berbelanja.. meskipun nara belum begitu paham semua benda yang di temui nya dia hanya ingin dimakan nya.
tonny bertemu dengan temannya yang kebetulan juga membawa anak mereka
"ton ini anak kamu?" tanya nya.
"iyaa ini anakku" ucap tonny sambil mencium nara.
"loh bukannya anak kmu udah meninggal karena adik kamu itu" ujarnya.
aku pun melihat raut wajah kemarahan tonny langsung mengajaknya pergi dari situ.
kamipun pulang ke rumah.
kami tidak perduli lagi dengan omongan orang lain, mereka hanya bisa berbicara tanpa tau apa yang sudah kita lalui..
hidup adalah milik kita menurutku aku akan bahagia dengan apa yang aku suka dan sebaliknya aku akan menderita apa bila mendengarkan apa yang orang lain tidak suka.
****
Nara ku semakin hari semakin tumbuh menjadi gadis kecil yang begitu cantik dan pintar, hari ini usianya tepat 6 tahun kami membuat pesta ulang tahun kecil kecil untuk merayakan nya di panti.
semuanya hadir kecuali ibuku..
"happy birthday nara.. happy birthday nara.. happy birthday happy birthday happy birthday nara.." ucap kami semua dengan sebuah kue ulang tahun untuknya.
" terimakasih ayah bunda..." nara langsung mencium dan memeluk aku dan tonny dengan wajah cerianya..
__ADS_1
"selamat ulang tahun nara ingat jadi anak yang rajin ibadah dan nurut sama orang tua, satu lagi nara jangan bandel" ucap orang tua tonny sambil memberi hadiah sebuah boneka Barbie untuknya.
"terimakasih kakek nenek.." ucap nara sambil memeluk mereka.
"kalo kakek, kakek cuma punya hadiah celengan buat nara supaya nara jadi anak yang rajin menabung terus jadi anak yang pinter" ucap ayahku.
"terimakasih kakek nara suka" ucap nara memeluk hadiahnya.
nara bermain main dengan anak anak panti di sana sambil berlari lari mengitari meja kue ulang tahunnya.
"bunda nenek masih marah yah sama nara.." ucap nara berhenti dari bermainnya.
"tidakkkk nara nenek tidak pernah marah sama nara nenek juga sayang sama nara" ucap tonny mengendong anak kesayangannya itu.
"iyasudah ayok kita main sama sama, ayah juga mau main sama nara" ujar tonny menghibur nya..
"hore .. om tonny ikut bermain dengan kita" ujar anak panti bersuka ria .
aku tak tau sampai kapan ibu membenci nara aku sangat berharap suatu saat ibu bisa menyayangi nara seperti ibu menyayangiku.
****
aku tengah duduk bersandar melihat kebahagiaan nara dan teman temannya dengan sebuah minuman dingin di tanganku
"sayang..." ujar tonny dari belakangku
"iyaa sayang kau sudah selsai bermain dengan nara" ucapku menoleh padanya
tiba tiba tonny memakaikan sebuah kalung permata di leherku lalu mencium keningku..
"ehemm hem .." ayahku menggodaku.
ibu dan ayah tonny terlihat juga ikut tersenyum senyum melihat ku, rasanya aku sangat malu..aku terheran heran melihat tonny.
"kau mungkin lupa hari ini juga adalah hari pernikahan kita terimakasih telah bersamaku dan menemaniku apapun yang terjadi kau lah yang terbaik dan terakhir untukku,..l love you" ucap tonny, sepertinya aku baru mengingatnya.
"terimakasih aku juga sangat bahagia denganmu l love you to" ucapku
__ADS_1
"ibu ini dari kami semua...." ucap nara sambil memberiku sebuah bunga mawar dan teman temanya juga memberiku bunga satu persatu hingga begitu banyak bunga mawar yang ku dapatkan hari itu.
"terimakasih semuanya.. terimakasih anak kesayangan bunda" ucapku sambil mencium nara ku.